Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 7 Sudah Menikah


__ADS_3

Suasana hati Juki sedang bagus setelah tadi berhasil mengerjai Shelo. Dia terus saja tersenyum selama bekerja. Membuat pekerjaannya yang menumpuk, bisa dia selesaikan dengan cepat.


"Jupiter, nanti kita makan siang di mall ya! Aku ada janji dengan seseorang, kamu temani aku oke!"


"Janji dengan siapa? Cewek apa cowok?" tanya Juki dengan mengerutkan keningnya.


"Cewek, teman kuliahnya Renata. Kebetulan dia sedang mencari pekerjaan. Aku hanya mau bantu dia," ucap Regan.


"Bukannya posisi di sini sudah penuh ya!"


"Bukan untuk di sini, tapi di yayasan milik keluargaku," jawab Regan.


"Oh, ya sudah!"


Ting


Sebuah nada pesan khusus dari seseorang masuk ke ponsel Juki. Laki-laki itu segera membuka ponselnya dengan tersenyum. Membuat Regan yang sedang ada di dekatnya menjadi heran dengan sahabatnya.


"Kamu dapat pesan dari siapa? Seneng banget," tanya Regan.


"Orang misterius, lucu banget. Masa dia unggah foto sedang tidur di atas kasur yang sedang dijemurnya. Ada-ada saja nih cewek," ucap Juki dengan terkekeh geli.


"Jupiter, jangan bilang kamu suka dengan orang itu. Ingat, kamu sudah janji sama aku untuk menikah dengan Renata setelah dia menyelesaikan S2-nya. Aku tidak mau adikku kecewa karena kamu hanya memberikan harapan palsu padanya."


"Aku mengerti, kalau nanti aku dan dia tidak berjodoh bagaimana? Apa kamu akan membenci aku?"


"Jelas saja aku benci sama kamu, karena dulu kamu sendiri yang mengiyakan permintaan Renata. Sampai dia mengatakannya pada Papa," ucap Regan.


Aku akui, aku salah waktu itu. Asal mengiyakan permintaan gadis itu karena tidak ingin membuatnya kecewa di hari ulang tahunnya. Tapi ternyata, itu menjadi bumerang buatku, karena aku pun hanya menganggap dia adik seperti Regan menganggap adik kepadanya. Kenapa aku harus terjebak di antara dua orang gadis yang tidak aku sukai. Karena entah kenapa, aku lebih mengharapkan Miss. Selow yang menjadi pendampingku, batin Juki.


Regan kembali ke ruangannya, begitupun dengan Juki yang kembali dengan pekerjaannya. Sampai saat jam makan siang tiba, dia pun pergi dengan Regan untuk bertemu dengan seseorang. Tiba di sana, ternyata gadis yang ingin ditemui oleh Regan sudah menunggu di restoran yang sudah mereka janjikan.


"Apa kamu Shelomita?" tanya Regan pada seorang gadis yang sedang melihat ke luar jendela.


Gadis itu pun langsung menengokan kepalanya. Saat mendengar ada orang yang menyapanya. Dia sangat terkejut karena ternyata suaminya bersama dengan laki-laki yang akan dia temui.


"I-iya aku Shelomita. Apa Anda Kak Regan? Hehehe ... Ternyata Kakak lebih tampan dari fotonya," ucap Shelo cengengesan. "Silahkan duduk, Kak!"

__ADS_1


"Kamu belum pesan makanan?" tanya Regan.


"Belum Kak, takut Kakak gak jadi datang makanya aku belum pesan."


"Mau pesan apa? Jupiter, kamu mau pesan apa?"


"Aku ayam rica-rica saja," jawab Juki. Dia memilih untuk diam saja daripada pernikahannya terbongkar di depan Regan.


"Aku samain aja, Kak." Shelo langsung menimpali. Dia pun berpura-pura tidak kenal dengan Juki karena khawatir Regan tidak mau membantunya


Regan pun langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan yang akan mereka makan. Seraya menunggu pesanannya datang, dia pun kembali mengajak bicara pada Shelo.


"Aku dengar, kamu salah satu mahasiswa berprestasi di kampus," ucap Regan.


"Nggak kho, Kak. Cuma nilai aku sih lumayan gak malu-maluin," ucap Shelo dengan tersenyum manis.


"Apa kamu sudah siapkan CV-nya?"


"Sudah kak, ini sudah aku bawa," ucap Shelo dengan memberikan sebuah map kepada Regan. Sedikit pun Shelo tidak melihat ke arah Juki.


Juki melotot sempurna dengan apa yang dilihatnya. Dia merasa tidak percaya kalau Shelo sudah menyiapkan semuanya. Padahal gadis itu baru dua hari pindah ke ibu kota.


"Bisa aja Kak Regan," ucap Shelo malu-malu.


Juki merasa sangat gemas melihat Shelo yang tersipu malu pada Regan. Dia ingin sekali menarik gadis itu dan membawanya pergi dari sana. Tapi sebisa mungkin, dia menahannya.


"Apa, Shelomita sudah menikah?" celetuk Juki tiba-tiba.


"Sudah."


"Apa? Kamu sudah menikah?" tanya Regan kaget. "Apa suami kamu setuju, kamu akan bekerja di sekolah?"


"Tentu saja, Kak. Dia pasti akan setuju, karena suamiku orangnya pengertian, baik, tidak suka iseng, berwibawa, dan bukan seorang pendendam," sarkas Shelo dengan melihat ke arah Juki


Kata Renata masih gadis, tapi ternyata sudah menikah. Yah, gak jadi aku mendekatinya. Padahal aku sudah menyukainya, batin Regan.


Obrolan mereka terhenti saat seorang pelayan datang membawakan pesanan. Ketiganya pun makan dalam diam. Tidak ada yang bersuara selama mereka menikmati hidangan. Saat ketiganya sudah selesai makan, barulah Shelo berbicara terlebih dahulu.

__ADS_1


"Kak Regan, sepertinya aku tidak bisa lama. Takut suamiku marah karena terlalu lama keluar rumah. Biar makan siangnya aku yang traktir," ucap Shelo.


"Tidak usah, Mita. Tidak masalah kan kalau Kakak memanggil Mita? Aku lebih suka memanggil kamu Mita seperti Renata. Biar Kakak saja yang traktir. Kamu tinggal tunggu kabar saja. Pasti pihak sekolah akan menghubungi kamu," ucap Regan.


"Baik, Kak. Terima kasih," ucap Shelo. Lagi-lagi gadis itu tersenyum manis pada Regan. Membuat Juki ingin menyumpal mulut Shelo. "Kalau begitu, aku permisi, Kak!"


Shelo segera pergi dari restoran karena dia akan pergi ke supermarket untuk belanja kebutuhan bulanannya. Sementara Juki dan Regan kembali ke kantornya yang tidak jauh dari mall tempat mereka makan.


Sepulang dari supermarket, Shelo terlihat kerepotan dengan apa yang dibawanya. Dua plastik besar di kanan dan kiri tangannya. Untung saja dia bertemu dengan Dion, temn kampusnya dulu.


"Repot banget, Shelo. Sini aku bantu!" dion mengambil salah satu plastik besar yang dibawa oleh Shelo.


"Makasih, Dion. Kamu tidak kerja?" tanya Shelo.


"Aku kerja, tapi tadi ijin pulang cepat karena mau ujian," jelas Dion.


"Oh, kamu ambil S3 ya!"


"Iya, Shelo yang kemarin itu siapanya kamu? Kayaknya dia galak banget," tanya Dion.


"Dia suami aku?"


"Seriusan? Kenapa tidak mengundang aku?"


"Kamu rumahnya kejauhan. Rumahku kan di kota sebelah. Nanti malah kamu gak datang."


"Iya, sih. Aku juga gak nyangka bisa ketemu lagi sama kamu, setelah lima tahun lulus dari sana."


"Kamu mending, bisa jadi Dosen. Sedangkan aku, hanya honorer. Susah sekali ingin menjadi pegawai negeri."


"Jangan begitu, Shelo. Kalau kamu ikhlas menjadi seorang guru, meskipun gaji kecil tapi pahalanya sampai ke akherat karena kamu mengamalkan ilmu yang kamu miliki."


Kedua sahabat lama itu terus saja berbincang, sampai akhirnya mereka sudah tiba di unit apartemen milik Juki. Namun, Shelo sangat terkejut, saat melihat suaminya sudah ada di rumah.


"Bagus ya! Kalian jalan berdua."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2