
leodra masih belum percaya dengan semua ini, secepat inikah?
ini adalah momen yang dinanti nanti kan leodra, moment dimana andre mengatakan niat nya untuk menjalani hubungan dengan serius, tanpa ada embel embel karena perjodohan
"lo serius?" andre mengangguk, menandakan ia benar benar serius atas pernyataan nya "lalu gisel" tanya leodra lirih, hingga saat ini ia masih belum mendapat kan jawaban yang pasti tentang hubungan andre dan gisel, walaupun mungkin mereka memang masih berhubungan setidak nya mereka masih bisa menghargai pernikahan ini. dan untuk saat ini leodra tidak terlalu mempermasalah kan itu
"aku dan gisel sudah berakhir" andre menatap leodra dalam, seakan ia ingin memperlihatkan keseriusan dalam ucapan yang baru saja ia ucapkan
"karena gue?" leodra masih ingin memastikan semua nya lebih dalam lagi
andre mengangguk namun juga menggeleng secara bersamaan
"demi kedua orang tua kita, dan yang kamu lihat di restoran waktu itu tidak seperti apa yang kamu bayangkan, aku dan gisel hanya bertemu untuk makan siang dan mengakhiri hubungan kami" leodra masih menatap tak percaya, apakah benar yang ia dengar ini fikir nya "kamu bebas mau percaya atau tidak, tapi itulah kenyataan nya." ujar andre lagi
__ADS_1
"gue percaya" leodra mengangguk dan memancar kan senyum nya yang seolah mewakili kata percaya yang begitu besar tentang apa yang andre ucapkan
"kalau gitu kita perbaiki semua nya, mulai dari kata 'lo dan gue'" ucap andre
"ak.. u mau makan, gitu? " ucap leodra setengah kaku
andre tersenyum dan mengangguk
"itu lebih baik. tapi lebih baik lagi kalau ditambah kata kata sayang diujung kalimat nya"
"iya sayang, kalau tidak panggil aku hubby, sweety, suamiku atau ada panggilan lain? terserah kamu asalkan terdengar romantis" leodra sedikit tersipu dengan perkataan andre, apakah ia benar benar harus memanggil dengan panggilan panggilan aneh itu fikir nya "gimana? pilih yang mana? hubby, suamiku? atau... " belum selesai kata kata yang akan ia ucapkan, leodra sudah lebih dulu menyela
"abang" ucap leodra dengan senyuman yang terkesan mengejek bagi andre
__ADS_1
"abang?" tanya andre, leodra tampak mengangguk anggukan kepala nya dengan wajah yang dibuat menggemaskan
"suamiku saja itu yang paling ringan dan tidak terkesan norak" andre masih mencoba bernegosiasi, ia jelas menolak di panggil abang, entah mengapa fikiran andre selalu mengarah kepada para tukang ojek jika di panggil abang
"nggak, gu... eh aku udah putusin buat manggil kamu abang, abang.. abang.. abang.." leodra mengatakan abang dengan nada mengejek
andre mendengus mendengar leodra memanggil nya abang, entah mengapa ia menjadi geli sendiri dengan panggilan itu
"tidur, udah malem nanti cegukan lagi" ucap andre
"emang gue anak kecil?" ujar leodra, andre melotot dan memasang wajah tak bersahabat karena lagi dan lagi leodra mengatakan kata gue. dan leodra baru menyadari apa yang baru saja ia katakan
"ah.. iya iya, aku bukan anak kecil abang, nama ku leodra, aku adalah istri mu" leodra menaik turun kan alis nya menggoda andre, dan andre pun hanya bisa geleng geleng kepala menanggapi kelakuan leodra
__ADS_1
malam ini entah mengapa andre merasa begitu bahagia karena kini leodra sudah kembali menjadi seorang gadis yang ceria, bukan lagi gadis acuh yang ia kenal selama ini. bahkan keceriaan leodra malam ini berkali kali lipat dari keceriaan leodra 6 tahun yang lalu saat mereka masih duduk di bangku sma