
"mas pelan pelan ih makan nya" leodra merasa takut sendiri melihat cara makan suami nya, pasal nya suami nya itu makan dengan terburu buru seakan ada yang akan merebut makanan itu jika ia terlambat memakan nya "dedek laper banget ya sayang?" tanya leodra sembari mengelus perut buncit nya
"adek laper di tambah masakan mama nya yang enak, makanya jadi gini" kilah andre
akhir nya leodra hanya pasrah, ia hanya menopang dagu dan melihat suami nya yang makan begitu lahap, bahkan tubuh sang suami yang dulunya begitu indah dengan petakan petakan kecil di area perut nya kini berubah menjadi perut buncit khas bapak bapak, leodra jadi tersenyum sendiri saat membayangkan nya, namun seketika senyuman itu pudar saat selintas bayangan menyedihkan itu datang
*flashback
leodra mengerjapkan mata nya berulang untuk menyesuaikan pencahayaan di ruangan hang nernuansa putih ini, leodra sudah bisa menebak bahwa ia sedang berada di rumah sakit, terbukti dengan bau khas obat obatan yang menusuk indra penciuman nya, hingga kedatangan seorang dokter membuat nya yakin bahwa kini ia benar benar berada di rumah sakit
"nyonya akhir nya anda sudah sadar" ucap dokter itu ramah
dokter tersebut segera mengecek keadaan leodra dengan teliti, hingga akhir nya wajah yang tadi diliputi kebahagiaan karena pasien nya telah sadar kini berubah sendu saat ia sudah memastikan untuk kedua kali nya tentang penyakit yang sebenar nya tengah di derita oleh pasien nya
__ADS_1
"ada apa dok?" tanya leodra setelah lama diam dan mengamati gelagat dokter yang kini menangani nya
"ehem, emm ibu baik baik saja, kondisi tubuh ibu sudah jauh lebih baik dari sebelum nya, namun perlu saya tegas kan disini agar ibu menjaga pola makan, dan jangan terlalu memikirkan hal hal yang memicu terjadi nya stres, karena kesehatan ibu masih harus selalu di pantau" ucap dokter panjang lebar
"maksud dokter?" tanya leodra tak mengerti
dokter tersebut tampak menghela nafas nya sebelum kembali melontarkan pertanyaan kepada leodra
"apakah selama ini ibu tidak pernah merasakan adanya keanehan dalam diri ibu?"
leodra tidak pernah merasa ada sedikitpun keanehan yang ia alami, selain mudah lelah, dan selera nafsu berkurang hingga membuat tubuh nya semakin hari semakin kurus, tapi bukan kah itu semua adalah hal yang wajar, fikir nya
"mmm maaf dokter, saya tidak faham maksud dokter" ucap leodra lagi
__ADS_1
"berdasarkan pemeriksaan, saya memprediksi bahwa ibu menderita kanker hati"
ucapan dokter itu bagai sambaran petir bagi leodra, kanker hati? bagaimana mungkin? ini bagai sebuah lelucon yang sengaja di rancang untuk prank di hari ulang tahun, hahaha ini pasti lelucon
"dokter ternyata pandai membuat lelucon" ucap leodra dengan senyum yang tersungging di bibir pucat nya
dokter yang leodra tahu bernama diana itu tampak menggelengkan kepala nya, ia melirik dua suster yang sejak tadi bersama mereka di ruangan itu, menganggukan kepala nya, dan tak lama kedua perawat itu keluar dari ruang rawat leodra
dokter diana mengambil kursi lalu duduk di sisi brankar yang saat ini di tempati leodra
"kenal kan, saya diana, kakak sepupu dari suami anda, andre prabaswara" ucap nya sembari mengulur kan tangan nya kearah leodra
leodra diam, seolah tak percaya dengan semua ini, ia mengamati wajah dokter diana dengan teliti, hingga ia menemukan satu hal yang membuat nya yakin dengan apa yang di katakan oleh dokter diana bahwa ia adalah sepupu dari andre; suami nya
__ADS_1
"maaf kan saya, saya tidak tahu kalau dokter ternyata kakak sepupu dari suami saya" ucap leodra sungkan "leodra" ucap nya sembari menerima uluran tangan dari dokter diana
"tidak perlu se baku itu, kita ini saudara, jadi bersikap lah selayak nya, anggap aku adalah kakak mu dan kau adalah adik ku, jangan anggap aku sebagai dokter yang harus kau patuhi. sekarang biar aku jelaskan tentang penyakit mu, penyakit ini tidak begitu berbahaya sebab penyakit ini masih bisa di sembuh kan, dan yang harus dan wajib ada adalah, dukungan dari orang orang terdekat, saya akan bantu sebisa saya untuk membantu kesembuhan kamu, dan saya harap kamu tidak segera hamil, karena akan sulit melakukan penyembuahan jika kamu hamil, maka mari bekerja sama*"