
Pram mendatangi Bagas ke kantornya, ia ingin menanyakan kabar Najma. Semenjak Najma mengusirnya waktu itu, mereka tidak pernah bertemu lagi. Jangankan bertemu, kabarnya pun tidak diketahui oleh Pram.
Tidak ada akses yang bisa membuatnya bertemu dengan wanita itu, orang tua Najma sepertinya sengaja ingin menjauhkan Najma dari dirinya.
Ketika tiba diruang kerja Bagas memang tidak mengusirnya, pria itu menerima kehadirannya namun keramahan tak nampak di sana. Tentu saja, Pram sudah menyakiti putri kesayangan pria itu.
"Untuk apa lagi kamu datang menemuiku? hubungan keluarga di antara kita sudah berakhir. Kamu bukan lagi menantuku," ucap Bagas, pria itu terlihat enggan menatap Pram saat bicara.
"Aku mencintai putrimu. Aku mohon jangan pisahkan kami," ucap Pram, pria itu nampak putus asa. Semenjak Najma pergi ia jadi malas mengurus dirinya, hingga kini penampilannya terlihat berantakan.
“Najma pergi atas kemauannya sendiri, kamu tidak mencintai putriku. Kalau pun kamu mencintainya, kamu tidak akan mungkin melukainya selama bertahun-tahun. Kamu lebih menuruti apa kata Ibumu, suami macam apa kamu? Dan lagi kamu menyuruhnya untuk menikah dengan lelaki lain, kurasa kamu tidak memiliki perasaan," sindir Bagas, Pram hanya tertunduk malu.
"Meski Najma tidak pernah bercerita padaku, aku tahu kalau dia sangat ingin hamil dan memiliki anak dari rahimnya. Sedangkan aku tidak bisa mewujudkan keinginannya itu, jadi aku menyuruhnya menikah dengan laki-laki lain bukan berarti aku tidak mencintainya." Setiap orang meski pun bersalah, pasti dia akan tetap melakukan pembelaan diri, begitu juga dengan Pram
"Aku juga pernah mengalami seperti apa yang kini kamu rasakan, tapi bedanya waktu itu istriku yang bermasalah. Di awal pernikahan Dokter memvonis kecil kemungkinan kalau istriku bisa hamil." Bagas menceritakan kisah masa lalunya.
"Tapi waktu itu aku tidak pernah berpikir untuk menikah lagi, karena aku sangat mencintai istriku. Aku yakin suatu saat akan ada keajaiban, belasan tahun kami melakukan pengobatan ke sana kemari untuk mendapatkan keturunan. Akhirnya suatu hari kabar gembira menghampiri kami, istriku waktu itu hamil." Ada kebahagiaan terpancar dimata pria tua itu, tentu saja mengingat perjuangan panjang mereka dulu akhirnya memperoleh hasil yang manis.
"Kamu hanya kurang berusaha Pram dan terlalu cepat mengambil keputusan. Dunia medis saat ini sudah sangat canggih, sekarang jika kamu menyesal semuanya sudah terlambat Pram." Bagas berucap dengan nada rendah.
"Aku mencintai Najma, aku mohon padamu jangan tentang hubungan kami." Bagas terlihat menghela napas berat, ia miris melihat keadaan Pram kini.
"Apa selama ini aku pernah menentang hubungan kalian. Jika kamu benar-benar mencintainya bukti apa yang bisa kamu berikan selama ini, tidak ada bukan. Jika Najma jadi berpisah dengan Bayu berarti kamu masih memiliki kesempatan, untuk itu rubahlah dirimu menjadi lebih baik baru kamu bisa bersamanya lagi."
__ADS_1
"Aku berjanji aku merubah diriku untuk menjadi lebih baik, tapi untuk saat ini izinkan aku untuk bertemu dengan Najma sebelum aku menjauh darinya." Pram akhirnya berani mengangkat kepalanya dan menatap Bagas.
"Selagi Najma masih berstatus istri orang kamu tidak boleh menemuinya, sekarang pergilah dan berdoa semoga saja kamu masih memiliki kesempatan," ucap Bagas sarkas. Pram yang tidak punya pilihan akhirnya pulang dengan membawa rasa kecewa.
*****
Bayu membuka laci lemarinya, mengambil sebuah kotak beludru berwarna pink. Di dalamnya ada sebuah perhiasan.
"Untuk Akela, aku mau dia memakainya sampai saat dia dewasa nanti." Najma menerima kotak berisikan kalung dengan liontin bunga teratai yang sedang mekar bahannya terbuat dari emas putih, perhiasan itu memang sengaja Bayu pesan khusus untuk putri kesayangannya.
"Itu memang bukan berlian," kata Bayu, melihat Najma mengamati perhiasan yang ia berikan.
"Tidak apa Bayu, kurasa jika Akela bisa bicara dia pasti akan mengatakan kalau dia menyukai hadiah darimu." Najma tersenyum kecil.
"Kenapa kamu tidak coba beri aku kesempatan?" Najma menghela napas panjang, cinta yang diutarakan Bayu padanya. Najma menganggap itu hanya sekedar rasa kagum.
"Tapi aku bahagia bersamamu dan Akela," ujar Bayu, ia yakin kebahagiaannya bersama Najma dan putrinya Akela.
"Untuk sekarang iya, tapi nanti kamu pasti akan menyesal. Dan aku tidak mau membuatmu menyesal dikemudian hari Bayu, percayalah perasaan yang kamu miliki terhadapku bukan cinta. Aku sadar kalau aku cantik dan sempurna untuk memikat mata para lelaki, dan aku yakin kalau kamu hanya menyukai itu."
Ingatan Bayu terlempar pada saat dimana ia pertama kali bertemu dengan wanita itu. Jujur pada saat itu ia langsung kagum dengan kecantikan yang dimiliki Najma. Bahkan dulu ia sering curi-curi padang mengamati wajah wanita itu, tidak pernah terpikir oleh Bayu sebelumnya jika dikemudian hari dia akan menikah dengan Najma.
Bayu menarik Najma dengan kasar ke dalam pelukannya, ia sungguh kesal dengan wanita ini. Setelah Najma berhasil membuatnya jatuh cinta, perasaannya dihempaskan begitu saja bahkan ia tidak diberi kesempatan untuk membuktikan nya.
__ADS_1
"Bayu lepaskan sesak tahu tidak." Bayu tidak mempedulikan protes dari Najma, karena wanita ini Bayu ingin jadi laki-laki berengsek. Bayu ingin meniduri Najma sekali lagi, menikmati keindahan tubuh wanita itu.
Tapi segera ditepisnya pikiran itu, ia seorang Ayah dan anaknya perempuan. Akhirnya Bayu hanya mengecup kening Najma, hal yang mungkin tidak akan bisa ia lakukan lagi setelah mereka berpisah.
"Hiduplah bersamaku, aku mohon. Aku benar-benar mencintaimu, kita akan membangun keluarga yang bahagia."
"Tidak Bayu, aku tidak akan bisa mencintaimu. Dan selamanya tidak akan pernah bisa."
"Kenapa? Apa aku tidak pantas untuk kamu cintai?" Bayu menatap Najma dengan kecewa.
"Bukan begitu Bayu, kamu pantas dicintai. Tapi aku tidak pantas untukmu, sudahlah jangan membuat semuanya menjadi lebih rumit. Kita berpisah dengan cara baik-baik, kita tetap menjadi orang tua yang baik untuk putri kita meski pun kita tidak bersama."
Najma mendorong Bayu pelan, melepaskan diri dari pelukan laki-laki itu. “Najma aku mohon beri aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku layak menjadi suami serta Ayah yang bertanggung jawab. Aku akan membahagiakanmu dan Akela.”
"Jangan mempersulit perpisahan ini," ucap Najma. perpisahan ini tidaklah sulit jika di antara mereka tidak ada yang memiliki perasaan. Semua ini salahnya, tidak seharusnya ia bersikap baik dengan Bayu jadinya sekarang Bayu menaruh perasaan padanya.
“Apa karena aku tidak sekaya pria yang kamu cintai sehingga kamu tidak mau menerimaku? Jika iya. Aku minta maaf karena bukan berasal dari keluarga kaya raya, tapi jika kamu mau bersamaku. Aku berjanji tidak akan membuat hidupmu dan anak kita kekurangan.” Saking putus asanya, Bayu sampai berlutut di hadapan Najma.
Mendapat perlakuan seperti itu. Najma segera membantu Bayu untuk bangkit , hal seperti ini bukan pertama kali dialaminya. Dulu sebelum menikah dengan Pram juga ada seorang pria yang tergila-gila padanya. Bahkan pria tersebut tak segan melakukan hal nekat, beruntung ia dulu punya Pram sebagai pacar yang selalu bisa melindunginya.
“Bayu. Bukan masalah harta yang membuatku tidak bisa menerimamu, tapi ini masalah hatiku yang tidak bisa membalas rasamu. Aku dan Pram sudah enam belas tahun saling mengenal. Mana mungkin aku bisa melupakannya begitu saja dan dengan sekejap dapat berganti rasa.”
Najma menyentuh wajah Bayu yang nampak tersiksa. Ia sebenarnya tak tega dan merasa sangat bersalah. Tapi mau bagaimana lagi cinta tak bisa dipaksa.
__ADS_1
“Maafkan aku Bayu. Aku mohon mengertilah. Kamu bisa membenciku.” Bibir Bayu nampak bergetar, lelaki muda itu terlihat mengepalkan tangannya.
“Aku tidak bisa membencimu.” Bayu menatap Najma dengan tajam. Bayu yang masih muda memiliki perasaan yang meledak-ledak, rasanya sesak saat mencintai seseorang namun tidak bisa untuk dimiliki.