Its Real Love Jilid 2

Its Real Love Jilid 2
sahabat lama


__ADS_3

disebuah ruangan bernuansa putih yang sangat khas dengan bau obat obatan, terlihat seorang pria paruh baya yang terbaring tak berdaya, dengan banyak nya peralatan medis yang menempel ditubuh nya.


ia melihat langit langit kamar dengan tatapan menerawang, entah apa yang ia fikir kan, hingga suara pintu yang terbuka membuat nya mengalih kan pandangan nya kearah pintu untuk mengetahui siapa gerangan orang yang datang ke ruang perawatan nya


setelah melihat orang yang memasuki ruang perawatan nya, tiba tiba senyum tercetak di bibir nya yang pucat, seorang sahabat lama yang sangat dinanti nanti kan kehadiran nya, kini tengah berdiri dihadapan nya


"bagaimana kabar mu bim?" tanya seseorang yang baru masuk kedalam ruangan itu


"seperti yang kau lihat, aku sangat sehat" jawab laki laki yang di sapa bimo itu dengan senyum tulus nya

__ADS_1


"selalu saja" laki laki itu menggerutu karena tuan bimo yang sekarang masih sama dengan tuan bimo yang ia kenal 20 tahun yang lalu, dan tuan bimo yang mendengar gerutuan sahabat baik nya itu hanya terkekeh


"lalu bagaimana kabar mu sendiri?" tanya tuan bimo


"kau bisa lihat, aku masih sangat bugar di usia ku yang sekarang" jawab nya sombong


"haha kau tidak pernah berubah hans" tuan bimo tertawa dengan renyah nya, seakan saat ini ia sedang dalam kondisi yang sangat baik


"saat ini, aku lebih mengharap kan tetap hidup agar bisa melihat putri ku menikah hans, aku takut tidak bisa lagi menikah kan nya, atau bahkan sekedar untuk melihat putra ku menjabat tangan calon menantu ku untuk menjadi wali dari pernikahan adik nya" ucap tuan bimo lirih "aku sangat takut putri ku bersedih di hari bahagia nya karena aku tidak melihat kebahagiaan nya, aku tidak bisa melihat senyum manis di wajah cantik nya"

__ADS_1


tuan hans yang mendengar kata kata sahabat nya hanya bisa menunduk sedih, ia mengerti kesedihan yang saat ini dialami sahabat baik nya ini, walaupun tuan hans tidak memiliki seorang putri, tapi ia bisa merasakan bagaimana sedih nya seorang ayah saat tidak mampu lagi untuk melihat sang putri tercinta yang menjadikan nya cinta pertama nya bahagia, itu sungguh sakit


"hans jika nanti aku tiada, aku mohon jagalah putri ku, hanya kau orang yang aku percaya untuk menjaga keluarga ku setelah aku tiada" ucap tuan bimo dengan mata yang tampak berkaca kaca menandakan bahwa ia bersungguh sungguh dengan kata kata nya


"aku tidak akan menjaga mereka karena kau pasti akan sembuh bim, kau harus sembuh jika ingin melihat kebahagiaan putri mu" ucap tuan hans


"dokter sudah mendiagnosa bahwa umur ku tidak akan panjang hans, dia mengatakan... " belum sempat tuan bimo menyelesaikan kata kata nya, tuan hans langsung menyela ucapan nya


"sejak kapan kau lebih mempercayai ucapan manusia daripada pencipta Nya? kau adalah laki laki taat agama bim, kau tidak pernah mempercayai diagnosa semacam itu, para dokter itu hanya manusia biasa seperti kita yang di sekolah kan oleh orang tua mereka agar bisa berguna, lalu dari mana kau bisa mempercayai kata kata mereka yang mengatakan bahwa umur mu tidak akan lama lagi? bahkan kita berdua pun bisa menjadi dokter jika kita mau. perbuatan mu ini sudah termasuk perbuatan musyrik bim, kau mempercayai sesuatu selain tuhan" ucap tuan hans memperingati

__ADS_1


tuan bimo yang tersadar akan ucapan nya pun mengucap kan istighfar dalam hati atas kekhilafan nya itu, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap bertahan selama yang ia mampu, selama sisa usia yang dipercayakan tuhan pada nya, ia akan berusaha kuat agar bisa melihat putri nya bahagia


__ADS_2