
leodra mengerjab kan mata nya perlahan, menyesuaikan dengan pencahayaan yang ada di dalam kamar nya saat ini.
dilirik nya orang yang saat ini masih betah berada di alam mimpi nya, senyum tipis tersungging di bibir leodra saat mendapati seseorang yang sangat amat ia cintai berada disamping nya
"good morning" sapa leodra masih dengan senyum indah nya
ia tidak mengharap kan jawaban dari orang disamping nya karena memang saat ini sang suami masih terlelap dalam tidur nya.
leodra bangkit dari ranjang nya dan berjalan ke kamar mandi, setelah selesai mandi ia pun keluar dan mendapati andre sedang duduk dengan bersandar di kepala ranjang
"morning too" ucap andre sesaat setelah leodra keluar dari kamar mandi
rupanya andre sudah bangun sedari tadi, ia mendengar dengan sangat jelas saat leodra menyapa nya dan mengucapkan selamat pagi, tapi rupanya efek tidur terlalu larut membuat nya sulit membuka mata, matanya seperti telah diberi lem perekat sehingga ia sama sekali tidak bisa membuka matanya atau menjawab sapaan leodra
***
__ADS_1
saat ini leodra dan andre sudah berada di meja makan apartemen mereka, untuk memulai sarapan
"mulai kerja hari ini?" tanya andre saat melihat penampilan leodra yang terlihat formal
"iya, soal nya aku ngga enak sama kak bian kalau harus libur lagi, kasian kak bian harus ngurus perusahaan disana, terus harus ngehandle yang disini juga, ditambah harus nurutin ngidam nya kak bella, udah gitu harus nidurin princess alika setiap malam" ujar leodra panjang lebar
"gimana penampilan gue?oke kan?" tanya leodra antusias
bukan sebuah senyum yang leodra dapat, tapi tatapan mata tajam dari sang suami. leodra diam dan mencoba mengingat semua yang ia ucapkan tadi, dan... yaa ia salah mengatakan satu buah kata
"maaf" leodra cengengesan lalu setah nya ia kembali melontar kan pertanyaan kepada andre
"aku suami mu bukan supir ojek online" andre masih berusaha untuk tidak terpancing akan kata kata leodra yang terkesan seperti godaan untuk nya
"padahal aku nganggep nya abang tukang bakso loh" kelakar leodra
__ADS_1
"bang berangkat ya, takut telat" leodra beranjak dari duduk nya, lalu berjalan mendekati andre dan mencium punggung tangan nya, saat melewati kursi yang tadi ia duduki leodra berhenti sejenak, ia melihat andre yang tampak memperhatikan nya
pelan... pelan... happp roti yang tersaji dengan manis diatas piring yang tadi ada dihadapan nya kini berada dalam genggaman, leodra cengengesan sambil berjalan keluar
andre hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan leodra, lagi lagi ia tak menyangka bahwa leodra yang dulu cuek dan acuh kini menjadi begitu manis
setelah kepergian leodra, andre pun beranjak dari duduk nya dan hendak pergi ke kantor.
saat tiba di loby apartemen andre melihat leodra yang masih berada di sana dan tampak mondar mandir di depan mobil nya, andre mendekati leodra lalu berdiri di belakang nya dengan kedua tangan berada dalam saku celana nya
"ada yang bisa saya bantu nona?" andre bertanya seolah ia adalah orang asing
"abang?" leodra sedikit kaget saat menyadari orang yang tadi menyapa nya adalah andre, suami nya.
"kenapa mobil nya? mogok? atau..." andre melihat lihat mobil leodra, lalu pandangan nya jatuh pada ban mobil leodra, yang ternyata kempes
__ADS_1
"ohh kempes, butuh tumpangan?" andre memberi penawaran
"abang ngga telat nanti kalo nganter aku dulu?" tanya leodra memastikan