Istri Sampah Kini Berlian

Istri Sampah Kini Berlian
Kau Hamil


__ADS_3

Zafran menghampiri Elena. Dia membantunya untuk bangun. Wanita cantik itu terus memegangi perutnya. Wajahnya tampak menahan rasa sakit.


"Kau kenapa Elena?" tanya Zafran.


"Sakit!" Hanya rintihan itu yang dia ucapkan.


Zafran langsung membopongnya. Membawa Elena masuk ke ruang UGD. Untungnya dokter dan perawat langsung menangani wanita cantik itu. Zafran terpaksa keluar dan duduk di kursi tunggu UGD. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Elena.


"Dia kenapa sih?" Zafran tidak bisa berspekulasi apapun tentang Elena. Yang jelas wanita cantik itu sedang kesakitan.


Tak lama perawat memanggil Zafran. Dia meminta laki-laki itu untuk masuk ke dalam dan berbicara dengan Dokter yang sudah menunggunya.


"Silahkan duduk!" Dokter meminta Zafran untuk duduk.


Zafran mengangguk dan duduk di kursi. Dia menatap dokter yang ada di depannya.


"Nyonya Elena istri anda?" tanya Dokter.


"Iya Dok," jawab Zafran. Meskipun mereka hanya menikah di atas kertas tapi secara hukum dan pandangan semua orang Zafran adalah suaminya.


"Nyonya Elena sudah hamil 6 minggu. Pendarahan tadi hampir saja merenggut nyawa bayi yang dikandungnya. Alhamdulillah Allah masih memberi keselamatan meskipun demikian Nyonya Elena harus bed rest," ujar Dokter.


"Apa Dok? Elena hamil?" Zafran terkejut mendengar penjelasan dari dokter. Dia sama sekali tidak tahu tentang kehamilan istrinya. Padahal mereka baru saja menikah dan Zafran belum pernah menyentuhnya.


"Iya, istri anda hamil. Selamat ya!" jawab Dokter. Wajahnya tampak berseri-seri memberitahu kabar baik itu pada Zafran. Sedangkan laki-laki yang di depannya tampak kebingungan.


"Tidak mungkin Dok, pasti anda salah," sanggah Zafran. Alih-alih mengucapkan terima kasih setelah diberikan kata selamat oleh dokter, dia justru mempertanyakan kehamilan Elena.


"Tuan Zafran, saya memberikan kabar ini sesuai yang saya temukan di lapangan dengan hasil pemeriksaan yang bisa dipertanggungjawabkan," sahut Dokter. Dia tidak tahu menahu tentang masalah Zafran dan Elena. Tapi apa yang dia sampaikan sesuai dengan apa yang ada.


Zafran terdiam sesaat. Bagaimana Elena bisa hamil sedangkan dia belum menyentuhnya dan bahkan mereka baru menikah.


"Bagaimana Elena bisa hamil? Pasti bayi yang dikandungnya bukan anakku," batin Zafran. Dia merasa bayi yang dikandung Elena bukan anaknya. Namun Zafran Belum tahu pasti Siapa ayah dari bayi yang dikandung istrinya.


Setelah itu Zafran pindah ke ruang rawat inap di mana Elena berada. Wanita cantik itu sedang berbaring di atas ranjang. Kondisinya sudah lebih baik daripada tadi. Saat Zafran masuk ke dalam ruangan wanita cantik itu tersenyum padanya. Paling tidak tadi Zafran sudah menolongnya untuk pergi ke rumah sakit dan masuk ke ruang UGD.

__ADS_1


"Elena, kau hamilkan?" ujar Zafran. Tatapan matanya dingin dan tajam ke arah wanita cantik yang sedang berbaring.


"Aku ..." Elena bingung menjawabnya. Apakah Zafran akan marah jika dia harus jujur? Tapi jika dia tidak jujur pun Zafran pasti sudah tahu dari dokter.


"Jawab aku!" bentak Zafran. Laki-laki Itu tampak marah pada wanita yang ada di depannya. Dia merasa ditipu dan dibohongi olehnya.


"Iya aku hamil!" tegas Elena. Mau tak mau dia memberitahu pada Zafran tentang kehamilannya. Percuma saja dia berbohong toh dokter sudah memberitahu Zafran lebih dulu.


"Kau hanya memanfaatkanku kan?" tanya Zafran.


"Memanfaatkanmu? Aku juga baru tahu kalau aku hamil," jawab Elena. Dari pertama nikah dengan Zafran Dia tidak memiliki niat untuk memanfaatkan laki-laki itu. Dia terpaksa menikahi Zafran karena Agam tidak jadi menikahinya.


"Terus kenapa kau tidak bilang padaku? Kau mau menyembunyikan ini sampai bayi ini lahir?" tanya Zafran.


"Tidak, tapi aku belum tahu siapa ayah dari bayi yang ku kandung," jawab Elena. Dia belum tahu ayah dari bayi yang dikandungnya. Apakah Ken atau laki-laki yang pernah tidur dengannya. Elena tidak ingat siapa laki-laki itu. Kondisinya mabuk jadi dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki yang sudah tidur dengannya.


"Maksudmu kau sudah mengobral harga dirimu pada setiap laki-laki?" sahut Zafran. Dia jijik dengan Elena. Ternyata wanita yang dinikahinya itu bukan wanita terhormat seperti Cassandra. Bahkan mengobrol harga dirinya pada siapapun.


"Iya, kau menyesal menikah denganku?" jawab Elena.


"Kalau begitu ceraikan aku!" titah Elena.


Zafran terdiam. Dia tidak bisa menceraikan wanita itu apalagi Elena sedang hamil. entah akan jadi seperti apa jika dia memberitahu semua ini pada kedua orang tuanya. Sudah masalah perusahaan menumpuk ditambah lagi dengan masalah Elena.


"Kenapa? Kau tidak ingin menceraikanku atau kau takut menceraikanku?" tanya Elena.


Zafran terdiam. Dia tidak berani mengambil keputusan apalagi itu akan merugikan dirinya dan banyak pihak. Seperti dulu saat dia tidak bisa memperjuangkan Cassandra pada keluarganya. Zafran tak terlalu takut untuk melangkah. Dia selalu memikirkan posisinya.


"Aku sudah tahu kau laki-laki pengecut. Mana berani melawan orangtuamu," ucap Elena.


Tangan Zafran mengepal. Apa yang dikatakan Elena memang benar. Dia tidak mampu melawan orang tuanya dan menghadapi masalah lainnya.


"Kau tidur dengan siapa saja Elena?" tanya Zafran. Dia ingin tahu siapa yang menghamili istrinya. Bukan untuk minta pertanggungjawaban laki-laki yang menghamilinya tapi dia tidak ingin ada masalah ke depannya.


"Ken dan satu lagi ... aku tidak tahu. Aku mabuk jadi tidak melihat dengan jelas wajah laki-laki itu," jawab Elena.

__ADS_1


"Ken? Temannya Agam?" tanya Zafran.


"Iya, teman dekat Agam. Satu tongkrongan dengannya," jawab Elena.


"Apa mungkin dia ayah bayimu?" tanya Zafran.


"Aku tidak tahu," jawab Elena. Dia tidak bisa memastikan apakah can ayah dari bayi atau bukan.


"Kalau bukan Ken berarti laki-laki itu," sahut Zafran. Hanya ada dua kemungkinan antara Ken atau laki-laki yang tidak jelas diketahui identitasnya.


"Mungkin, aku tidak tahu," jawab Elena.


Zafran menghampiri Elena dan memegang kedua lengannya.


"Kau sama sekali tidak punya malu, tidak merasa bersalah dan berdosa! Sungguh murahan dirimu Elena!" pekik Zafran.


Elena terdiam. Apa yang dikatakan Zafran memang benar. Pergaulan bebas sudah membawanya menjadi wanita murahan yang tidak mengenal arti sebuah kehormatan.


"Bahkan kau tidak tahu ayah dari bayimu. Kau gila Elena!" tambah Zafran. Entah mimpi apa dia harus menikah dengan wanita seperti Elena. Seperti sebuah musibah yang datang secara tiba-tiba dan menghancurkannya.


"Aku memang gila! Aku murahan Zafran!" sahut Elena. Menyesal pun sudah tidak akan kembali. Hanya aib yang akan selalu dia kenang dan menghantui selamanya.


"Kalau bukan karena terpaksa aku sudah menceraikanmu. Wanita murahan sepertimu tidak pantas diperjuangkan apalagi jadi seorang istri!" ucap Zafran.


Elena terdiam. Dia tidak membantah. Semua yang dikatakan Zafran benar. Bahkan jika dia ingat kembali sangat memalukan dan membuatnya merasa bersalah.


Zafran melepaskan kedua tangannya dari lengan Elena. Dia duduk di kursi. Entah akan seperti apa hidupnya ke depan. Perusahaan mengalami masalah dan sekarang dia harus menjadi suami Elena yang sedang mengandung anak orang lain. Zafran mengacak rambutnya seakan bebannya begitu berat.


"Dimana kau bertemu laki-laki asing itu Elena?" tanya Zafran. Dia ingin mengetahui laki-laki yang lain yang pernah tidur dengan Elena.


"Klub Merlber, saat itu tahun baru. Aku mabuk sampai malam dengan teman-temanku. Aku tidak ingat apapun lagi selain aku minum dengan seseorang. Tapi aku tidak memperhatikan seperti apa wajahnya. Dia juga mabuk berat sepertiku," jawab Elena.


Zafran langsung terdiam setelah mendengarkan apa yang dijelaskan Elena padanya.


"Apa dia mengenakan kemeja hitam tanpa garis?" tanya Zafran.

__ADS_1


__ADS_2