
andre memasuki ruang rawat leodra, ia berjalan perlahan agar tidak membangunkan leodra yang saat ini sedang tertidur karena pengaruh obat. ia duduk di kursi yang tersedia disisi ranjang leodra lalu mengusap pucuk kepala orang yang ia sayangi itu
dipandang nya wajah leodra yang tampak damai dalam tidur nya, ada seberkas rasa bersalah dalam hati nya karena lagi lagi ia membuat sang istri di rawat di rumah sakit untuk kedua kalinya
"maaf" dicium nya pucuk kepala sang istri
di genggam nya tangan sang istri, sembari sesekali mengecup nya dengan sayang, sementara satu tangan lainnya ia gunakan untuk kembali mengelus pucuk kepala sang istri
kruk... andre meraba perut nya saat mendengar suara dendangan dari cacing cacing yang ada di dalam sana, dilirik nya jam yang melingkar di tangan nya menunjukan pukul 15.08, ia kembali dirundung rasa bersalah saat sadar bahwa ia telah membiarkan sang istri kelaparan seharian ini.
leodra membuka matanya perlahan, hamparan dinding dengan cat putih itu membuat nya sadar bahwa ini adalah ruangan rumah sakit, dilirik nya ke sisi kanan, disana terlihat sang suami yang tampak menunduk sehingga tidak menyadari kesadaran nya
"bang" leodra memanggil andre dengan lirih karena tenggorokan nya terasa kering
__ADS_1
"sayang, kamu sudah sadar?" tanpa sadar andre memanggil leodra dengan panggilan sayang, ia segera berdiri dari duduk nya saat melihat sang istri membuka mata
"minum" pinta leodra
andre segera mengambil gelas minum yang tersedia diatas nakas di samping brankar leodra, dibantu nya istri nya itu untuk duduk, ia memasangkan bantal di belakang leodra agar sang istri merasa nyaman.
leodra mengambil gelas minum yang ada ditangan sang suami lalu meminum nya sembari memandang wajah sang suami yang tampak begitu khawatir
"udah" leodra menyerahkan gelas itu kepada andre, dengan segera andre meraih nya dan menaruh nya kembali diatas nakas
andre menyuapi leodra dengan telaten, sesekali ia mengusap bibir leodra yang nampak ada sisa makanan setelah ia menyuapi nya, leodra hanya tersenyum mendapati perlakuan hangat dari suami nya
setelah selesai menyuapi sang istri, andre kembali duduk di kursi nya semula, dipandang nya wajah leodra yang tidak pernah berhenti tersenyum sejak ia sadar beberapa menit yang lalu, andre merasa mendapatkan sesuatu yang baru dari diri leodra, sosok yang begitu manis dan penurut
__ADS_1
"maaf" kembali kata maaf meluncur dengan bebas nya dari mulut andre, dan lagi lagi leodra hanya tersenyum
"abang masih cinta sama dia?" tanya leodra tanpa memperdulikan kata maaf yang keluar dari bibir andre, namun ia masih sangat berusaha untuk menampilkan senyum indah nya
andre memandang wajah pucat leodra dalam kebisuan, leodra yang melihat keterdiaman andre menjadi mengerti bahwa memang masih ada cinta dihati sang suami untuk sahabat nya itu
"sebelum gisel menikah masih ada kesempatan kok bang, abang kejar lagi aja, abang perjuangin cinta abang, aku... "
sttt
andre menggelengkan kepala nya mengisyaratkan agar leodra tidak melanjutkan ucapan nya
"jangan katakan lagi" andre beralih memeluk leodra dengan erat, kedua nya saling berpelukan dengan di iringi tangis dari keduanya, yaa andre menangis hanya karena seorang wanita yang kini menjadi istri nya
__ADS_1
"aku mencintaimu...