Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 12 Cincin Kawin


__ADS_3

Suasana mall yang penuh sesak karena banyaknya pengunjung, membuat Juki mau tidak mau menggenggam tangan Shelo. Apalagi, saat kedatangan boy band tanah air, membuat banyak gadis berebut ingin menjabat laki-laki yang berparas tampan itu. Tidak terkecuali Shelo yang langsung ingin berlari mendekat ke arah panggung kecil yang ada di tengah-tengah mall.


"Juki lepas! Aku mau minta tanda tangan dia dulu," suruh Shelo dengan berusaha melepaskan genggaman suaminya.


"Tidak bisa! Lihat, kita sudah terpisah dari mama dan papa! Kita ke sini untuk mengantar Mama belanja bukan untuk menonton pertunjukan band itu."


"Ya elah Juki! Mumpung aku ketemu mereka. Lihat itu Steven memanggil aku agar segera mendekat ke arahnya." Shelo heboh sendiri saat melihat idolanya sedang bernyanyi seraya melambaikan tangannya.


"Katro! Dia sedang menyanyi sambil dance bukan menyuruh kamu ke sana. Sudah cepat kita susul mama dan papa." Juki langsung menarik tangan Shelo dengan keras. Membuat gadis itu sempoyongan berjalan mengikuti suaminya.


"Hei suami yang otaknya hanya separo, yang benar saja kamu narik aku seperti ini," geram Shelo.


"Berisik Shelo! Gak usah koar-koar ke orang kalau kamu itu istriku. Malu-maluin saja!" Juki terus saja menarik tangan Shelo sampai akhirnya dia melihat mama dan papanya sudah duduk di kafe sambil menikmati live music yang suguhkan kafe itu.


Berarti dia malu menikah dengan aku. Meskipun, aku juga tidak menginginkan pernikahan ini, tapi mendengar Juki bicara seperti itu, aku kho tidak suka ya!


"Kalian dari mana dulu? Mama nunggu hampir setengah jam di sini," tanya Mama Lintang.


"Tuh menantu Mama kegenitan melihat anak-anak boy band. Apa bagusnya mereka? Bagus juga aku ke mana-mana," sungut Juki kesal.


Shelo hanya diam tidak merespon ucapan Juki sedikitpun. Gadis itu hanya tersenyum samar ke arah mertuanya. Entahlah, mood-nya mendadak buruk setelah mendengar ucapan Juki.


"Sudah-sudah, ayo dipesan dulu makanannya!Kita makan saja dulu sebelum belanja," ucap Mama Lintang yang melihat Shelo hanya diam saja. "Ayo Shelo, pesan yang banyak! Hari ini kita ditraktir oleh Juki."


"Apa, Mah? Aku yang traktir?" tanya Juki mendadak cengo mendengar ucapan mamanya.


"Iyalah, masa Mama yang harus traktir. Sudah seharusnya kamu yang traktir Mama karena kamu sudah bekerja," ucap Mama Lintang dengan cueknya.


Papa Yoga hanya tersenyum simpul mendengar penuturan istrinya. Dia bersyukur karena istrinya meminta ditraktir pada putra mereka. Yang sudah pasti uangnya akan utuh.


Benar juga kata Mama. Akan aku habiskan uangnya. Juki, bersiaplah! Tabunganmu akan kebobolan, batin Shelo


Shelo pun langsung memesan banyak makanan yang dia inginkan tanpa perduli harga yang tertera di sana. Tentu saja membuat suaminya meringis, membayangkan uang buat bekal jalan-jalan ke pulau Dewata harus berkurang karena dipakai untuk mentraktir mama dan istrinya.

__ADS_1


"Yang ikhlas, Nak! Kalau kamu ikhlas membahagiakan istri dan mamamu. In-sya Allah rejeki kamu akan mengalir deras," ucap Papa Yoga dengan menepuk pundak putranya.


"Pah ...." Belum juga dia melanjutkan ucapannya, satu potong kentang goreng langsung masuk ke mulutnya. Hingga akhirnya dia pun menghabiskannya.


"Juki, tadi Mama lewat toko perhiasan. Modelnya bagus-bagus loh! Nanti kita ke sana ya! Kalian sudah menikah sebulan tapi tidak ada yang memakai cincin kawin. Kemarin Mama lupa tidak membelikannya. Soalnya Juki buru-buru ngajak pindah ke sini," ucap Mama Lintang di sela-sela makannya.


"Apa Mah? Cincin kawin? Memang harus pakai ya?" tanya Juki kaget. Rasanya dia belum siap jika rekan kerjanya tahu kalau dia sebenarnya sudah menikah. Apalagi, dia merasa bingung jika nanti Regan dan Renata menagih janjinya.


"Sudah, nanti Papa yang belikan cincinnya. Kalian harus memakainya," timpal Papa Yoga.


"Iya, Pah!" sahut Juki lemas.


Sudahlah, sekalian nanti aku beli kalungnya biar cincinnya aku pasang di kalung saja. Jadi orang-orang tidak perlu tahu kalau sebenarnya aku sudah menikah dengan Shelo. Tapi kenapa Shelo diam saja? Batin Juki.


Selesai menikmati makan siangnya, mereka pun mencari cincin kawin untuk Shelo dan Juki. Gadis itu tidak banyak bicara saat sedang memilih cincin mana yang ingin mereka beli. Dia hanya memotret salah satu cincin yang sedang dipakainya lalu meng-upload ke media sosial miliknya dengan caption, 'Aku berharap kamu yang memasangkan cincin ini di jari manisku.'


Mendapatkan notifikasi dari media sosial milik Miss Selow, membuat Juki langsung melihat ponselnya. Rasanya dia tidak asing dengan tempat yang ada di foto itu. Dia pun celingukan saat merasa kalau tebakannya tidak salah.


Juki memilih tidak menulis komentar di bawah foto itu. Tetapi dia mengirim pesan pribadi pada Miss. Selow. Sungguh dia sangat penasaran pada otor yang satu itu.


^^^[Hallo Kak, cincinnya bagus.^^^


^^^Apa kakak sedang di mall Bulan Sabit?]^^^


Miss Selow: [Hallo juga kak. Iya nih Kak, sedang mengantar mama belanja.]


^^^[Wah, kebetulan sekali. Aku juga sedang mengantar mama belanja]^^^


Miss Selow: [Wah beruntung sekali mamanya diantar belanja. Pasti kakak anak yang berbakti, biasanya kan anak laki-laki paling malas kalau diajak belanja.]


^^^[Mumpug ada kesempatan^^^


^^^untuk berbakti, kenapa tidak?^^^

__ADS_1


^^^Btw, kenapa Kakak tidak mau^^^


^^^diajak kopi darat.^^^


^^^Apa kakak sudah menikah?]^^^


Miss Selow : [Hehehe ... Iya kak, aku sudah menikah]


Pupus sudah harapan Juki membaca pesan terakhir dari otor kesayangannya. Namun, hatinya tidak bisa berpaling dari penasarannya pada Miss Selow. Akhirnya dia pun menyimpan kembali ponselnya, bersamaan dengan Shelo yang sedang memasukkan ponselnya ke kantong celana jeans gadis itu


"Kalian tuh malah main ponsel. Sudah ada yang dipilih belum?" tanya Mama Lintang saat dia sudah selesai memilih gelang yang ingin dibelinya.


"Bingung, Mah." Shelo menjawab pertanyaan mertuanya cengengesan. Karena memang dia tidak memilih cincin kawin tapi malah asyik berbalas pesan dengan Kak Peter.


Sementara Juki wajahnya terlihat muram. Dia seperti kehilangan semangatnya. Saat harus menerima orang yang disukainya ternyata sudah menikah.


"Ya sudah, Mama yang pilihkan saja. Itu yang sedang dipakai juga bagus Shelo. Yang itu saja ya cincinnya," ucap Mama Lintang saat dia melihat cincin yang tadi Shelo foto belum dilepas.


"Boleh deh, Mah!" sahut Shelo seraya mencoba membuka kembali cincin itu. Tapi ternyata sangat sulit untuk dia lepas.


"Sudah jangan dilepas! Langsung dipakai saja. Mbak tolong pasangan yang model ini ya!" kata Mama Lintang.


"Baik, Bu!" sahut pelayan toko dengan mengambil pasangan cincin yang Shelo pakai. Dia pun memberikannya pada Mama Lintang yang berdiri di samping Shelo. "Ini Bu."


"Juki sini!" ajak Mama Lintang. "Cepat pakai cincin ini!"


Tanpa menyahut ucapan mamanya, Juki langsung mengambil cincin itu dan asal memakainya. Dia terlihat kaget karena ternyata cincin yang dia pakai tidak bisa dilepas lagi.


Sial! Kenapa tidak bisa dilepas? Apa yang harus aku katakan pada Regan kalau dia sampai melihatnya?


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift, dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2