
setelah puas bertangis tangisan ria, kini leodra dan andre berada di taman kota atas permintaan leodra.
andre dan leodra duduk di bangku taman dengan saling bersandar, dimana leodra bersandar pada bahu andre dan andre bersandar pada kepala leodra
"lee" panggil andre
"hmm..." leodra menjawab sembari menatap hamparan taman yang begitu luas dihadapan nya
"nanti kalau kita punya anak, kita camping ya, di taman ini aja. kita buat taman ini menjadi saksi kebahagiaan dalam keluarga kita" ucap andre
leodra mengangkat kepala nya dan secara otomatis andre pun menegakkan kepala nya
"a..nak?" leodra mengulang perkataan andre dengan terbata dan dijawab anggukan oleh andre
"suatu saat nanti, belum sekarang, dan aku akan menunggu sampai kamu benar benar siap" andre seolah mengerti dengan keraguan dalam ucapan leodra
leodra terdiam dengan pandangan yang masih fokus menatap andre
"apakah sejauh itu?" pertanyaan yang meluncur dari mulut leodra membuat kerutan di dahi andre
"mm maksud ku..." leodra berusaha menjelaskan apa maksud ucapan nya tadi agar tidak menimbulkan kesalah fahaman dalam hubungan mereka
__ADS_1
sttt
andre meletakkan telunjuk nya di bibir leodra, mengisyaratkan agar tidak perlu menjelaskan perihal ucapan nya
"aku akan menunggu hingga saat nya kamu siap" andre memberikan senyum manis nya lalu menarik leodra untuk masuk kedalam pelukan nya, sementara leodra masih diam dengan segala fikiran yang memenuhi otak nya
"abang serius?" masih berada dalam pelukan andre, leodra menanyakan hal yang sejak tadi berputar dalam otak nya
"tentu saja, setiap orang yang menikah pasti menantikan buah hati, begitupun kita. tapi sesuai janjiku, aku tidak akan memaksakan keinginan mu" jawab andre
"kalau ternyata kita tidak bisa memiliki anak?" andre terdiam entah memikirkan apa, namun leodra mengartikan kediaman andre karena ketidakfahaman nya tentang apa yang ia ucapkan
andre mempererat pelukan nya pada tubuh leodra sembari menghela nafas
"kita hanya di haruskan berdo'a dan berusaha, jika kita sudah berdo'a namun belum di percayakan berarti kita harus berusaha. dan jangan pernah katakan hal yang tidak tidak, kita akan bersama selama nya" ucap andre menenangkan
"tapi kalau ternyata... " lagi lagi perkataan leodra terhenti karena andre menaruh jari telunjuk nya tepat di depan bibir leodra
sttt
andre mengeratkan pelukan nya pada leodra dan kali ini leodra juga membalas pelukan andre tak kalah erat
__ADS_1
saat tengah menikmati hangat nya pelukan satu sama lain, keduanya di kagetkan oleh sebuah bola yang berhenti tepat di depan mereka, keduanya mengurai pelukan lalu saling tatap
andre membungkuk dan mengambil bola tersebut, ia mengamati bola itu lalu melihat sekitar, mungkin saja pemilik nya tengah mencari nya fikir andre, dan benar saja disana terlihat seorang anak laki laki yang kira kira berumur empat tahun tengah berlari menuju kearah nya
anak itu berhenti tepat di depan andre dan leodra yang kini masih setia duduk dibangku taman, tanpa aba aba anak itu merebut bola dari tangan andre
"ini bola asa" ucap nya dengan polos
leodra melihat kearah andre dengan tatapan bingung dan andre hanya mengangkat kedua bahu nya tanda tak tahu
leodra turun dari bangku taman lalu mensejajarkan tinggi badan nya dengan anak itu
"hai kenalin nama aunty leodra" leodra mengulurkan tangan nya sebagai salam perkenalan
anak itu hanya menatap leodra dan andre secara bergantian, tanpa berniat menerima uluran tangan leodra. leodra kembali melirik andre yang masih setia duduk di bangku taman, namun lagi lagi andre hanya mengangkat kedua bahu nya
"kamu nama nya siapa?" tanya leodra masih berusaha ramah
anak itu masih saja diam, hingga suara seseorang membuat leodra, andre serta anak tersebut melihat ke asal suara secara bersamaan, terlihat dua orang dewasa berdiri diujung sana dengan nafas yang tidak teratur
"aksa...
__ADS_1