
Bayu sedang membantu istrinya menghapus riasan yang ada di wajahnya. Mereka baru saja selesai mengadakan resepsi pernikahan. Bayu begitu bahagia sekali dapat menikahi wanita yang dicintainya. Bayu menghujani wajah cantik istrinya dengan kecupan mesra.
Saat ini malam pengantin mereka, meski ini bukan yang pertama kali mereka melakukannya tetap saja malam ini spesial bagi Bayu.
Bayu menggendong istrinya ke ranjang pengantin mereka, suasana kamar begitu romantis ala kamar pengantin baru pada umumnya. Malam ini ia ingin menyentuh istrinya, wanita yang selama beberapa tahun belakangan ini membuatnya tergila-gila.
"Sudah siap sayang?" Tanya Bayu, istrinya mengangguk mempersilahkan sang suami untuk menyentuhnya.
Bayu begitu bahagia sekali, akhirnya penantiannya selama bertahun-tahun berbuah manis. Ia akhirnya berhasil mendapatkan wanita pujaannya.
*****
Najma menggeliat malas dibalik selimut tebal yang menutup tubuhnya, matanya melirik ke samping tempat tidur yang sudah kosong. Malam pertama yang melelahkan bersama Bayu membuatnya bangun kesiangan.
“Sayang.... kamu sudah bangun?” suara Bayu dengan lembut menyapa Najma.
Najma tersenyum lebar, ia meminta Bayu untuk menghampirinya. Suami brondongnya itu terlihat menawan pagi ini dengan pakaian santainya. “Bagaimana perasaanmu?” Bayu mengernyit mendengar pertanyaan Najma.
“Tentang pernikahan kita,” ujar Najma menjawab kebingungan Bayu.
__ADS_1
“Aku bahagia, tentu saja. Memang ini yang aku impikan dari dulu. Menikahimu dan menjadikanmu milikku seutuhnya.”
“Aku sekarang milikmu Bayu. Tubuhku, hatiku, aku memberikan sepenuhnya untukmu.” Bayu mencari kesungguhan dari ucapan Najma melewati pancaran matanya.
“Jika kamu memang memberikan semuanya untukku, maka aku akan menjaga dan merawatnya dengan baik.” Bayu menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya, ia ingin mengulangi adegan panas mereka tadi malam. Bayu melakukannya bukan semata karena nafsu, tapi karena rasa cintanya yang dalam dan sebelumnya hanya bisa ia pendam. Kini Najma milik Bayu seutuhnya.
“Kamu tidak keberatan kan jika aku memintamu saat ini?” tanya Bayu.
Najma menggeleng. “Aku milikmu Bayu,” Ucapnya dengan tanpa keraguan, ia sudah memutuskan untuk memberikan semuanya untuk Bayu. Tak hanya tubuhnya saja, Najma juga memberikan hatinya untuk Bayu untuk dijaga dan dicintai.
*****
Akela memiliki hobi yang sama dengan Najma ia suka berkebun dan menanam bunga, jadinya Bayu memilih membeli rumah dengan halaman yang luas agar anak dan istrinya bisa sepuas hati menanam bunga favorit mereka.
Bayu mencolek pinggang Najma yang dari tadi asik menanam bibit bunga melati ke dalam sebuah pot. Saking seriusnya, istri cantiknya itu sampai tak sadar kalau putri semata wayang mereka berantakan karena tanah yang dimainkannya.
“Akela lucu ya....” ujar Bayu.
“Jelaslah. Siapa dulu Ibunya. Kecantikannya itu menurun dariku,” ucap Najma. Bayu tersenyum kecil, lelaki itu mengusap dagunya.
__ADS_1
“Kamu tidak kasihan melihat Akela main sendirian seperti itu. Bagaimana kalau kita memberikan adik bayi untuknya.” Najma mendelik sinis, ketika didapatinya seringaian mesum suami brondongnya.
“Akela masih kecil, belum cocok untuk punya adik.”
“Dia sudah tiga tahun. Ayolah sayang, berikan aku seorang anak lagi dari rahimmu.” Najma mendengus, teringat ia dengan permintaan Bagas beberapa hari yang lalu. Ayahnya itu juga ingin, ia segera melahirkan anak kembali. Bagas ingin punya cucu laki-laki katanya.
“Akela, kemarilah sayang....” panggil Bayu, bocah lucu itu tanpa diminta dua kali segera menghampiri ayahnya.
“Akela, kamu mau punya adik tidak?” mata bulat Akela yang merupakan warisan dari Najma nampak menerawang sesuatu, bibir mungilnya nampak mengerucut. Sungguh ekspresi yang menggemaskan.
“Adik bayi?” tanyanya.
“Iya, adik bayi. Kamu mau tidak?” Akela langsung tersenyum lebar, matanya berbinar-binar, dengan riang ia memeluk Bayu.
“Mau Papa. Adik bayi yang lucu,” ucapnya polos. Bayu terkekeh geli, ia menciumi pipi Akela yang bulat.
“Sebentar lagi kamu akan segera memilikinya sayang,” ujar Bayu, matanya melirik ke arah Najma yang nampak kesal melihat kedekatan dirinya dan Akela. Memang Akela lebih lengket dengan Bayu ketimbang Ibunya Najma, hal itu terkadang membuat Najma sebagai Ibu menjadi iri. Namun Najma kembali memaklumi, bukankah anak perempuan memang lebih dekat dengan Ayahnya dan dia pun sendiri begitu.
*****
__ADS_1
Tamat......