Istri Titipan

Istri Titipan
Bab 39


__ADS_3

Najma sedang menemani Akela berjemur, si bayi lucu kesayangannya mulai ceria kembali. Najma tak lupa mengabadikan momen itu, Najma membagikan foto Akela ke grup WhatsApp teman-teman sosialitanya. Mereka memuji kecantikan Akela yang mewarisi dirinya, terutama Jihan sahabatnya itu jadi heboh.


Asik bermedia sosial Najma jadi lupa dengan anaknya. Jika saja Akela tidak menangis ia tidak akan menyadarinya. Najma gelagapan, ia langsung mengendong Akela dan mengusap-usap punggung mungil Akela.


"Maafkan Mama sayang, anak Mama lucu jangan menangis. Kita sekarang masuk ke dalam," ucap Najma, ia rasa Akela sudah cukup berjemur untuk pagi ini.


Untungnya Akela bukan anak bayi yang rewel, jika tidak Najma yang manja mungkin akan stres menghadapi tangisan anaknya. Dibujuk sebentar Akela sudah diam.


Najma terpaku melihat sosok pria yang kini berdiri di depannya, ia tak menyangka jika Pram akan menemuinya secepat ini. Disaat ia masih memerlukan waktu untuk menenangkan diri.


"Mas Pram," ucap Najma pelan, pria itu langsung memeluknya.


"Aku merindukanmu," ucap Pram, ia melepaskan pelukannya. Pram menatap bayi lucu yang digendong Najma.


Waktu Najma meninggalkannya Akela baru berumur seminggu, Pram takjub melihat pertumbuhan Akela sekarang.


"Hei, kamu lucunya mau digendong Papa?" Akela menatap Pram dengan heran karena pria itu nampak asing di matanya. Namun saat Pram mengambil ia dari gendongan Najma Akela tertawa juga.


"Akela lucu ya,” ujar Pram. Najma mengangguk wajah wanita itu nampak pucat tanpa polesan make-up


Pram menebak Najma sekarang pasti mulai sibuk belajar menjadi Ibu yang baik. Saat Pram menyentuh telapak tangan Najma sudah tidak sehalus dulu, ia juga menemukan bekas luka di jari wanita itu. Pasti Najma sekarang sudah mulai menyentuh dapur hal yang diharamkan Pram sewaktu wanita itu menjadi istrinya.


"Kamu sekarang sudah mulai belajar masak?" Tanya Pram, tersirat ke tidak sukaan dari nada bicaranya.


"Iya, aku juga sudah melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci dan menyapu rumah," ucap Najma dengan santainya.


"Kenapa kamu lakukan itu? Kamu punya pelayan yang bisa mengerjakan semuanya. Nanti kamu jadi dekil saat melakukan itu," kata Pram, ia membayangkan Najma yang cantik jadi berantakan saat melakukan pekerjaan rumah.

__ADS_1


"Aku sekarang bebas melakukan apa pun yang aku mau, dan kamu tidak bisa melarangnya." Pram kembali ingin bicara namun mulutnya lebih dulu dipukul oleh tangan mungil Akela bayi itu seolah menyampaikan protesnya melihat Pram yang begitu mengengkang sang Ibu.


Najma tertawa melihat perbuatan Akela barusan. “Itu lihat, Akela sepertinya tidak suka kamu terlalu mengengkangku,” ucap Najma sambil menahan tawa melihat wajah Pram yang nampak masam.


*****


Bayu kini tengah bertatap muka dengan gadis yang sudah disakitinya. Elsa gadis yang dulu membuat ia jatuh cinta dengan kesederhanaan yang dimilikinya. Gadis itu selalu terlihat apa adanya. Wajah gadis itu terlihat polos tanpa adanya riasan serta pakaian mahal yang melekat di tubuhnya seperti wanita yang kini membuat Bayu tergila-gila.


"Maafkan aku," ucap Bayu, merasa bersalah karena sudah membuat Elsa patah hati. Dan Bayu sendiri kini merasakan bagaimana sakitnya patah hati.


"Kita bisa memulai hubungan kita dari awal Bayu," kata Elsa. Bayu menggeleng lemah saat ini ia tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa pun. Ia perlu waktu untuk mengobati luka hatinya.


"Tidak bisa. Lupakan saja aku Elsa, kamu gadis baik aku yakin kamu pasti bisa menemukan laki-laki yang jauh lebih baik dariku. Kamu tahu sendiri statusku sekarang aku duda dengan satu orang anak perempuan."


Bayu kadang merasa miris dengan status baru yang disandangnya, ia masih sangat muda. Tapi dirinya sudah menyandang status duda.


"Aku tidak mungkin lagi bisa mencintaimu Elsa, jadi aku mohon kamu jangan berharap lagi padaku," pinta Bayu dengan sungguh-sungguh.


Elsa menangis. Bayu merasa sangat bersalah membuat seorang gadis terluka karenanya. Bayu memberikan sebuah pelukan hangat untuk Elsa, mungkin ini yang terakhir kali ia memeluk gadis itu.


*****


Endah menemui Pram setelah kejadian dimana Pram mengetahui fakta yang sesungguhnya, Pram terlihat enggan untuk menatap wajah wanita itu lagi.


"Maafkan Ibu Pram," ujar Endah, di wajah wanita itu tersirat rasa bersalah bagaimana pun ia membenci Pram hatinya masih memiliki rasa sayang untuk pria itu. Ia yang merawat Pram dari masih bayi.


"Aku tidak bisa lagi berbuat seperti dulu, aku tidak mau lagi melihat wajahmu. Ibu kandungku meninggal karena aku yang baru saja ia lahirkan kamu ambil darinya," kata Pram.

__ADS_1


"Ibu menyesal melakukan itu semua, maafkan Ibu. Tolong kembalilah menjadi anak Ibu seperti dulu." Mohonnya.


"Tidak. Setelah semua yang sudah kamu lakukan padaku aku tidak bisa kembali seperti dulu, kamu yang sudah menghancurkan hidupku. Bagimu aku hanya boneka, pergilah kamu bukan Ibuku dan aku bukan anakmu. Kita hanya orang asing," ucap Pram dingin.


Pram mampu mengucapkan semuanya, tidak terlihat lagi Pram yang penurut pada Ibunya. Kini yang dilihat Endah dari Pram adalah sesosok pria dingin yang memendam kebencian.


*****


Najma menemui Pram di rumah mereka dulu, ia juga membawa serta anaknya. Akela semenjak di perjalanan tadi sudah mulai mengantuk, ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Najma. Mungkin saat dibaringkan nanti ia akan langsung tidur.


“Mas Pram!” Pram tersenyum lebar melihat siapa yang datang menemuinya.


“Aku pikir kamu tidak jadi kesini,” ujar Pram, ia sudah menunggu Najma datang kesini dari dua jam lalu.


“Tadi aku sempat berdebat dengan Mama. Mama melarang aku membawa Akela, makanya kesini agak telat.” Pram mengernyit melihat mata bulat Akela yang nampak redup.


“Dia sepertinya mengantuk, lebih baik kamu tidurkan ke kamar. Kasihan dia.” Najma mengangguk, ia mengeluarkan kotak bekal dan memberikannya pada Pram.


“Ini masakan aku. Kamu harus mencobanya. Rasanya enak, tenang saja guru masakku seorang chef yang sangat handal,” ucap Najma melihat Pram yang nampak tak yakin dengan masakan yang dibuatnya.


Pram membuka kotak bekal yang diberikan Najma, ia tersenyum melihat isinya. Ayam rica-rica, Pram memang penggemar makanan pedas. Pram mencicipinya sedikit, rasanya lumayanlah untuk orang yang baru bisa memasak seperti Najma.


Pram memutuskan untuk menyusul Najma ke kamar, ia melihat wanita itu tengah tiduran sambil menyusui anaknya. Pram mendekat, ia mengelus kepala Akela, menatap lembut wajah lucu bayi yang sudah membuatnya jatuh hati.


“Bagaimana rasanya setelah punya anak?” Tanya Pram.


“Menyenangkan, aku tidak pernah kesepian lagi.” Senyum di wajah Pram perlahan pudar, ia sedih saat teringat dengan kondisinya. Andai dirinya pria yang berhasil memberikan anak untuk Najma. Namun seperti apa yang dikatakan oleh Bagas waktu itu, jika ia menyesalinya sekarang pun percuma semuanya sudah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2