Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 33 Kenapa memilih aku?


__ADS_3

Sepulang dari roof top itu, Shelo semakin yakin untuk melepaskan Juki. Dia bergegas menuju ke apartemen suaminya untuk membawa barang-barangnya yang ada di sana. Shelo yakin kalau Juki masih berada di tempat kerjanya karena hari masih siang.


Namun, saat dia sedang asyik memasukkan semua bajunya ke dalam koper, tiba-tiba saja pintu kamar ada yang membuka dari luar. Dia terlonjak kaget saat melihat Juki berdiri di ambang pintu.


"Dari mana saja kamu, baru datang jam segini?" tanya Juki dengan melihat tajam ke arah Shelo.


"Aku?" tunjuk Shelo pada dirinya sendiri. "Aku dari sekolah," lanjutnya.


Juki menghembuskan napasnya kasar sebelum dia berbicara. "Tidak usah berbohong, karena aku tahu kamu dari mana."


"Maksud kamu? Apa kamu menguntit aku?" tanya Shelo.


"Untuk apa menguntit kamu kalau kamu hanya menginap di rumah Audy," jawab Juki cuek.


"Jadi kamu tahu kalau aku menginap di rumah Audy?" tanya Shelo kaget.


"Tentu saja. Apa kamu lupa kalau suami Audy itu teman sekolahku?" tanya Juki balik.


Bodoh banget aku! Pantas saja dia tidak mencari aku. Ternyata Bara memberitahu keberadaan aku sama Juki, batin Shelo.


"Shelo, apa kamu ingin tinggal di dekat Audy?" tanya Juki kemudian.


"Maksud kamu?"


"Aku akan menjual apartemen ini. Uangnya kita belikan saja rumah yang di dekat Audy. Agar kamu ada temannya saat tidak bekerja." Juki melihat raut kebingungan di wajah Shelo. "Sini, duduk dekat samping aku!"


Shelo semakin bingung dengan sikap Juki yang tidak seperti biasanya. Dia pun hanya menurut dengan ajakan laki-laki itu sekalian memberitahu keinginannya untuk berpisah dengan Juki.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Sepertinya hari ini sedikit aneh," tanya Shelo saat sudah berada di dekat Juki.


"Tidak apa! Aku hanya mau bilang sama kamu kalau aku sudah tidak bekerja lagi. Jadi aku memutuskan untuk menjual apartemen ini. Kita membeli rumah sederhana saja yang memiliki halaman untuk anak-anak kita bermain," ucap Juki.


"Juki, kenapa kamu berhenti kerja?" tanya Shelo dengan jantung yang berdegup kencang.


"Karena aku berpikir, pernikahan itu bukan untuk dijadikan permainan. Mungkin benar cara kita menikah salah, tapi semakin aku memikirkannya, semakin aku mengerti, mungkin itu cara Allah agar kita menghentikan permusuhan kita dan saling menjaga satu sama lain."


"Juki kamu waras, kan? Apa kamu sudah kepentok pintu atau kejedot meja, sampai bicara kamu seperti itu," tanya Shelo merasa tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Aku serius! Aku juga waras-sewarasnya."


"Bukankah kita akan berpisah? Bukannya kamu akan menikah dengan Renata?"


"Apa aku pernah bicara seperti itu?" tanya Juki dengan menatap lekat wajah cantik istrinya.


"Tidak," jawab Shelo dengan menggelengkan kepalanya.


"Juki, apa kamu dipecat oleh kakaknya Renata?" tanya Shelo menebak-nebak.


"Iya, hanya karena aku bilang kalau aku sudah menikah dengan kamu dan tidak bisa menikahi adiknya."


"Serius, kamu bicara seperti itu?"


"Iya." Kini Juki yang balik bingung melihat ekspresi Shelo.


"Harusnya tuh kamu konferensi pers dan bilang pada mereka, kalau kamu lebih memilih aku yang jadi istri sah kamu bukan Renata. Biar mereka tidak menghina aku sebagai pelakor. Enak saja aku dibilang rebut cowok orang. padahal suami aku sendiri yang mau dia rebut."

__ADS_1


"Apa kamu melawan mereka?" tanya Juki dengan menatap lekat istrinya.


"Tidak!" Shelo menggelengkan kepalanya karena memang dia sedikitpun tidak membela diri karena Shelo berpikir kalau Juki dan Renata memang saling mencintai.


"BODOH!" Juki langsung menoyor kepala istrinya gemas. Bisa-bisanya Shelo tidak membalas, padahal sama dia saja Shelo sangat berani.


"Ish! Juki, berani sekali kamu menoyor kepalaku. Awas saja aku balas." Shelo langsung menyerang balik suaminya. Namun tangan dia tidak bisa mencapai kepala Juki karena laki-laki itu sudah menguncinya dan membawa Shelo agar tidur bersamanya.


"Shelo, kita sudah berdamai. Kamu tidak boleh bersikap kasar pada suami kamu," ucap Juki dengan memeluk Shelo erat. "Aku tuh tidak suka sama kamu karena kamu manja sekali dan suka melawanku tapi aku juga tidak mau kalau harus kehilangan kamu."


"Juki, apa kamu tidak akan menceraikan aku?" tanya Shelo mulai menurunkan nada bicaranya.


"Tentu saja tidak akan. Besok kita cari rumah di dekat rumah Bara. Aku juga mau menitipkan lamaran padanya. Meskipun aku masih mengajar, tapi gajinya tidak akan cukup untuk kita berdua karena tidak full time."


"Lalu bagaimana dengan Renata?Aku sudah bilang padanya untuk melepaskan kamu," lirih Shelo.


"Kalau niat kita tidak baik, tidak apa kalau kamu mengingkarinya. Tapi kalau niat kita baik, sebisa mungkin harus ditepati."


"Juki, kenapa kamu lebih memilih aku. Padahal Renata jauh lebih baik dari aku." Shelo menengadahkan kepalanya, melihat ke arah Juki.


"Karena kamu istriku, tanggung jawab aku. Sudah sepantasnya seorang suami lebih mengutamakan istrinya dibandingkan orang lain."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil nunggu Shelo dan Juki update, yuk kepoin juga karya yang kerena satu ini, pasti seru!



__ADS_2