Its Real Love Jilid 2

Its Real Love Jilid 2
bangun lah sayang


__ADS_3

andre tidak kuasa menahan tangis nya setelah melihat leodra yang terbujur kaku di hadapan nya, ia seolah kehilangan akal sehat nya, semua menjadi buntu, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan


di dekati nya brankar sang istri dengan mata yang masih tampak berkaca kaca, di genggam nya tangan yang sudah terasa dingin itu lalu di kecup nya dengan begitu dalam, bahkan air mata yang sedari tadi coba ia tahan kini luruh sudah, seharus nya hari ini adalah hari paling membahagia kan untuk nya, penantian nya selama tujuh bulan ini seharus berujung dengan bahagia dengan menyambut datang nya sang buah hati, namun ternyata takdir berkata lain, hari yang seharus nya menjadi hari bahagia kini berubah menjadi duka, istri yang sangat amat ia cintai telah berpulang, meninggalkan dirinya, dan meninggal kan buah cinta mereka untuk selama nya


"maaf kan aku" ucap nya sembari tak henti memberikan kecupan pada wajah sang istri yang sudah memucat

__ADS_1


sekelebat penyesalan kini merasuk hatinya, andai saja tadi pagi tidak ada urusan mendesak yang benar benar memaksa nya pergi, maka ia tidak akan pernah pergi dan meninggal kan sang istri seorang diri, jika saja ia menuruti naluri nya untuk tidak meninggal kan sang istri, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, ia tidak tahu apa sebenar nya yang terjadi karena sepulang dari kantor ia sudah mendapati istri nya yang tergolek lemah di kamar mandi


"mengapa harus secepat ini? aku belum sanggup, aku belum sanggup tanpa mu, aku tidak tahu bagaimana cara menjalani hidup setelah ketiadaan mu, bangun lah sayang, bantu aku melewati ini semua, bantu aku mengurus buah cinta kita, aku membutuhkan mu" andre menangis tersedu di samping leodra


andre mendongak, menatap mata sayu yang memancarkan kesedihan yang sama dengan nya, ia tahu bahwa saat ini ibu mertua nya itu tengah menahan tangis yang ingin meledak.

__ADS_1


tahun lalu ia di tinggal kan oleh suami nya untuk selama nya dan hari ini, ia kembali harus merasakan sakit yang sama karena anak nya di panggil oleh yang kuasa, namun satu hal yang membuat andre bangga dengan ibu mertua nya ini, tidak ada satu tetes air mata pun yang menetes dari mata sayu itu, ibu mertua nya benar benar terlihat bagai karang, namun andre tahu bahwa sosok wanita di depan nya ini tengah menahan kesedihan atas luka yang sangat dalam


"ibu... " andre bangkit dan memeluk ibu hani dengan erat


ibu hani menerima pelukan menantu nya dengan suka cita, ia menatap wajah putri nya yang sudah tampak pucat, tidak ada lagi sisa sisa kehidupan di wajah teduh itu, ia tidak menyangka bahwa takdir akan memberi nya ujian bertubi tubi bahkan di tahun yang sama, beberapa bulan lalu ia mendapat kebahagiaan dengan pernikahan putri nya, namun di hari yang sama ia juga mendapati kenyataan bahwa sang suami tercinta harus pergi dari sisi nya untuk selama nya, dan hari ini kebahagiaan kembali datang dengan membawa seorang cucu untuk nya, namun kabar duka kembali ia terima karena putri sulung nya telah tiada, putri nya telah tiada

__ADS_1


__ADS_2