
"Iya Agam. Kau masih punya kesempatan menikahi Elena. Untuk apa mempertahankan wanita ini? Hidupmu akan menderita," tambah Emma. Dia tidak terima Agam menikah dengan Cassandra.
"Agam!" panggil Renaldi pada anaknya yang masih terdiam.
"Agam, apa kau akan menceraikanku? Aku bukan wanita yang diinginkan orangtuamu. Aku tahu kau tidak suka itu. Aku ingin mempertahankan pernikahan ini meski jalannya sulit. Tapi aku tidak bisa memaksamu tetap bertahan meski aku tidak ingin melepaskanmu," ucap Cassandra. Dia tahu Agam tidak mungkin mau dengannya. Apalagi sebelumnya Agam bersikeras memisahkan Cassandra dan Zafran. Agam pasti memilih menceraikan. Cassandra hendak melepaskan tangan Agam. Namun Agam justru menahannya dan memegang tangannya erat.
Cassandra menatap ke arah Agam yang menatap ke depan.
"Aku sudah menikah. Aku tidak bisa kembali pada Elena meskipun aku tidak mencintai Cassandra!" tegas Agam. Entah kenapa dia harus mengatakan itu. Apa karena tadi wanita berhijab itu memegang tangannya. Atau dia sudah terlanjur basah menikahinya.
"Apa?" Emma dan Renaldi terkejut dengan keputusan Agam yang tidak ingin menceraikan wanita miskin itu.
"Kau tidak salah Agam?" celetuk Emma. Dia merasa gila mendengar apa yang dikatakan Agam.
Agam terdiam. Dia tahu orangtuanya akan marah.
"Aku tidak akan pernah setuju kamu menikahi wanita itu! Baguku Elena tetap menantuku. Bukan wanita ini!" pekik Renaldi. Dia tidak habis pikir Agam mau dengan wanita itu padahal dia tidak kenal dan mencintainya.
"Agam!" ucap Cassandra. Tangannya masih dalam genggaman Agam.
"Aku tidak bisa seperti dulu Pa, Ma, aku sudah terlanjur menikahi wanita ini, aku minta maaf," sahut Agam.
"Agam, kau masih bisa menceraikannya. Dan hidup bahagia bersama Elena, wanita yang baik untukmu Bukan wanita yang akan membuat hidupmu sengsara," ujar Emma.
"Dengar kata Mamamu Agam, jangan sia-siakan hidupmu untuk wanita ini!" tambah Renaldi.
Agam hanya diam. Sedangkan Cassandra masih bingung kenapa Agam tidak nau menceraikannya. Padahal sebelumnya Agam bersikeras menghinanya. Dia begitu membenci Cassandra.
"Elena wanita yang kau cintai Agam. Dia punya segalanya. Cantik, berpendidikan, anak keluarga terpandang, kaya dan punya karir yang bagus. Untuk apa kau memilih wanita miskin yang hanya guru SD. Itupun masih honorer. Keluarganya miskin dan masa depan suram," ucap Emma.
"Mamamu benar. Elena jauh lebih baik dari pada wanita ini. Kau mencintainya kan? Kau ingin Elena menikahi laki-laki lain?" tambah Renaldi.
Agam terkejut. Benarkah dia rela kehilangan Elena dan lebih mempertahankan Cassandra, wanita yang selalu dicaci dan dihina olehnya? Atau memilih menceraikan Cassandra dan menikahi Elena untuk bahagia?
"Aku tidak bisa bersama Elena. Aku sudah menjadi suami Cassandra!" tegas Agam.
"Jadi kau lebih memilih menikah dengan Cassandra, Agam?" tanya Emma.
"Menikah dengan Cassandra?" Zafran masuk ke dalam ruang tamu. Dia sempat mendengar percakapan beberapa orang di ruang tamu. Suaranya familiar itu sebabnya Zafran menghampiri ruang tamu.
Seketika semua orang di ruang tamu terkejut mendengar suara Zafran.
"Siapa yang menikah dengan Cassandra?" tanya Zafran. Dia terkejut melihat Agam dan Cassandra berdiri bersampingan dan saling berpegangan tangan. Matanya terbuka lebar melihat ke arah keduanya. Ada hubungan apa diantara mereka berdua sampai mereka berpegangan tangan?
__ADS_1
"Zafran!" semua orang bingung. Zafran orang pertama yang membawa Cassandra masuk ke rumah besar itu untuk dikenalkan sebagai calon istrinya. Justru gara-gara penolakan Agam dan ibunya, Zafran gagal mempersunting Cassandra.
"Jawab aku!" pekik Zafran. Dia penasaran. Dan takut melihat kedekatan kakak dan Cassandra yang tidak biasa.
"Bagaimana ini? Sekarang aku berada di posisi Zafran saat dia membawa Cassandra masuk ke rumah ini. Aku benar-benar menjil4t ludahku sendiri. Apa ini balasan untukku?" batin Agam. Apa yang terjadi di waktu lalu sekarang dirasakan olehnya sendiri. Agam mendapatkan balasan atas apa yang dilakukannya pada Zafran saat itu.
"Gawat! Zafran akan tahu kalau Agam menikahi Cassandra," batin Emma.
"Haruskah aku menjawabnya? Kalau aku dan Agam sudah menikah? Pasti Zafran sangat terluka. Padahal waktu itu Zafran ingin menikahiku," batin Cassandra.
Mereka semua sama-sama kebingungan harus menjawab apa sedangkan Zafran tampak emosi. Tangan Agam yang menggenggam tangan Cassandra seolah sebuah jawaban. Meskipun belum terucap secara langsung.
"Aku yang sudah menikah dengan Cassandra," jawab Agam. Berat mengatakan yang sebenarnya. Zafran pasti terluka. Dia begitu mencintai Cassandra bahkan ingin menikahinya. Tapi Agam justru mengambil pengantinnya secara tidak langsung.
"Apa? Kakak menikah dengan Cassandra? Kau bercanda kak?" tanya Zafran. Matanya memerah. Ada kemarahan yang sedang ditahan olehnya.
"Aku tidak bercanda." Agam menjawab dengan dingin. Ada rasa bersalah teramat dalam pada adiknya.
"Ha ha ha." Zafran menangis dengan luka yang ada di hatinya.
Agam dan Cassandra menunduk. Sebenarnya mereka tidak bersalah tapi pernikahan mereka menggoreskan luka pada Zafran.
"Kau sendiri yang bilang padaku supaya aku tidak menikahi dengan Cassandra karena aku playboy. Cassandra belum tentu bisa menerimaku dan perbuataku. Dia akan menderita. Kau bahkan menentang keras hubungan kita. Kau membuat rencanaku untuk menikahi Cassandra batal. Tapi ternyata ..." Zafran menarik nafas panjangnya. Bagaimana keadaan ini jadi terbalik. Agam justru menikahi Cassandra.
"Kau malah menikahi calon istriku kak. Apa kau menjil4t ludahmu sendiri? Atau kau kena karmanya?" tambah Zafran.
"Aku dan Cassandra ..." Agam bingung harus dari mana menjelaskan semuanya.
"Kenapa kau menikahi Cassandra? Kau tahukan aku mencintainya?" bentak Zafran.
Emma dan Renaldi tidak berani menyela. Zafran tampak sangat marah. Dia tahu Cassandra akan menikahi Fahri. Itu saja sudah membuatnya patah hati. Zafran sampai berusaha untuk bisa mengikhlaskan. Tapi kenyataannya justru lebih menyakitkan. Laki-laki yang menikahi Cassandra bukan Fahri melainkan kakaknya sendiri.
"Aku tahu," jawab Agam.
"Aku berusaha meminta restumu di tempat ini. Aku pikir kau akan mendukungku. Justru kau menghina Cassandra dan melarangku untuk menikahinya. Kenapa sekarang kau malah menikahinya?" tambah Zafran.
Agam terdiam mendengar kemarahan Zafran.
"Zafran, aku bisa jelaskan semuanya. Bagaimana pernikahan ini bisa terjadi," ucap Cassandra.
"Diam kau wanita murahan!" bentak Zafran marah besar.
Deg ...
__ADS_1
Cassandra terkejut mendengar Zafran mengeluarkan kata-kata yang kasar padanya. Selama mengenal Zafran dia tidak pernah melihat Zafran semarah itu dan berkata kasar. Tapi sekarang dia melihat dan mendengarnya sendiri.
"Zafran!" sahut Agam marah balik.
"Kenapa? Sekarang kau membela wanita ini? Kau merasa dia wanita yang cantik untukmu saat itu?" tanya Zafran.
"Cassandra tidak bersalah. Pernikahanku dan Cassandra terjadi karena kita dituduh berzina dan dinikahkan paksa oleh warga," jawab Agam. Entah apa yang merasuki pikirannya. Dia merasa ada diposisi Zafran saat itu dan membela Cassandra.
"Kau pikir aku peduli? Kau sudah mengambil wanita murahan itu dariku. Apa dia memberimu kenikmatan sampai kakakku yang arogan ini luluh dan mau menikahinya?" tanya Zafran.
Plaaak ...
Agam menampar Zafran dengan keras. Dia marah atas apa yang dikatakan Zafran.
"Kau menamparku kak?" Zafran bertanya sambil memegang pipinya.
"Iya. Karena itu pantas. Dan ini pantas untukku." Agam menampar pipinya dengan tangannya sendiri sampai dua kali. Hingga bibirnya berdarah di bagian ujungnya.
"Kita impas. Aku akui aku sudah menjil4t ludahku sendiri Zafran. Aku menikahi calon istrimu yang begitu aku benci. Kau dan aku berada diposisi yang salah. Aku merasakan apa yang kau rasakan. Semua ini karena kesombonganku," sahut Agam.
"Agam," ucap Cassandra.
"Ha ha ga." Zafran tertawa sambil menangis. Bagaimana bisa dia membayangkan wanita yang dicintainya menikahi kakaknya.
"Kakak, kau harus ingat dengan menikahi wanita murahan ini berarti kau tidak bisa menikahi Elena!" ancam Zafran. Dia tahu Azam begitu mencintai Elena.
"Iya, aku akan pergi dari rumah ini. Agar kalian puas!" ucap Agam.
"Apa? Kau akan meninggalkan rumah ini Agam? Demi wanita murahan itu?" tambah Renaldi.
"Sudahlah Agam! Dengarkan kata Mama, tinggalkan wanita miskin ini! Kau masih bisa memperbaiki semuanya," ucap Emma.
Cassandra menoleh ke arah Agam begitupun Agam.
"Tempatku bukan disini. Aku tidak bisa jadi yang mereka inginkan. Tidak pantas bersanding dengan keluargamu. Aku tidak ingin kau bingung. Mereka keluargamu. Kau benar aku tak seharusnya mendekati Zafran. Aku memang tak pantas termasuk bersamamu!" ujar Cassandra pada Agam. Lalu wanita cantik itu menatap ketiga orang anggota keluarga Maheswara.
"Terimakasih atas waktunya. Maaf sudah membuat keributan. Assalamu'alaikum," ucap Cassandra. Dia melangkahkan kakinya keluar dari rumah besar itu. Dia tidak ingin menjadi duri yang menyakitkan untuk Agam dan keluarganya.
Cassandra berjalan di tepi jalan. Dia ikhlas dengan takdirnya. Mungkin dia harus melepaskan Agam lagi pula pernikahan mereka terpaksa. Cassandra tahu Agam mencintai Elena dan Zafran akan tersiksa jika dia bersanding dengan kakaknya.
Cassandra berjalan dengan senyuman yang ringan. Ikhlas itu kuncinya. Namun tiba-tiba ada yang memegang tangannya.
"Kau mau kemana wanita?" tanya Agam yang berjalan di sampingnya.
__ADS_1
"Agam!" Cassandra terkejut Agam ada di depan matanya.