
di dalam sebuah kamar dengan pencahayaan yang temaram, tampak lah seorang gadis yang duduk dilantai, bersandar pada sisi ranjang nya dengan tatapan kosong.
gadis itu adalah giselle joana manullang, sang kekasih juga sahabat dari andre prabaswara dan leodra andini pradipta
inikah akhir dari segala nya?
lima kata itu selalu berputar putar dalam benak nya, seakan ada alunan musik yang membuat kata kata itu menari dengan bebas di fikiran nya, ia benar benar tidak sanggup untuk melepas andre bahagia dengan orang lain, meskipun orang itu adalah sahabat nya sendiri
ia sudah tahu semua nya, ya se-mu-a-nya, ia tidak bodoh untuk tidak menyadari perubahan sikap andre satu minggu terakhir, andre tidak membalas pesan nya tepat waktu, dan saat ia mengunjungi kantor andre pun, yang ia lihat hanyalah wajah lelah karena banyak nya beban fikiran
hingga akhir nya ia mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kekasih nya itu, dan sebuah kenyataan pahit harus ia terima, perjodohan yang direncana kan dari pihak keluarga andre dan leodra membuat harapan nya pupus. ia menyerah, ia tidak mau bersaing dengan seseorang yang bahkan sudah berkorban untuk nya
ia tahu bahwa leodra mencintai andre sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas, ia tahu itu dengan jelas, tapi ia mencoba untuk egois, ia tidak peduli jika pada kenyataan nya leodra mencintai andre, karena yang ia tahu andre sangat mencintai nya. dan ia yakin, suatu saat nanti leodra akan mendapatkan seseorang yang akan mencintai nya sama besar dengan cinta yang leodra berikan
setelah ia tahu bahwa leodra menjalin kasih dengan kevin, ia merasa senang, ia bisa melihat binar cinta dimata leodra untuk kevin, begitu pun sebalik nya.
tapi ia salah, binar cinta yang ia lihat bukan cinta antara laki laki dan perempuan pada umum nya, tapi rasa saling mencintai antara dua orang yang ternyata memiliki ikatan darah
dunia nya hancur, mau tidak mau ia harus merelakan andre demi kebahagiaan dua orang yang sangat ia sayangi, sudah cukup ia menjadi egois selama ini. kali ini, ia yang akan berkorban
"ini saat nya aku yang berkorban demi kalian" seiring dengan keluarnya ucapan itu dari bibir manis gisel, diikuti air mata yang mengalir dengan deras, seolah ada mata air dalam kelopak mata nya
"halo sayang" gisel menyapa dengan nada seceria mungkin, ia tidak ingin andre tahu bahwa saat ini ia tengah menangis
"kamu kenapa? habis nangis? kenapa?" rentetan pertanyaan yang keluar dari mulut andre membuat gisel kembali menetes kan air mata, tapi sebisa mungkin ia langsung menghapus nya agar andre tidak mengira bahwa ia benar benar menangis
__ADS_1
"aku ngga papa kok, cuma lagi pilek aja, jadi suara nya beda" kilah gisel
setelah itu, baik andre maupun gisel sama sama terdiam cukup lama hingga gisel memberanikan diri untuk memulai pembicaraan
"halo yang, masih disana kan?" gisel mencoba bersikap setenang mungkin, ia mencoba untuk menduga apa yang menjadi penyebab keterdiaman kekasih nya itu
"yang?"
andre bingung harus memulai pembicaraan dari mana untuk mengatakan apa yang menjadi beban fikiran nya ini
"mmm.. besok kita lunch ya" sebuah permintaan yang akan memberikan peluang untuk nya menjelas kan pada gisel akan permasalahan yang saat ini melanda nya
"iya" tanpa fikir panjang, gisel langsung mengiyakan, sekarang yang harus ia siap kan adalah mental nya agar besok ia kuat mendengar apa yang akan andre sampaikan, ia yakin makan siang kali ini bukan lah sebuah makan siang biasa
di dalam sebuah kamar dengan pencahayaan yang temaram, tampak lah seorang gadis yang duduk dilantai, bersandar pada sisi ranjang nya dengan tatapan kosong.
gadis itu adalah giselle joana manullang, sang kekasih juga sahabat dari andre prabaswara dan leodra andini pradipta
inikah akhir dari segala nya?
lima kata itu selalu berputar putar dalam benak nya, seakan ada alunan musik yang membuat kata kata itu menari dengan bebas di fikiran nya, ia benar benar tidak sanggup untuk melepas andre bahagia dengan orang lain, meskipun orang itu adalah sahabat nya sendiri
ia sudah tahu semua nya, ya se-mu-a-nya, ia tidak bodoh untuk tidak menyadari perubahan sikap andre satu minggu terakhir, andre tidak membalas pesan nya tepat waktu, dan saat ia mengunjungi kantor andre pun, yang ia lihat hanyalah wajah lelah karena banyak nya beban fikiran
hingga akhir nya ia mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kekasih nya itu, dan sebuah kenyataan pahit harus ia terima, perjodohan yang direncana kan dari pihak keluarga andre dan leodra membuat harapan nya pupus. ia menyerah, ia tidak mau bersaing dengan seseorang yang bahkan sudah berkorban untuk nya
__ADS_1
ia tahu bahwa leodra mencintai andre sejak mereka duduk di bangku sekolah menengah atas, ia tahu itu dengan jelas, tapi ia mencoba untuk egois, ia tidak peduli jika pada kenyataan nya leodra mencintai andre, karena yang ia tahu andre sangat mencintai nya. dan ia yakin, suatu saat nanti leodra akan mendapatkan seseorang yang akan mencintai nya sama besar dengan cinta yang leodra berikan
setelah ia tahu bahwa leodra menjalin kasih dengan kevin, ia merasa senang, ia bisa melihat binar cinta dimata leodra untuk kevin, begitu pun sebalik nya.
tapi ia salah, binar cinta yang ia lihat bukan cinta antara laki laki dan perempuan pada umum nya, tapi rasa saling mencintai antara dua orang yang ternyata memiliki ikatan darah
dunia nya hancur, mau tidak mau ia harus merelakan andre demi kebahagiaan dua orang yang sangat ia sayangi, sudah cukup ia menjadi egois selama ini. kali ini, ia yang akan berkorban
"ini saat nya aku yang berkorban demi kalian" seiring dengan keluarnya ucapan itu dari bibir manis gisel, diikuti air mata yang mengalir dengan deras, seolah ada mata air dalam kelopak mata nya
"halo sayang" gisel menyapa dengan nada seceria mungkin, ia tidak ingin andre tahu bahwa saat ini ia tengah menangis
"kamu kenapa? habis nangis? kenapa?" rentetan pertanyaan yang keluar dari mulut andre membuat gisel kembali menetes kan air mata, tapi sebisa mungkin ia langsung menghapus nya agar andre tidak mengira bahwa ia benar benar menangis
"aku ngga papa kok, cuma lagi pilek aja, jadi suara nya beda" kilah gisel
setelah itu, baik andre maupun gisel sama sama terdiam cukup lama hingga gisel memberanikan diri untuk memulai pembicaraan
"halo yang, masih disana kan?" gisel mencoba bersikap setenang mungkin, ia mencoba untuk menduga apa yang menjadi penyebab keterdiaman kekasih nya itu
"yang?"
andre bingung harus memulai pembicaraan dari mana untuk mengatakan apa yang menjadi beban fikiran nya ini
"mmm.. besok kita lunch ya" sebuah permintaan yang akan memberikan peluang untuk nya menjelas kan pada gisel akan permasalahan yang saat ini melanda nya
__ADS_1
"iya" tanpa fikir panjang, gisel langsung mengiyakan, sekarang yang harus ia siap kan adalah mental nya agar besok ia kuat mendengar apa yang akan andre sampaikan, ia yakin makan siang kali ini bukan lah sebuah makan siang biasa