Its Real Love Jilid 2

Its Real Love Jilid 2
kepergok


__ADS_3

leodra mengemudikan mobil nya tanpa tujuan, ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya


"waktunya makan siang, cari tempat makan aja dulu kali ya?" leodra mengemudi sembari menimbang apakah ia akan makan siang terlebih dahulu atau melanjutkan jalan jalan tanpa tujuan nya


"makan siang dulu aja deh, biar kuat ngadepin hidup" akhir nya leodra memutuskan untuk lebih dulu mengisi perut nya yang sudah berontak untuk segera di isi


leodra menghentikan mobil nya di sebuah restoran ternama di kota itu, setelah nya ia masuk dan mencari tempat untuk dirinya duduk.


saat menemukan kursi yang kosong dan strategis untuk ia duduki, ia pun melangkah mendekati meja itu


saat akan menduduki tempat duduk nya, leodra mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya, suara tangisan seorang perempuan yang sangat ia kenali, ia yakin pendengaran nya tidak mungkin salah


ia pun berbalik untuk membuktikan bahwa apa yang ia dengar benar benar suara orang yang ia kenal, dan...


deg

__ADS_1


pemandangan yang sangat tidak ingin ia lihat terpampang nyata di hadapan nya, terlihat gisel yang sedang menangis, dan andre yang terlihat memeluk nya untuk menenang kan


leodra membeku di tempat nya, tidak ada yang tahu isi hati nya saat ini, di satu sisi ia kecewa karena orang yang akan menikahi nya kurang dari satu minggu lagi kini tengah mendekap perempuan lain di depan matanya, namun disisi lain ia juga merasa bersalah karena ia menjadi penyebab dari tangisan gisel saat ini.


ia mengurungkan niat nya untuk makan di restoran tersebut, saat ia berbalik hendak menuju pintu restoran


"lee" seseorang memanggil nya dengan cukup keras hingga mau tidak mau leodra pun menghentikan langkah nya, dan membuat dua anak manusia yang sedang saling berpelukan itu pun tersadar


"le.. leodra?" gisel segera melepas pelukan andre lalu membalik tubuh nya untuk melihat orang yang yang ia duga adalah leodra, andre pun ikut berbalik mengikuti sang kekasih,


dan benar saja, mereka melihat leodra yang saat ini berdiri menunggu seseorang yang berjalan menghampiri nya.


"mmm.. " leodra bingung harus menjawab apa atas pertanyaan kakak nya tersebut, ia melirik andre dan gisel dengan ekor matanya, keduanya nampak terpaku di tempat duduk mereka


"belum makan siang kan? kita makan siang bertiga aja gimana, ya mas?" kevin melirik istrinya yang nampak meminta persetujuan darinya, di rangkul nya sang istri, menyunggingkan senyum lalu menjawab dengan anggukan

__ADS_1


"kak, aku... "


"setidak nya hargai lah kakak ipar mu" ucap kevin menyela


leodra melihat kakak ipar nya yang terlihat sedang menatap penuh harap padanya, ah ia tidak bisa untuk mengatakan tidak pada kakak ipar nya ini, entah mengapa ia menjadi sosok berbeda jika di hadap kan dengan sonya, sang kakak ipar.


tidak.. tidak.. kali ini ia harus bisa, ia harus tega menolak kakak ipar nya untuk kali ini demi kebaikan nya


"mm kak, aku juga sebenar nya sangat ingin makan bersama dengan kakak ipar ku yang cantik, tapi bunda udah nelpon, minta untuk makan siang di rumah karena bunda udah masak." alasan yang tepat, jika sudah menyangkut kedua orang tua nya ia yakin baik kevin maupun kakak ipar nya tidak akan menghalangi nya untuk pergi


"kalau begitu... "


dret.. dret.. dret


dering ponsel leodra berbunyi tepat waktu, ini adalah kesempatan emas untuk nya melarikan diri

__ADS_1


"ya halo bunda, ia leo pulang sekarang"


huff akhir nya


__ADS_2