Its Real Love Jilid 2

Its Real Love Jilid 2
kamu yakin?


__ADS_3

bang kita pulang aja ya, aku udah ga papa lo, aku udah sehat banget ini" tutur leodra, ia masih mencoba bernegosiasi kepada andre agar mengizinkan nya pulang


"kita tetap disini dulu, kita pantau kondisi kamu"


"aku udah sehat bang, kita pulang ya" pinta leodra


"lee"


"bang" leodra menampilkan wajah memelas nya agar andre mau menuruti keinginan nya


hufff


"ya sudah" andre menyerah, ia tidak bisa menghalangi leodra untuk pulang, tapi ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjamin kesehatan leodra mulai sekarang


"makasih bang" cuppp, karena terlalu senang leodra tanpa sadar mencium pipi andre dan tak lupa menunjukkan senyum merekah nya pertanda ia bahagia dengan keputusan andre, namun detik berikut nya ia baru menyadari apa yang baru saja ia perbuat


"aa.. a.. bang, a..ku.. aku... " leodra mencoba menjelaskan apa yang baru saja ia lakukan agar andre tidak salah faham terhadap nya, ia takut jika andre sampai marah karena perbuatan nya tadi


andre tersenyum geli menanggapi leodra, ia tahu bahwa saat ini leodra merasa gugup dan... bersalah mungkin


"aku suami mu, jadi sesuka hatimu mau melakukan apa. mau lebih juga silahkan" goda andre

__ADS_1


"ihh abang" leodra cemberut saat menyadari bahwa andre tengah menggoda nya


"tapi abang nggak marah kan?" tanya nya hati hati


"buat apa?" tanya andre balik


"buat... buat... itu tadi" leodra merasa malu untuk mengatakan hal yang baru saja ia lakukan


"itu apa?" andre seakan sengaja untuk terus menggoda leodra


"itu... emm... yang tadi lo bang" leodra masih berusaha menjelaskan dengan kata isyarat


"iya yang mana?" tanya andre terus berpura pura tidak mengerti


hufff


"oh yang itu" andre mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti


"abang ngga marah?"


"marah? kenapa harus?" tanya andre dengan nada bingung

__ADS_1


"ya.. ya karena aku udah lancang cium pipi abang tadi" jawab leodra "jadi abang beneran ngga marah?" masih mencoba meyakinkan, leodra kembali bertanya


andre memandang lekat wajah cantik leodra, entah mengapa ia merasa bahwa leodra saat ini hanya mencoba untuk bertingkah ceria dihadapan nya, apa yang sebenar nya di sembunyikan leodra? fikiran nya terus bertanya tanya


"bang... bang.. " leodra melambaikan tangan nya di depan wajah andre


"kamu yakin sudah sehat lee?" tanya andre


leodra mengernyit bingung atas pertanyaan andre, apa maksud dari ucapan andre, apa mungkin... tidak, andre tidak mungkin tahu


"lee, please terbuka sama abang" pinta andre memelas


leodra terdiam, andre meminta nya untuk terbuka? apakah ia sanggup? ketakutan leodra hanya satu, ia takut disaat dirinya sudah benar benar menggantungkan harapan nya pada andre, namun akhir nya ia harus kecewa karena ternyata andre tidak bisa memenuhi harapan nya


"lee... "


"mmm bang, gimana kalo kita program kehamilan aja dari sekarang" ahh apa yang leodra ucapkan? tadinya ia hanya berniat mengalihkan pertanyaan andre dari hal yang sangat ia hindari, tapi mengapa kata yang keluar dari mulut nya adalah program kehamilan, ia sedikit merutuki mulut nya sendiri karena asal bicara


andre menghela nafas sedikit lembut untuk mengurangi rasa penasaran yang saat ini sedang menggerogoti jiwa nya, ia menampilkan senyum manis kepada leodra sembari menggenggam tangan nya


"kamu yakin?" tanya andre

__ADS_1


leodra tampak kelabakan dengan pertanyaan andre, apa yang harus ia jawab? tidak ada jawaban yang lebih tepat selain mengiyakan


"i.. iya"


__ADS_2