
ulasan senyum tidak hentinya terbit dari bibir leodra, harapan yang selama ini ia panjatkan dalam do'a nya akhir nya terkabul, harapan agar suami nya bisa menerima kehadirannya dan menganggap pernikahan ini sebagai keluarga yang seharus nya kini ia rasakan indah nya. kebahagiaan nya bertambah kala ia mendengar penuturan sang suami yang tidak henti nya mengucap kan terima kasih karena dirinya kini tengah mengandung sang buah cinta keduanya.
leodra tidak pernah menyangka bahwa hal yang ia katakan secara spontan ternyata benar benar terjadi, sejujur nya ia berbohong tentang kehamilan nya, ia hanya mengatakan itu semata mata untuk menjaga keutuhan rumah tangga nya, dan ternyata semua itu benar benar terjadi.
"selamat pagi sayang" sapa andre dengan suara serak khas bangun tidur nya
"pagi" jawab leodra tanpa mengalihkan pandangan matanya dari pahatan indah yang maha cipta di wajah suami nya
leodra benar benar mengagumi keindahan itu, hidung mancung, mata berwarna coklat pekat, serta alis yang tebal, benar benar ciptaan yang sempurna menurut leodra
melihat leodra yang hanya terdiam membuat andre berinisiatif untuk merengkuh tubuh kecil itu kedalam prlrukan nya, ia menghujani pucuk kepala itu dengan kecupan sayang yang seolah mengungkap kan betapa ia begitu amat sangat menyayangi bahkan mencintai istri nya itu
"tidur lagi yuk" ajak andre tanpa melepas rengkuhan nya dari tubuh sang istri
__ADS_1
"bang, ini udah pagi tau, abang ngga ke kantor gitu?"
andre berdecak mendengar panggilan istri nya untuk nya, sampai saat ini ia merasa bahwa panggilan abang cukup nyeleneh di telinga nya untuk di ucapkan seorang istri terhadap suami nya
"sayang, mulai sekarang panggil nya mas ya" ucap andre masih dengan rengkuhan erat nya di tubuh sang istri
"kenapa?"
"abang pengen denger kamu manggil mas aja" jawab andre
"kapan?" tanya andre
"tadi abang bilang apa?" tanya leodra balik
__ADS_1
andre tampak berfikir, mengingat ingat apa yang tadi ia katakan pada sang istri, namun otak nya benar benar blank ia tidak mengingat apa yang beberapa menit lalu ia ucapkan
leodra meregang kan pelukan suami nya dari tubuh nya dan memandang wajah itu lekat "abang" leodra menunjuk dada andre "pengen denger kamu manggil mas aja" ucap leodra menirukan gaya bicara andre yang terkesan memohon tadi
andre begitu gemas melihat tingkah sang istri yang begitu menggemas kan di mata nya, ia mengacak rambut sang istri dengan gemas dan kembali menarik sang istri ke dalam pelukan nya
"mulai sekarang panggil mas ya sayang, mas pengen denger" ucap andre kembali memohon
leodra mendorong dada kenyamanan itu, ditatap nya wajah sang suami, ia menyunggingkan senyum penuh kelicikan di hadapan andre
"kita lihat nanti ya mas" ucap nya dengan nada menggoda dan dengan segera beranjak dari tempat tidur, namun belum sempat ia melangkah lebih jauh, ia sudah di tarik oleh andre dan kembali terjerembab di atas kasur
"gadis nakal" andre mengacak acak rambut leodra dan menciumi puncak kepala itu dengan ciuman dalam
__ADS_1
lagi lagi andre menarik leodra kedalam pelukan nya dan menenggelamkan tubuh itu kedalam pelukan nya, hari ini andre benar benar malas beranjak dari kasur nya, kasur ini seolah membelenggu nya untuk terus dan tetap berada di atas nya