Its Real Love Jilid 2

Its Real Love Jilid 2
perjodohan part 2


__ADS_3

kini keheningan melanda ruangan itu, ruangan yang semula hanya diisi oleh dua orang laki laki paruh baya itu kini bertambah anggota


sudah ada leodra yang duduk di bibir brangkar yang di tempati sang ayah, ia menunduk memikir kan perkataan sang ayah


perjodohan


satu kata yang menjadi kesimpulan dari kata yang terlontar dari sosok cinta pertama nya itu, leodra masih berperang dengan fikiran nya antara menerima permintaan ayah nya ataukah menolak nya,


ingin sekali rasanya ia menolak permintaan ayah nya itu, tapi ia kembali teringat akan pembicaraan yang sempat ia dengar dari ayah nya bersama om hans tadi, aku takut tidak bisa menyaksikan kebahagiaan putri ku hans, kata itu terus saja berputar putar di kepala leodra, lalu sedetik kemudian ia pun mengangkat wajah nya lalu melihat kesisi brangkar ayah nya, terdapat om hans disana


"lalu bagaimana dengan putra om? leodra tidak mau jika harus mengorbankan kebahagiaan orang lain karena perjodohan ini" leodra mencoba mencari keyakinan dari sahabat ayah nya itu,


jujur ia berharap putra dari om hans sudah memiliki kekasih hingga akhir nya menolak perjodohan ini


"om yakin dia akan menerima nya" om hans menjawab dengan keyakinan penuh

__ADS_1


"jadi bagaimana kak?" tanya sang ayah yang kini meminta keputusan dari putri nya itu


menghela nafas dalam, sebelum akhir nya menganggukan kepala dengan pasrah, leodra berusaha menutupi penolakan hati nya atas perjodohan ini dengan senyuman, bagaimana pun kebahagiaan sang ayah adalah hal utama untuk nya


tuan bimo merasa lega setelah melihat putri nya mengangguk, tadi nya ia fikir akan sangat sulit untuk membujuk putri nya, mengingat betapa keras kepala nya sang istri yang kini menurun pada putri sulung nya ini


*


*


*


selama ini putra mereka banyak menghabiskan waktu diluar, bergelut dengan pekerjaan kantor yang saat ini ia kelola, dan bahkan putra mereka itu sampai menyewa apartemen agar jarak tempuh nya menuju kantor sedikit lebih ringan


"malam ma, pa" sapa seseorang saat memasuki ruang keluarga

__ADS_1


tuan hans dan nyonya sania yang awal nya duduk sembari menonton televisi itu langsung mematikan televisi sambil menoleh kearah si pemberi salam


"malam saya.. ng" jawab nyonya sania dengan sedikit terkejut begitupun dengan sang suami yang tak kalah terkejut nya melihat putra mereka yang datang dan membawa seorang gadis


"ma, pa kenalin ini gisel, pacar andre" ucap andre,


ya, dialah andre prabaswara, putra tunggal dari tuan hans prabaswara dan nyonya sania prabaswara


tuan hans dan nyonya sania masih tampak diam, tanpa menyapa perempuan yang di kenalkan putra mereka sebagai kekasih nya


"ma, mama" panggil andre, ia sedikit merasa tidak enak pada gisel karena kedua orang tua nya seperti tidak mengindah kan kehadiran gisel disana


nyonya sania yang tersadar langsung memasang senyum diwajah nya, meskipun jelas terlihat jika itu hanya sebuah senyum keterpaksaan


"ah iya, gisel perkenalkan saya mama nya andre dan ini papa nya andre, om hans" ucap nyonya sania memperkenalkan dirinya serta suami yang saat ini masih belum bisa mengendalikan mimik wajah nya

__ADS_1


"hai om, tante" gisel agak kikuk, ini bukan pengalaman pertama nya bertemu dengan keluarga pacar, sebelum nya ia juga sudah sering diajak bertemu dengan keluarga pacar nya sebelum ia menjalin kasih dengan andre, hanya saja entah mengapa kali ini ia merasa berbeda, ia melihat raut wajah tak biasa dari kedua orang tua andre, bahkan hingga saat ini pun sang papa dari kekasih nya itu masih tetap diam tanpa mengucap sepatah katapun


"mari mari silahkan duduk" nyonya sania mencoba bersikap biasa


__ADS_2