Istri Sampah Kini Berlian

Istri Sampah Kini Berlian
Cinta Sejati


__ADS_3

"Aku tidak akan tertarik menyentuhmu. Jangan berpikir macam-macam!" sahut Agam.


"Benarkah? Kau tidak akan menyesal?" tanya Cassandra.


"Tidak, ku pikir aku mau dengan wanita miskin sepertimu?" jawab Agam.


"Ya sudah, nanti aku tidak akan menawarimu lagi kecuali kau minta sendiri," sahut Diandra.


Agam hanya diam. Dia tidak menggubris ucapan Cassandra. Hingga malam tiba Agam hanya diam saat Cassandra tidur di tikar. Sedangkan dia duduk bersandar ke dinding.


"Agam, tidurlah di sampingku! Kita berbagi selimut berdua," ucap Cassandra.


"Aku tidak akan tidur denganmu," sahut Agam.


"Di sini hangat. Kau yakin tidur di situ Agam?" tanya Cassandra.


Agam terdiam. Dia memangku kedua tangannya. Berusaha memejamkan matanya. Sedangkan Cassandra sholawatan sampai menunggu matanya mengantuk.


"Agam!" panggil Cassandra.


Agam merasa pegal-pegal. Mau tak mau dia menghampiri Cassandra dan berbaring di sampingnya.


"Awas saja kau memperk0saku!" ucap Agam.


Cassandra tertawa kecil mendengar Agam berkata seperti itu.


"Kenapa?" tanya Agam.


"Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Kenapa jadi kau?" jawab Cassandra.


Agam terdiam. Dia membelakangi Cassandra.


"Selimutnya berdua ya?" ucap Cassandra.


Agam hanya diam saat Cassandra menyelimuti tubuhnya.


"Apa di sini tidak ada AC?" ucap Agam.


"Kalau ada AC bisa-bisa sebulan penuh kita hanya akan makan angin," jawab Cassandra.


Agam terdiam.


"Paling tidak kasur," celetuk Agam.


"Bukannya begini romantis," sahut Cassandra.


"Romantis gimana? Tidur di atas tikar mana enak?" keluh Agam.


Cassandra tersenyum. Untuk Agam ini hal yang sulit. Dia sudah terbiasa hidup nyaman. Cassandra bisa memahami itu.


"Kau pernah baca novel Cinta Sejati?" tanya Cassandra.


"Pernah, tapi tidak sampai tamat," jawab Agam.


"Sebuah pernikahan itu akan kuat kalau dibangun dari pondasi paling dasar. Seperti sebuah tanaman yang tumbuh dari biji hingga menjadi pohon dan berbuah," sahut Cassandra.


"Maksudnya?" tanya Agam.


"Kita sedang berbagi suka dan duka. Merasakan betapa sulitnya hidup bersama. Dan mengarungi sebuah bahtera rumah tangga. Dari tangga pertama. Tangga paling bawah," jawab Cassandra.

__ADS_1


Agam terdiam memikirkan kata-kata Cassandra.


"Dalam novel Cinta Sejati seorang wanita mendampingi suaminya dari mereka bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa sampai jadi orang yang besar dan sukses," ucap Cassandra.


"Kau akan seperti itu untukku?" tanya Agam.


"Insya Allah. Aku akan ada bersamamu," jawab Cassandra.


Agam tersenyum. Dia tak menyangka Cassandra mau melakukan itu untuknya.


***


Di tempat yang berbeda, keluarga Maheswara sedang makan malam bersama. Hanya ada Renaldi dan Emma. Zafran pergi ke hotel bersama Elena. Mereka akan bulan madu. Ruang makan itu tampak sepi.


"Pa, Agam lagi makan apa sekarang?" tanya Emma.


"Gak tahu Ma," jawab Renaldi.


"Biasanya Agam makan enak. Sekarang Agam jadi orang miskin pasti makan seadanya," sahut Emma.


"Iya Ma, itu sudah menjadi pilihannya," jawab Renaldi.


"Seharusnya Agam tidak menikahi wanita itu Pa," ucap Emma.


Renaldi mengambil gelas berisi air putih lalu meneguknya sampai setengahnya dan meletakkan kembali di atas meja.


"Agam saja yang bodoh. Tinggal tinggalkan wanita itu apa susahnya," sahut Renaldi.


"Dia sudah mencoreng garis keturunan bangsawan kita. Memilih menikahi wanita miskin itu. Padahal sebelumnya Agam menentang keras keinginan adiknya," ucap Emma sambil memotong steak di piringnya.


"Jangan-jangan memang benar, wanita itu sudah membuat Agam ketagihan kehangatannya," sahut Renaldi.


"Mungkin, makanya Agam tergila-gila padanya. Mama tahukan Agam itu belum pernah menyentuh wanita. Meskipun dia dekat dengan Elena," jawab Renaldi.


Emma mengangguk. Putranya menang belum pernah menyentuh wanita mungkin itu kelemahan yang dimanfaatkan Cassandra.


"Kalau gitu aku akan menyuruh keponakan angkatku untuk menggoda Agam. Siapa tahu dengan begitu Agam akan meninggalkan Cassandra," ucap Emma.


"Keponakan angkatmu?" tanya Renaldi.


"Iya, keponakanku yang dulu mau aku jodohkan dengan Agam," jawab Emma.


"Apa bisa berhasil?" tanya Renaldi.


"Kita coba dulu saja. Siapa tahu berhasil. Agam akan kembali pada kita," jawab Emma.


Renaldi hanya terdiam. Dia kembali menikmati steak miliknya.


Sementara itu, Monika dan Khanza tampak senang. Mereka berada di ruang tengah untuk mempersiapkan pernikahan Khanza dan Fahri. Khanza terus menerus berjalan ke sana ke mari mengenakan gaun pengantin miliknya.


"Gimana Bu?" tanya Khanza. Dia berputar-putar dan memperlihatkan gaunnya.


"Cantik. Kau memang cocok jadi pengantin untuk Fahri," jawab Monika.


"Tidak sia-sia menyingkirkan Cassandra. Akhirnya aku bisa mendapatkan semua ini," sahut Khanza.


Monika bangun dan meletakkan berkas di atas meja. Dia merapikan gaun yang dikenakan Khanza lalu mencolek dagu putrinya.


"Kau memang pantas mendapatkan semua ini. Dengan begitu hidup kita tidak akan menderita lagi," ucap Monika.

__ADS_1


"Terus bagaimana kalau bapak tahu Bu?" tanya Khanza.


"Nanti ibu bujuk bapakmu. Dia akan menyetujui pernikahan ini," jawab Monika.


Khanza tersenyum senang.


Ceklek ...


Abdul pulang ke rumahnya. Seharian dia menenangkan diri di rumah kenalannya yang merupakan pemuka agama. Dia benar-benar kecewa dengan apa yang sudah terjadi.


"Assalamu'alaikum," sapa Abdul.


"Wa'alaikumsallam," sahut Monika dan Khanza.


Abdul masuk ke ruangan tengah. Melihat Monika dan Kansa sedang ada di ruangan itu. Abdul menatap tajam Khansa anak tirinya yang mengenakan gaun pengantin. Dia heran kenapa anak tirinya itu mengenakan gaun pengantin yang seharusnya dipakai Cassandra di pernikahannya minggu ini.


"Kenapa kau pakai gaun pengantin milik Cassandra?" tanya Abdul.


"Begini Mas, pernikahan Fahri dan Cassandra kan mau tidak mau batal. Tapi kita sudah terlanjur menyebarkan undangan dan keluarga Fahri sudah membayar gedung, katering dan lainnya. Untuk itu daripada kita semua malu jadi Khanza akan menggantikan Cassandra. Dia akan menikah dengan Fahri," jawab Monika. Dari awal juga Monica tidak setuju dengan pernikahan Cassandra dan Fahri. Dia tidak ingin anak tirinya bahagia sedangkan anaknya tidak.


"Tapi apa Nak Fahri mau? Dia kan dari awal sudah sepakat untuk menikah dengan Cassandra bukan Khanza," sanggah Abdul.


"Duduk dulu Mas! kita bicarakan baik-baik," ucap Monika. Dia harus bisa meyakinkan suaminya untuk menyetujui pernikahan Fahri dan anaknya.


Abdul mengangguk. Dia duduk bersama istrinya. Sedangkan Khanza pergi ke kamarnya untuk melepaskan pakaian pengantinnya.


"Tadi Fahri ke sini. Dia sudah mengetahui apa yang telah dilakukan Cassandra. Dia sangat kecewa dan marah. Untung saja aku berhasil membujuknya. Dia mau menikah dengan Khanza daripada malu karena nama baik keluarganya tercoreng," ucap Monika.


Abdul terdiam memikirkan apa yang dikatakan istrinya. Dia sebenarnya pergi ke rumah temannya untuk meminta masukan. Bagaimana caranya Abdul menghadapi keluarga Fahri. Tapi untungnya istrinya bisa membujuk Fahri untuk berdamai dan menikahi putri tirinya.


"Syukurlah kalau begitu. Tadinya aku sudah bingung bagaimana menghadapi keluarga Fahri. Biar bagaimanapun kita sudah terlanjur janji dan akan menggelar acara ini," sahut Abdul. Dia tidak bisa mencari solusi lain. Menikahkan Fahri dan Khanza adalah satu-satunya cara untuk menjaga nama baik keluarga Fahri. Toh Cassandra tidak mungkin menikah dengan Fahri lagi. Dia sudah memiliki suami.


"Makanya Mas kita harus mendukung Fahri dan Khanza menikah supaya nama baik keluarga kita bisa pulih dan hubungan kita dengan keluarga Fahri baik-baik saja," ucap Monika.


Abdul mengangguk. Untuk sementara ini dia sepakat dengan apa yang dikatakan istrinya.


"Apa Cassandra tadi ke rumah Bu?" tanya Abdul.


"Mana mungkin dia ke rumah Mas. Cassandra pasti malu dengan apa yang terjadi tadi pagi. Mungkin dia sudah pergi bersama suaminya," jawab Monika. Dia tidak memberitahukan apa yang terjadi pada suaminya. Monika tidak ingin suaminya berbelas kasih pada anaknya.


Abdul terdiam. Dia tampak bersedih dan murung. Biar bagaimanapun Cassandra adalah putri kandungnya.


"Aku tidur duluan ya Bu?" ucap Abdul.


"Iya Mas," jawab Monika.


Abdul bangun dan meninggalkan ruang tengah. Dia masuk ke kamarnya Sedangkan Monjka hanya tersenyum licik. Dia senang semuanya berjalan sesuai rencananya.


***


Hotel Antlantis


Zafran duduk di atas ranjang sambil mengerjakan pekerjaannya. Dia mengenakan kacamata hitam dan menatap layar laptopnya. Sedangkan Elena sudah berbaring diranjang membelakanginya. Dia membatasi ranjang dengan guling. Elena tidak menyukai Zafran begitupun sebaliknya. Mereka berdua sama-sama menikah hanya karena terpaksa untuk menyelamatkan nama baik keluarga.


"Kau sudah tidur Elena?" tanya Zafran.


"Kenapa kau tanya seperti itu?" tanya Elena balik.


"Aku menginginkan sesuatu," ucap Zafran.

__ADS_1


Elena terdiam. Zafran menginginkan apa? Tidak mungkinkan dia ingin melakukan malam pertama dengan Elena?


__ADS_2