
"hati hati" andre kembali memberi peringatan pada leodra saat akan menaikan nya ke kursi roda
ya, andre meminta perawat agar membawakan kursi roda untuk leodra karena takut terjadi apa apa pada leodra jika ia berjalan sendiri
leodra hanya tersenyum sedari tadi, ia tidak membalas setiap kata yang keluar dari mulut andre karena ia terlalu senang mendapat kan perlakuan istimewa dari laki laki yang paling dicintai nya itu
setelah berhasil mendudukan leodra ke kursi roda, andre mencoba melihat wajah leodra dengan berjongkok di depan nya
"ada yang sakit?" tanya andre selembut mungkin
jelas saja pertanyaan andre tersebut membuat leodra tertawa terbahak bahak, bagaimana mungkin andre menanyakan perihal rasa sakit sementara ia bisa melihat dengan mata kepala nya sendiri kalau saat ini dirinya tengah tersenyum
__ADS_1
"lee" andre masih dalam mode serius, ia tidak terpengaruh dengan leodra yang terlihat tertawa bahagia.
cukup lama ia mengenal leodra tapi banyak sekali hal yang tidak ia ketahui tentang sahabat berstatus istri nya ini, ia hanya takut jika saat ini leodra hanya menyembunyikan sebuah rasa sakit dengan tawa bahagia nya.
leodra menghentikan tawa nya lalu mengusap sudut mata nya yang nampak berkaca kaca karena terlalu banyak tertawa
"lee" kembali andre dilanda kecemasan saat melihat leodra menghapus air di sudut matanya
"aku tidak apa apa, sungguh" leodra mengangkat kedua jari tengah dan telunjuk nya untuk meyakin kan andre bahwa dirinya baik baik saja
"kau yakin?" andre masih berusaha mengorek dan membuat leodra berkata jujur tentang kondisi nya
__ADS_1
leodra menatap andre dengan serius, lalu mengangguk, tidak ada senyuman disana, hanya ada tatapan serius yang benar benar bisa mewakilkan keseriusan leodra akan ucapan nya
melihat itu andre bisa bernafas lega, setidak nya ia bisa memastikan bahwa leodra benar benar baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan
"baiklah, sekarang kita pulang" andre segera berpindah posisi ke belakang leodra lalu mendorong kursi roda yang leodra duduki
"dimana mama?" tanya leodra saat keluar dari ruang perawatan, ia fikir mama mertua nya berada di luar karena ingin memberikan waktu berdua untuk dirinya dan andre, tapi ternyata dugaan nya salah, ia tidak melihat mama mertua nya disana
"mama sudah pulang, lagi pula untuk apalagi menanyakan mama? bukan kah sudah ada suami mu disini?" andre mengedipkan matanya untuk menggoda leodra
leodra tersenyum dengan perlakuan andre, ia merasa benar benar di istimewakan kali ini, bolehkah ia merasa berbangga hati dan mengatakan bahwa andre kini mencintai nya?
__ADS_1
leodra kembali tersenyum saat membayangkan itu, saat yang ia nanti nanti kan sejak lama akhir nya tiba, saat dimana ia bisa bersama andre tanpa adanya gisel, bahkan kali ini apa yang tuhan berikan jauh lebih indah dari apa yang ia khayalkan.
dulu leodra pernah berkhayal agar suatu saat nanti ia bisa memiliki waktu berdua dengan andre untuk sekedar makan siang atau apapun itu, tidak perlu lama, leodra hanya meminta 1 menit saja untuk bersama andre, namun ia juga berharap agar disaat yang sama, waktu juga ikut berhenti dan menyaksikan waktu bersama nya bersama andre, dan kini semua itu terbayar sudah, bahkan tuhan memberikan bonus berlipat dari apa yang ia inginkan