
"ba.. bang" leodra memandang wajah suami nya yang nampak berseri seri, ia jadi ragu untuk mengatakan yang sebenar nya bahwa dirinya sebenar nya tidak sedang hamil, tadi ia sengaja melakukan itu hanya agar andre mempertimbangkan keputusan nya untuk berpisah, namun kini ia seakan terjebak dalam permainan nya sendiri
"kenapa? mau makan sesuatu?" tanya andre
leodra menggeleng lalu menghela nafas panjang untuk mempersiapkan diri dan hatinya tentang kemungkinan yang akan terjadi jika ia memberitahukan andre yang sebenar nya tentang kehamilan nya
jika aku mengatakan bahwa aku berbohong hanya agar tidak di ceraikan apakah itu alasan yang logis?
leodra memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi jika ia memberitahukan yang sebenar nya kepada suami nya, tidak! semuanya sudah terlanjur, jika memang masalah ini menjadi semakin rumit nanti nya maka itu menjadi urusan nanti. leodra tidak rela jika sampai perlakuan hangat yang saat ini andre tunjukan berubah menjadi kemarahan jika ia tahu kebenaran nya
"hei" andre melambaikan tangan nya di depan wajah leodra untuk menyadarkan istri nya itu dari lamunan nya "mau makan sesuatu?" tanya andre dan hanya di balas gelengan lemah oleh leodra "kau yakin? kau tidak ingin memakan sesuatu atau mungkin melakukan sesuatu?" tanya andre kembali memastikan, namun leodra menggeleng "tidak ingin mangga muda?" lagi lagi leodra menggeleng "baiklah, sekarang katakan apapun yang ingin kau lakukan" pinta andre
__ADS_1
"tidak ada" jawab leodra setengah bingung, ia merasa ada yang berbeda dari sikap andre kali ini, mengapa suami nya itu menawarkan makanan atau hal hal yang ingin ia lakukan fikir nya atau jangan jangan suami nya menganggap bahwa kini dirinya sedang dalam masa ngidam? leodra mengutuki dirinya yang bodoh dalam bertindak, seharus nya sebelum mengatakan kebohongan tentang kehamilan nya ia harus memikirkan hal yang akan terjadi kedepan nya, ia benar benar tidak menduga bahwa ini akan terjadi
"kau harus makan, setidak nya agar anak kita tidak kelaparan" andre mengusap perut rata leodra dengan sayang, membuat leodra di landa rasa bersalah luar biasa
"bang... " leodra memegang tangan andre yang masih mengusap perut nya, ia sudah bertekad untuk mengatakan yang sebenar nya kepada andre bahwa ia tidak benar benar hamil, ia akan mengatakan kebenaran tentang kebohongan besar yang telah ia buat tidak peduli Jika pada akhir nya andre benar benar mencampakkan nya
"kenapa?" andre menggeser posisi duduk nya hingga kini leodra bersandar di dada bidang nya
jangan buat aku semakin nyaman, please
huh
__ADS_1
leodra menghela nafas berat demi mengurangi rasa sesak yang tiba tiba saja menghinggapi hati nya, jika ia di beri kesempatan oleh tuhan untuk memilih laki laki mana yang akan mendampingi nya hingga akhir hayat, maka ia akan mengatakan bahwa andre lah satu satu nya laki laki yang ia harapkan
"sebenar nya... "
deg.. deg...
dada leodra mendadak berdetak dengan cepat, ia benar benar dilanda ketakutan besar sekarang, ia takut jika kenyamanan ini benar benar harus sirna, sedangkan andre hanya diam dan menantikan apa yang ingin dikatakan istri nya itu
"sebenar nya aku.. aku hanya berbohong tentang..."
"tentang?" tanya andre
__ADS_1
leodra mengangkat kepala nya dari dada bidang andre, menatap mata indah itu dalam, dan mengingat wajah tampan yang membuat nya merasakan cinta untuk pertama kali nya, dan kini ia harus menguatkan hati untuk hal hal yang akan terjadi beberapa menit ke depan
"tentang kehamilan ku, a..aku tidak benar benar sedang hamil"