Istri Titipan

Istri Titipan
Bab 35


__ADS_3

Bayu tidak pernah menyangka kalau boroknya akan ketahuan dengan cepat oleh Najma. Wanita itu kini tengah marah dengannya. Setelah tahu apa yang dialami Bayu, Yuda tersenyum-senyum senang.


Yuda bahagia melihat Bayu yang tengah galau. Kapan lagi bisa melihat Bayu tunduk terhadap seorang perempuan. Secara selama ini perempuan yang mengejar-ngejar Bayu, dan Yuda baru tahu kalau wanita cantik yang dinikahi Bayu ternyata seorang tante-tante wajah awet muda Najma berhasil menipunya.


"Najma aku minta maaf. Aku mohon jangan marah. Lagi pula punya kamu kan banyak, aku hanya minta satu," ucap Bayu dengan polosnya. Najma mengepalkan tangannya semakin kesal mendengar ucapan Bayu.


"Kamu mencuri braku untuk apa Bayu? Kamu pasti gunakan untuk berpikir hal jorok bukan!" Bayu menghela napas pelan, sebagai laki-laki normal mana mungkin ia tidak berpikir jorok melihat tubuh Najma nan molek dan begitu menggoda iman.


Apa lagi kalau malam, Najma hanya memakai gaun tipis menerawang. Sehingga dua bukit kembarnya itu selalu terlihat menantang, sementara Bayu tidak berani menyentuhnya secara langsung.


Bayu menyesal pernah mengabaikan keindahan tubuh wanita itu, dulu ia langsung menikmati sajian utamanya saja tanpa mencicipi keindahan yang lainnya. Jika saja waktu bisa diulang maka Bayu tidak akan menyia-nyiakannya, akan Bayu sosor Najma sampai habis.


Bayu baru ingat, kalau ia pernah sekali menikmati keseluruhan tubuh Najma, waktu itu saat mereka tinggal berduaan di rumah Najma.


"Bukan untuk berpikir jorok, tapi untuk fantasi," ucap Bayu semakin menyebalkan.


"Sama saja Bayu, dasar mesum!" Melihat Najma yang sangat kesal Bayu jadi berpikir untuk menjahili wanita ini sesekali.


“Jelas beda. Kalau mesum itu aku grepe-grepein kamu,” ujar Bayu.


"Kamu jahat Bayu, aku malu tahu tidak."


"Sudah tidak usah malu, lagi pula tubuh polosmu cantik dan awkh!" Bayu menjerit ketika Najma menggigit lengannya.


"Rasakan!" Ucap Najma ketus, ia puas bisa membuat Bayu kesakitan. Bayu meringis menatap lengannya yang merah sehabis digigit Najma, ada racunnya kaya gigitan ular. Kalau gigitan ular bisa mematikan seseorang dengan bisanya, Najma bisa mematikan Bayu dengan cintanya.


*****


Najma akhirnya bernapas lega, setelah Akela tidur siang. Anaknya itu semakin aktif, hingga membuat Najma selalu kerepotan. Najma mengernyit melihat Bayu keluar rumah.


"Bayu apa kamu mau ke kebun? Aku ikut," pinta Najma.


"Jangan, kamu jaga Akela saja,"  ucap Bayu, untuk apa juga wanita itu ikut. Lagi pula nanti pasti wanita itu akan mengeluh, panas, banyak nyamuk atau apalah itu. Wanitakan biasanya cerewet.


"Akela lagi tidur Bayu, ayolah hanya sebentar aku ingin melihat-lihat perkebunanmu." Bayu menghela napas, melihat Najma kini memasang ekspresi merajuk.


"Kamu punya selendang bukan? sekarang ambil selendangmu." Najma mengangguk, ia segera berbalik untuk mengambil selendangnya meski pun Najma tidak tahu untuk apa Bayu menyuruhnya mengambil selendang.


"Tutupi wajahmu pakai itu," ujar Bayu, Najma mengernyit sekarang sedang tidak panas.


"Kenapa harus ditutupi Bayu? lagi pula sekarang cuaca sedang mendung."


"Sudah lakukan saja." Najma dengan cemberut melakukan apa yang diminta Bayu, mereka akhirnya berangkat dengan naik motor meski sebenarnya jarak tempuhnya itu tidak terlalu jauh.


Jalan kaki lima belas menit pun sudah sampai. Bayu hanya tidak mau kaki wanita manja yang ikut dengannya jadi lecet gara-gara tidak terbiasa berjalan jauh.


Mereka akhirnya sampai di kebun, tidak ada hal menarik selain pohon aneka buah-buahan yang berjejer. Mulai dari kelengkeng, Pepaya, jeruk, dan masih banyak lagi.

__ADS_1


"Hanya lima menit disini, setelahnya kamu harus pulang," ucap Bayu, mengagetkan Najma.


"Apa! Tapi aku baru saja menginjakkan kakiku disini Bayu." Najma protes, lima menit yang benar saja.


"Katanya tadi hanya sebentar bukan," ucap Bayu sarkas.


"Iya!" ucap Najma ketus, Bayu sukses membuat ia kesal dua kali. Najma melihat Gilang, ia langsung memanggil adik Bayu yang paling bungsu itu.


"Gilang kamu mau pulang? Bareng dong." Gilang nampak berpikir, ia menatap Bayu. Dari tatapan matanya Bayu mengatakan jangan.


"Mm, iya Kak," kata Gilang, sekali-kali bolehlah ia membuat Bayu kesal.


"Biar aku yang antar," kata Bayu, ia tidak ingin Najma pulang jalan kaki. Najma yang cantik pasti akan menarik perhatian orang-orang.


"Tidak perlu, biar aku jalan kaki saja lagi pula dekat," ucap Najma, ia kini tengah merajuk dengan Bayu.


Najma lalu mengajak Gilang untuk segera pulang, tanpa mempedulikan Bayu. Brondong itu kerjaan Nya hanya membuat ia kesal saja, kalau setiap hari seperti ini bisa naik tekanan darahnya.


"Kamu tadi habis dari mana?" Tanya Najma.


"Aku habis main sama teman Kak, tidak jauh dari situ. Kak aku boleh tanya tidak?"


Najma mengernyit. "Kamu ingin tanya apa?"


"Kakak kenapa mau dengan bang Bayu? Kakak kan cantik sementara bang Bayu tahu sendirilah dia jelek habis itu kalau dia ngomel panjang banget Kak udah kaya rel kereta api." Najma terkekeh pelan, mendengar cara Gilang menilai Bayu.


"Entahlah, Kakak juga tidak tahu kenapa mau dengan Bayu," kata Najma, tentu saja karena dulu ia hanya menuruti apa yang diperintahkan Pram. Sungguh miris.


*****


Najma mengernyit, melihat Ibu Bayu tengah bersama seorang perempuan. Mereka nampak sangat akrab. Najma menebak perempuan itu pasti seumuran dengan Bayu dan Yuda.


"Akela ya ampun. Baru tidur sebentar sudah bangun. Maaf ya Mbak jadi merepotkan,” ujar Najma tak enak hati. Ia mengambil Akela dari Ningsih. Ketika berada dalam dekapannya, Akela meraba-raba dadanya. Jika seperti itu biasanya Akela ingin menyusu.


"Mbak aku ke dalam dulu, sepertinya Akela ingin menyusu. Gilang main sama Dede bayinya nanti ya," ucap Najma.


“Sepertinya Akela memang haus,” ujar Ningsih. Najma mengangguk, ia menatap perempuan asing itu. Menyadari perempuan itu memperhatikannya, Najma memberikan senyum manisnya sebagai bentuk ramah tamah.


"Itu istrinya Bayu? Cantik," ucap perempuan yang tak lain Elsa mantan pacar Bayu, setelah Najma berlalu. Pantas saja Bayu dalam sekejap bisa melupakan dirinya, jika wanita yang dinikahinya secantik itu.


"Sebentar lagi mereka akan bercerai." Elsa cukup terkejut mendengar itu, bercerai padahal anak mereka masih sangat kecil dan membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa?" Tanya Elsa dengan heran.


"Perbedaan usia yang terlalu jauh, status sosial yang tidak setara, dan rasa cinta yang hanya dimiliki oleh satu pihak membuat mereka tidak bisa bersama."


Ada sedikit perasaan senang di hati Elsa, mengetahui Bayu tidak dicintai oleh istrinya. Bolehkan jika ia masih memiliki harapan untuk kembali bersama Bayu.

__ADS_1


Najma yang kini berada di kamar Bayu, menatap fotonya yang ada di dinding kamar Bayu. Foto Akela, bahkan foto mereka bertiga pun juga ada. Najma lalu menatap bayi mungilnya, makhluk yang membuat ia jatuh cinta saat pertama kali mengetahui kehadirannya di rahimnya waktu itu.


"Setelah ini kita akan hidup berdua saja. Mama berjanji akan selalu menyayangimu," ucap Najma, ia hanya seminggu berada disini dan waktu seminggu itu sebentar lagi akan segera berlalu.


*****


Siapa sangka Bayu yang tidak menyukai anak kecil, ternyata sangat sayang dengan anaknya. Bayu dan Najma kini sedang memandikan Akela, merasa ia mendapat perhatian lebih dari kedua orang tuanya Akela begitu ceria. Bayi lucu itu terus berceloteh, ia memukul-mukul air dari dalam bak mandinya.


“Ceria sekali Akela,” komentar Bayu, ia semakin jatuh cinta pada bayi lucu itu.


“Kamu kelihatan sayang banget sama dia,” ujar Najma. Bahkan Najma merasa kasih sayang Bayu terhadap Akela lebih besar darinya.


“Biar bagaimana pun awal mula hubungan kita hingga Akela hadir. Akela ini darah dagingku, mana mungkin aku tidak menyayanginya,” ucap Bayu, menatap tepat manik mata Najma.


Najma menunduk, ia membilas sabun di tubuh Akela. Setelah selesai, Najma membungkus tubuh mungil Akela dengan handuk. Ia membiarkan Bayu yang menggendong Akela.


“Kamu yang pakaikan baju untuk dia ya. Aku lihat Mbak Ningsih tadi ingin memasak aku mau bantu,” ujar Najma. Bayu mengangguk, wajah lelaki itu nampak kecut apa yang bisa dilakukan wanita manja seperti Najma saat di dapur.


*****


Setelah selesai memakaikan baju untuk Akela. Bayu meletakkan bayi lucu itu di tempat tidur, ia segera mengambil gadgetnya untuk melanjutkan kembali permainan gamenya.


Bayu berbaring di sebelah Akela. “Aaaa....!” merasa diabaikan oleh Bayu, Akela berteriak. Mungkin jika ia sudah bisa bicara, bayi mungil itu akan protes pada Papanya.


“Kenapa sayang?” Bayu menatap heran wajah Akela yang nampak cemberut. Bayi mungil itu mengangkat tangannya seolah ingin meraih wajah sang Papa. Mengerti Bayu mendekatkan wajahnya, tangan mungil Akela langsung mengusap sang Papa.


“Kamu bikin Papa gemas!” Bayu menciumi wajah Akela berkali-kali hingga membuat bayi itu tertawa menggemaskan. Dengan adanya Akela, Bayu merasa ia punya mainan yang selalu bisa menghiburnya.


Najma membuka pintu kamar Bayu. Senyumnya merekah melihat Bayu sedang bercanda dengan Akela. Bayu ayah idaman sekali.


“Akela.... waktunya kamu makan!” Akela bertepuk tangan melihat kehadiran Mamanya.


“Bayu kamu yang suapi Akela ya. Biar aku yang pegang dia,” ujar Najma, ia mendudukkan Akela di pangkuannya.


Bayu meski tanpa diminta pun dengan senang hati menyuapi Akela. Bayu senang sekali melihat Akela tidak menolak setiap suapan darinya. Setelah menjadi seorang ayah, Bayu kini mengerti mengapa banyak orang tua rela berkorban segalanya demi anak mereka. Tak lain tak bukan karena cinta dan kasih sayang mereka yang begitu tulus.


"Najma," ucap Bayu pelan, ada sesuatu yang ingin dia sampaikan.


"Kenapa Bayu?"


"Kamu yakin kita akan tetap berpisah?" Bayu menatap lekat wajah wanita itu. Najma tersenyum kecut, ia menatap Akela yang kini duduk di pangkuannya. Hatinya miris membayangkan Akela tak setiap waktu bisa mendapat kasih sayang dan perhatian Bayu sebagai ayah kandungnya.


"Iya, aku tahu kamu pasti kasihan dengan Akela. Aku pun juga begitu, tapi mau bagaimana lagi. Pernikahan ini diteruskan pun percuma, di antara kita tidak ada yang saling mencintai. Jika diteruskan pun ujung-ujungnya juga akan berakhir pada perpisahan, dan itu nantinya pasti akan lebih menyakitkan lebih baik diakhiri sekarang saja."


"Bagaimana jika kukatakan kalau aku mencintaimu." Najma mendengus. Seorang bocah ingusan mencintainya.


"Itu konyol Bayu, waktu seminggu sebentar lagi akan berlalu. Aku sudah memenuhi keinginanmu untuk bertemu dengan orang tuamu, dan kamu harus menepati janjimu untuk menceraikan aku."

__ADS_1


"Aku serius mengatakan kalau aku mencintaimu." Najma menghela napas kasar.


"Kamu tahu apa itu cinta? Kamu masih muda Bayu. Kamu masih terlalu hijau untuk mengenal arti cinta yang sebenarnya." Bayu terdiam, dia memang masih sangat muda. Ia memang masih terlalu hijau mengenai cinta, dan untuk saat ini Bayu sendiri bingung untuk mendeskripsikan perasaannya pada Najma. Bayu hanya tau ia mencintai Najma dan ingin memiliki wanita itu seutuhnya.


__ADS_2