
setelah mengantar pulang sang kekasih, kini andre kembali ke rumah utama keluarga prabaswara. keheningan masih melanda ruang keluarga kediaman prabaswara itu, andre menatap kedua orang tuanya yang terlihat ingin menyampaikan sesuatu
"ada yang ingin mama dan papa sampaikan?" setelah sekian lama berada dalam keheningan, akhir nya andre memberanikan diri untuk bertanya
nyonya sania menatap putra nya dengan tatapan ragu, apakah ia harus memberi tahukan rencana perjodohan ini atau tidak, ia takut putra nya terluka jika mengetahui hal ini
"ma?"
"papa sudah merencana kan perjodohan kamu dengan anak sahabat papa" kata kata yang terlontar dari mulut tuan hans membuat dunia andre seakan hancur, apa apaan ini? perjodohan? bukankah baru beberapa jam yang lalu ia memperkenalkan pujaan hatinya pada kedua orang tua nya ini, lalu kenapa harus ada perjodohan?
__ADS_1
"andre sudah ada calon sendiri pa, andre akan menikahi gisel segera" andre berusaha menolak perjodohan itu secara halus
"menikahlah dengan putri sahabat papa, demi papa" tuan hans melihat ke sembarang arah untuk menyembunyikan kesedihan yang saat ini mendera nya, nyonya sania mengusap lengan sang suami, mencoba untuk menenangkan
"tapi pa... " andre kembali mencoba untuk menolak, namun perkataan nya dipotong oleh sang mama
"papa hanya mengupayakan yang terbaik nak" sang nyonya prabaswara mencoba memberi pengertian
"tuan bimo alfano pradipta, pemilik pertambangan batu bara terbesar se-asia, beliau adalah sosok pahlawan dan kakak bagi papa, saat papa di ujung kebangkrutan, beliau rela menghabiskan harta nya hanya untuk membantu papa.
__ADS_1
beliau selalu menuntut papa untuk menjadi seseorang yang berguna, beliau mendidik papa dengan begitu keras, hingga papa bisa bertahan dan mempertahan kan perusahaan keluarga prabaswara hingga saat ini" tuan hans menghentikan cerita nya sejenak, dan melihat ekspresi apa yang di tunjukan sang putra, melihat putra nya yang diam dan menyimak cerita nya, akhir nya tuan hans melanjutkan cerita nya "saat ini beliau hanya menginginkan satu hal untuk papa penuhi sebagai permintaan terakhir dalam hidup nya, yaitu melihat putri nya bahagia dengan menikahkan nya pada putra papa, dan satu satu nya pewaris tunggal prabaswara hanya kamu" tuan hans mencoba menyampaikan dengan selembut mungkin
andre terdiam dengan berbagai hal yang memenuhi otak nya
"permintaan terakhir?"
"ya, beliau mengalami penyakit yang sangat ganas, hingga saat ini penyakit itu sudah mencapai stadium akhir, tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan, bahkan dokter telah mendiagnosa bahwa umur nya tidak akan panjang" tuan hans menyampaikan semuanya, berharap sang putra akhir nya luluh dan mau menerima perjodohan ini
andre masih diam mematung, ia tampak kalut dengan semua ini, jika ia menolak perjodohan ini maka ia akan membuat kecewa kedua orang tua nya dan tuan bimo yang sudah sangat berjasa dalam hidup sang papa. tapi jika ia menerima perjodohan ini maka ia akan menyakiti dua wanita sekaligus, ia akan menyakiti gisel karena memutus kan jalinan kasih yang selama ini mereka bina, dan ia juga akan menyakiti putri dari tuan bimo karena tidak bisa memastikan akan memberikan cinta nya pada sosok wanita tersebut.
__ADS_1
lalu apa yang harus ia lakukan? harus kah ia menerima nya, atau mungkin menolak nya? ia benar benar harus memikirkan ini dengan matang, ia tidak mau salah mengambil langkah yang pada akhir nya menyakiti orang orang yang ia sayangi
"kasih andre waktu pa, ma" hanya kata itu yang mampu andre ucapkan untuk saat ini