
"aku mencintaimu"
leodra terpaku dalam pelukan andre, didorong nya dada sang suami untuk melihat wajah tampan nya.
leodra menatap intens wajah andre untuk mencari sebuah kebohongan yang mungkin terpancar dari matanya namun nihil, ia tidak melihat sedikitpun kebohongan dari sorot mata andre
"kamu serius?" tanya nya tak percaya
andre merenggangkan pelukan nya agar bisa melihat wajah cantik sang istri, di tangkupnya kedua pipi leodra lalu dihadapkan kearah nya
"aku mencintai mu leodra andini pradipta" jelas sudah, andre menyatakan cinta nya dengan begitu tulus, leodra bisa melihat itu
leodra tersenyum masih memandang wajah andre
"aku juga mencintaimu, suamiku" ucap nya tersipu
andre begitu gemas memandang wajah leodra yang memerah karena malu, di kecup nya kening sang istri lalu kembali ia bawa dalam pelukan nya.
__ADS_1
leodra begitu bahagia saat ini, kebahagiaan yang tidak bisa ia ungkapkan, harapan nya untuk mendapatkan cinta dari orang yang ia cinta kini terwujud, hal yang selama ini ia idam idam kan akhir nya menjadi nyata, tidak hentinya ia tersenyum sembari menikmati hangat nya pelukan sang suami
"lee, kamu sudah sadar?" suara seseorang yang sangat leodra kenali membuat nya terpaku
"lee" kembali orang tersebut memanggil nama leodra
leodra melihat kearah samping brankar yang ia tempati, terlihat wajah khawatir seseorang yang membuat leodra diam, keasyikan melamun membuat nya lupa bahwa saat ini ada orang disamping nya, dan orang tersebut adalah orang yang sama seperti dalam imajinasi nya;andre
"ba.. bang" leodra memberikan senyum manis untuk menutupi kegugupan nya
leodra menggeleng, kemudian dilihat nya andre mengambil mangkuk bubur yang ada diatas nakas, persis seperti yang ada dalam khayalan nya
"makan dulu ya, kata dokter perut kamu belum isi apa apa" andre menyendokkan bubur itu dan mengarahkannya ke mulut leodra, leodra menerima suapan itu dengan senyum tak henti hentinya terbit dari bibir indah nya
"bang, cukup" leodra menolak saat andre kembali menyuapi nya
"kenapa? ngga enak?" tanya andre, dan dijawab gelengan kepala oleh leodra
__ADS_1
"aku udah kenyang" leodra mengelus perut rata nya untuk meyakinkan andre bahwa dirinya benar benar kenyang
andre meletakkan mangkuk bubur di tempat semula, ia beralih mengambil segelas air putih yang juga berada diatas nakas, lalu membantu sang istri untuk meminum nya, leodra pun dengan senang hati menerima kebaikan sang suami
"maaf" leodra bisa melihat bahwa andre mengatakan dengan penuh sesal, ia juga bisa merasakan betapa besar penyesalan yang melanda sang suami saat ini
"abang masih cinta sama dia?" leodra ingin mengetahui reaksi andre jika ditanya tentang hal yang sama seperti dalam khayalan nya. namun tidak, jika andre yang ada dalam khayalan nya langsung mengerti dengan arah pembicaraan ini, maka berbeda hal dengan andre yang sekarang berada di hadapan nya
"gisel, abang masih cinta sama dia?" leodra mencoba untuk memperjelas
leodra begitu berharap jika apa yang ia harapkan akan terkabul hari ini, ia berharap agar andre mengatakan tidak untuk mencintai gisel, dan ya untuk mencintai nya, sama hal nya dengan khayalan yang tadi sempat terlintas dalam benak leodra
andre nampak diam di tempat nya, dipandang nya wajah sang istri, lalu tangan nya terulur untuk menggenggam tangan kecil milik istri nya
"maaf, hingga saat ini perasaan itu masih ada, tapi aku berjanji, aku akan menjadi suami terbaik untuk mu, termasuk dalam mencintaimu sebagai istriku" andre berucap dengan penuh keyakinan
meskipun ada sedikit rasa sesak dihati leodra saat mendengar pengakuan andre bahwa ia masih mencintai gisel, namun juga ada harapan dalam hati nya karena suami yang ia cintai mengatakan janji untuk belajar mencintai nya, itu sudah cukup untuk leodra jadikan pegangan
__ADS_1