Istri Titipan

Istri Titipan
Bab 41


__ADS_3

Setiap detik yang terlewat dan hari demi hari yang berganti Bayu selalu menghitungnya. Terhitung dua tahun sudah semenjak perpisahannya dengan Najma, Bayu masih tenggelam dalam kesendirian, tiada niat untuk mencari wanita lain meski ada beberapa gadis yang sukarela menawarkan diri untuk diambil menjadi istri.


Bayu hanya berfokus pada pekerjaan dan putri semata wayangnya Akela. Dia masih rutin mengunjungi Akela di kediaman orang tua Najma, secara otomatis Bayu juga sering berjumpa dengan Najma. Dengan bertambahnya usia, wanita itu semakin cantik saja membuat Bayu semakin susah untuk berpaling.


Hari ini Najma lah yang berkunjung ke kediaman Bayu, seperti janjinya dahulu ia tetap membuat Akela dekat dengan keluarga ayah kandungnya. “Papaaa!” Akela berlari menghampiri Bayu, lelaki itu dengan sigap menangkap anaknya.


“Acela kangen Papa.” Bayu tersenyum geli mendengar suara lucu Akela, terlebih anak itu juga belum fasih berbicara.


“Kamu makin berat sekarang.” Bayu menciumi pipi gembul anaknya dengan gemas. Wangi khas balita yang berasal dari tubuh Akela menimbulkan sensasi menenangkan untuk Bayu.


“Ayo masuk Ibuku sudah menunggu dari tadi,” ujar Bayu, Najma mengangguk nampak sungkan mengikuti mantan suaminya itu. Wajah manis Bayu kini sudah memperlihatkan garis-garis kedewasaannya, terlebih Bayu sosok laki-laki yang kebapakan.


“Mbak Ningsih apa kabar?” tanya Najma, kedua wanita berbeda usia itu saling berpelukan.


“Kabar baik Najma. Kenapa baru sekarang kemari?”


“Maaf Mbak. Aku baru punya waktunya sekarang,” ucap Najma, sekarang ia sudah terjun mengurus bisnis milik orang tuanya untungnya Damar sudah sembuh jadi sepupunya itu bisa membantu.


Saat ini pun Najma ke kampungnya Bayu bersama Damar, saking dekatnya mereka Bayu sempat berpikir kalau kedua sepupu itu memiliki hubungan macam-macam.


“Najma kamu masih suka buah nangka, kan? Kebetulan nangka di belakang rumah sudah matang,” ucap Ningsih mengingat saat Najma masih kecil dulu  sangat suka dengan buah nangka yang memiliki aroma harum yang khas.


“Masih Mbak, aku masih suka.” 


“Ya sudah, nanti Mbak minta Bayu untuk mengambilnya,” ucap wanita berparas ayu itu.


*****

__ADS_1


Suasana di pedesaan yang tenang ditambah udara yang sejuk membuat Najma rasanya ingin tinggal berlama-lama di sini, namun sayang besok ia sudah harus pulang dan kembali melakukan rutinitasnya yang membosankan, hiruk-pikuk perkotaan dan kemacetan panjang sering kali membuat frustrasi.


Najma asik memperhatikan Bayu yang sedang menemani Akela main ayunan di bawah pohon, anak itu tak henti-hentinya mengoceh dan tertawa. Akela tumbuh menjadi anak yang ceria dan aktif.


Najma mendelik sinis saat Damar mencolek pahanya. “Mantan suami brondongmu itu tambah menawan aku lihat. Kamu tidak menyesal meninggalkan dia? Kuperhatikan Bayu sepertinya menaruh rasa yang besar untukmu. Cobalah untuk membuka hatimu untuknya, bukankah selama dua tahun ini Pram tidak juga memberi kabar untukmu.”


Najma mendengus, tak dapat dipungkiri Bayu memang tambah menawan seiring dengan kedewasaannya.  “Aku masih ingin menunggu Pram.”


Damar terlihat jengkel, menanti Pram yang tidak jelas dimana rimbanya. Damar sungguh tidak menyukai Pram dengan segala sifatnya, sewaktu pertama kali mengetahui siapa ayah Akela sebenarnya Damar begitu shock ditambah dengan bumbu-bumbu drama yang ada di dalamnya.


“Kamu yakin dia akan kembali?” ucap Damar dengan nada bicara terkesan sinis.


“Kami saling mencintai, seberapa lama pun aku akan tetap menunggunya kembali.”


“Semoga penantianmu yang panjang tidak sia-sia,” ucap Damar, batinnya miris melihat keadaan sepupunya itu, tapi sebenarnya masih miris lagi nasib Damar sendiri. Sampai saat ini pria itu belum juga menemukan pasangan hidupnya, padahal Damar tak hanya tampan tapi juga sudah mapan. Tentu bagi pria seperti itu bukanlah perkara sulit jika mencari pasangan.


*****


“Mau kuberitahu bagaimana caranya agar kamu berhasil mengikat Najma?” ucapan Damar berhasil menarik perhatian Bayu, lelaki itu mengangkat kepalanya menatap Damar.


“Bagaimana caranya?” Damar terkekeh melihat keantusiasan Bayu, ia menepuk-nepuk bahu lelaki muda itu.


“Perkosa Najma sampai hamil dengan begitu dia tidak akan bisa menolakmu, apa lagi kalian sudah ada anak. Sesekali kamu harus menggunakan cara licik untuk mendapatkan apa yang kamu mau,” ucap Damar. Bayu yang semula begitu antusias mendengarkan saran dari Damar berubah lesu mendengar saran gila itu.


“Najma akan sangat membenciku jika sampai melakukan itu.”


“Kamu tidak akan tahu seperti apa ke depannya jika tidak pernah mencoba. Kamu tahu? Bagaimana awal mula hubungan Pram dan Najma. Pram waktu itu memperkosa Najma karena kesal terus-terusan di tolak, awalnya Najma begitu membenci Pram, tapi lihatlah sekarang Najma begitu tergila-gila pada pria yang dulu merenggut kesuciannya dengan paksa.”

__ADS_1


Bayu ternganga mendengar cerita tentang masa lalu Najma dan Pram barusan. “Bahkan saat kejadian itu Najma masih remaja. Najma terpaksa menerima Pram sebagai pacarnya karena diancam oleh si brengsek itu. Bagaimana Bayu kamu tertarik untuk mengikuti cara Pram?”


“Tidak,” sahut Bayu, apa yang dilakukan Pram sungguh licik. Bayu bisa saja mengikuti cara itu, tapi Bayu masih memikirkan anaknya, ia tidak mau jika Akela kelak mengalami hal seperti itu.


*****


“Kak kenapa ya Ayah ninggalin kita?” Pram menatap adiknya yang nampak murung.


“Jangan bahas Ayah lagi. Ayah itu jahat!” Pram menyahut ketus, ia kesal sekali dengan Putri setiap kali membahas ayah mereka yang brengsek itu.


“Aku kangen Ayah. Aku mau ketemu sama Ayah.”


“Kamu lupa kata Ibu, Ayah itu sudah punya istri baru. Sekali lagi kamu membahas Ayah, Kakak tidak mau berteman denganmu lagi,” ujar Pram, kebenciannya pada Seno benar-benar sudah mendarah daging.


Putri tertunduk sedih, Pram tidak tega melihat adiknya seperti itu. Pram mengusap lembut kepala adiknya. “Sudah jangan sedih. Kamu mau es krim? Biar Kakak belikan,” kata Pram, ia pun bangkit dari tempat duduknya mereka sekarang sedang di halte sekolah menunggu sang ibu datang menjemput.


Pram berniat untuk ke minimarket yang ada di seberang jalan, Pram yang dasarnya ceroboh tidak memperhatikan kiri kanannya sebelum menyeberang jalan.


“Kakak awas!” Putri berteriak saat melihat sebuah mobil yang melaju dengan kencang tanpa pikir panjang ia berlari ke arah Pram dan mendorong Kakaknya itu tanpa peduli dengan keselamatannya sendiri.


Pram yang terjatuh saat di dorong adiknya shock melihat tubuh kecill putri yang kini bersimpah darah. “Putri...!” Pram menjerit pilu melihat adik kesayangannya berada diambang kematian.


Mimpi itu datang lagi, disaat ia mencoba berdamai dengan masa lalunya. Pram menghela napas panjang, menyeka keringat di dahinya. Dua tahun belakangan Pram berusaha memperbaiki dirinya, ia juga sudah coba berdamai dengan ayahnya. Sedikit memang sudah ada perubahan, Pram sudah tidak tempramen seperti dulu.


Pram bangkit dari tempat tidur, mengambil foto Najma, wanita yang sangat ia rindukan. Sudah pantaskah ia muncul di hadapan wanita itu kembali? Pram menatap lekat foto Najma, sebenarnya Najma itu memiliki beberapa kemiripan dengan mendiang adiknya dulu.


Mata bulatnya Najma yang jernih persis seperti mata adiknya dulu, mereka juga memiliki sifat yang sangat manja. Itulah yang membuat Pram langsung jatuh hati pada Najma saat pertama kali ia menatap mata bulat nan jernih milik wanita itu.

__ADS_1


“Aku akan menemuimu,” ucap Pram tersenyum memandangi foto Najma.


__ADS_2