
hoek.. hoek...
leodra membasuh mulut nya setelah puas memuntah kan seluruh isi perut nya, ia berjalan kembali ke ranjang dibantu oleh sang suami yang sejak tadi setia menemani nya
"sayang, kamu tidur lagi aja ya, kamu pucet banget" andre merebahkan leodra dengan hati hati ke atas ranjang dan kembali menyelimuti sang istri
"mas ngga ke kantor?" tanya leodra
"mas ngga bisa meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini, lagi pula sudah ada mark yang mengurus semuanya, kamu tenang aja" andre merebahkan tubuh nya di samping sang istri dan menarik istri nya itu untuk masuk kedalam pelukan nya "tdur lagi ya" andre mengusap usap punggung leodra agar sang istri merasa nyaman, lalu ia beralih ke perut sang istri dan mengusap nya dengan begitu lembut "anak daddy jangan nakal ya sayang, kasian mommy" ucap nya sembari mengecup puncak kepala sang istri dengan sayang
sedangkan leodra hanya diam dan tetap pada posisi ternyaman nya, ia menikmati sentuhan yang andre berikan pada perut nya karena itu membuat nya merasa bahwa kehadiran nya dan anak anak nya benar benar di terima
"mas jangan kemana mana ya" leodra mengerat kan pelukan nya kepada sang suami hingga akhir nya ia benar benar terlelap di pelukan hangat suami nya itu, sedangkan andre terus mengusap perut dan punggung istri nya bergantian hingga leodra benar benar terlelap dalam dekapan nya
__ADS_1
*
*
*
tujuh bulan terasa berlalu begitu cepat bagi leodra karena selama itu pula sang suami selalu setia menemani nya, andre benar benar menjadi suami siaga di masa kehamilan istri nya, ia benar benar tidak ingin terlewat satu moment pun bersama leodra, bahkan selama kurun waktu tiga bulan sejak leodra di nyatakan positif hamil, andre tidak pernah mengurus perusahaan nya
ceklek
leodra berdiri di pintu dengan senyum nya yang selalu meneduhkan, namun bukan itu yang menjadi alasan keterpanaan andre, melainkan penampilan sang istri yang kini tampak berbeda dan terlihat lebih cantik dengan hijab yang kini ia kenakan
"selamat pagi mas" leodra berjalan perlahan menuju ranjang dan duduk di sisi andre yang masih terpaku
__ADS_1
melihat sang suami yang hanya diam membuat leodra berinisiatif mengambil air putih yang ada di atas nakas dan membantu suami nya untuk minum
setelah meletak kan kembali gelas minum itu di atas nakas, leodra melihat suami nya masih dengan wajah yang tidak terbaca. leodra faham dengan apa yang membuat suami nya terdiam
"mas, kenapa? aaku keliatan aneh ya?" leodra meraba jilbab yang ia kenakan
"nggak kok sayang, mas cuma ngga nyangka aja kalau ternyata akan secepat ini, mas fikir semalam kamu hanya main main dengan izin untuk berhijab" jawab andre
kopi
"bukan kah hal baik memang seharusnya di segera kan? dan aku ngga mau terus terusan memperlihatkan apa yang tidak seharus nya aku perlihatkan di hadapan orang lain selain suami ku, gimana so sweet kan aku" leodra tersenyum sembari mengedipkan mata nya membuat andre tertawa dengan tingkah genit sang istri
kini andre beralih pada perut leodra yang sudah membuncit sempurna walaupun saat ini tidak begitu terlihat karena terhalang oleh baju syar'i sang istri
__ADS_1
"anak daddy sehat sehat ya nak, dua bulan lagi kita ketemu" andre mengecup perut sang istri begitu dalam
"siap daddy"