
ceklek...
pintu kamar terbuka menampakkan leodra yang kini tengah tidur dengan pulas nya, andre berjalan mendekati leodra lalu mencium pucuk kepala sang istri dan tersenyum dengan manis nya, setelah itu andre duduk di samping leodra bersandar di kepala ranjang sembari mengelus rambut leodra
merasa ada yang mengelus rambut nya membuat leodra akhir nya terjaga, dibuka nya mata yang masih mengantuk itu dengan perlahan, dilirik nya andre yang kini memandang nya dengan tatapan yang sulit diartikan, leodra hanya diam dan memperhatikan wajah tampan suami nya itu.
"bang, peluk" pinta leodra dengan merentangkan kedua tangan nya, andre tersenyum lalu ikut berbaring disamping leodra, dengan segera leodra memeluk andre dengan erat
"hey, kenapa?" tanya andre yang nampak bingung dengan kelakuan sang istri, leodra hanya menggelengkan kepala dalam pelukan andre
andre diam dan mengelus rambut leodra dengan sayang, bagaimana pun ia tidak bisa memungkiri bahwa ia menyayangi leodra sama hal nya dengan ia menyayangi gisel, namun tidak untuk cinta karena hingga saat ini hanya gisel yang masih setia mengisi hatinya
sedetik kemudian andre merasakan bahu leodra bergetar yang menandakan bahwa saat ini ia sedang menangis, andre melerai pelukan nya lalu menatap wajah leodra yang kini terlihat sembab
__ADS_1
"kenapa? masih sakit? perlu ke dokter lagi?" andre menanyakan dengan raut wajah cemas yang tidak bisa ia sembunyikan, leodra menggeleng lalu tersenyum dan kembali memeluk andre tak kalah erat dari sebelum nya
andre kembali melerai pelukan nya lalu menghapus sisa air mata yang tampak masih membasahi pipi mulus leodra.
"kenapa? ada apa? jangan bikin abang cemas" tanpa sadar andre memanggil dirinya sendiri dengan sebutan abang seperti yang biasa leodra lakukan
"pengen peluk aja" leodra kembali menampilkan senyum nya agar andre tidak khawatir
"lee" andre masih belum percaya dengan kata kata leodra
"sekarang kan sudah ada suami, sekarang abang mu yang tampan ini yang akan mengganti kan tugas ayah untuk selalu memeluk kamu, jangan kan waktu sakit, ngga sakit aja abang siap buat peluk" andre berucap dengan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda leodra
leodra tersipu dibuat nya, lalu ia menatap wajah andre dengan intens
__ADS_1
"bang..." leodra ragu untuk mengatakan keinginan nya
"hmm kenapa?" andre menaikan kedua alis nya
"pengen peluk lagi boleh ngga?" leodra memasang wajah imut nya untuk meminta izin pada andre, andre tergelak lalu meraih kembali leodra kedalam pelukan nya
"habis di peluk mau gimana lagi?" tanya andre menggoda
leodra merenggangkan sedikit pelukan nya lalu mendongak untuk menatap wajah andre
"nangis lagi boleh" pinta nya dengan mimik wajah yang begitu menggemaskan
"kebiasaan" andre hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan leodra
__ADS_1
andre kembali memeluk leodra dan membiarkan leodra menangis dalam pelukan nya, yang bisa andre lakukan saat ini hanya lah mengelus punggung leodra dan tak henti henti nya memberikan kecupan pada rambut leodra
andre tidak terlalu mengkhawatirkan perihal tangisan leodra, karena ia tahu bahwa menangis adalah salah satu kebiasaan leodra yang cukup unik menurut nya, dan mungkin dengan menangis akan membuat leodra sedikit merasa tenang dan melupakan kerinduan nya akan sosok cinta pertama nya