
Acara syukuran rumah baru saja selesai. Para orang tua pun sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Tinggallah Shelo dan Juki yang masih asyik menikmati suasana malam di taman belakang, dengan menikmati suara gemericik air mancur. Ditemani oleh secangkir coklat panas.
Meskipun keadaan Shelo sudah jauh lebih baik. Akan tetapi, wanita cantik itu lebih banyak diam dari biasanya. Entah apa yang menjadi beban pikirannya, dia bicara hanya seperlunya saja.
"Shelo, apa kamu masih ragu sama aku?" tanya Juki dengan melihat ke arah istrinya.
"Entahlah!"
"Miss Selow, lihat aku!" pinta Juki.
Mendengar nama penanya di sebut oleh Juki, ibu hamil itu langsung melihat ke arah suaminya. Dia merasa heran, darimana Juki bisa tahu kalau dia itu Miss Selow.
"Coba katakan sekali lagi!" pinta Shelo.
"Miss Selow."
"Kamu tahu darimana nama penaku?" tanya Shelo dengan mengerutkan keningnya.
"Aku salah satu penggemar Miss Selow."
"Apa kamu suka membaca novelku?"
__ADS_1
"Tentu saja." Juki menghembuskan napasnya kasar sebelum dia melanjutkan ucapannya.
"Shelo, apa kamu tahu. Alasan aku segera pindah ke sini?"
"Karena kamu ingin menghindar dari Renata?" jawab Shelo dengan melihat ke arah Juki.
"Bukan hanya itu alasannya." Juki meraih tangan Shelo yang memegang kedua tangan yang seputih susu itu. "Karena aku hanya menginginkan kamu yang menjadi pendampingku. Aku tidak mau kebahagian yang baru saja aku dapatkan, hilang karena kesalahanku. Shelo, ayo kita mulai semuanya dari awal! Hanya ada aku, kamu dan anak kita."
"Juki, apa kamu serius dengan ucapan kamu. Apa kamu bisa berjanji untuk tidak memberi harapan pada Renata ataupun gadis-gadis yang lainnya?" Shelo menatap dalam manik pekat suaminya. Dia mengharapkan jawaban dari kejujuran hati Juki.
"Aku sangat yakin dengan apa yang aku katakan. Aku janji, akan selalu menjaga jarak dengan semua gadis. Aku pun minta, agar kamu juga menjaga jarak dengan teman laki-laki kamu. Karena tidak semua teman laki-laki kamu akan menganggap hubungan kalian biasa saja. Pasti ada yang mengharapkan lebih dari sekedar teman."
"Aku selalu menjaga jarak," sanggah Shelo.
"Aku usahakan!" jawab Shelo enteng
"Ternyata susah bicara serius dengan kamu. Apa mungkin kita gak cocok bicara serius?"
"Entahlah, Juki. Aku merasa aneh jika bicara serius dengan kamu. Aku merasa ...."
Cup!
__ADS_1
Tanpa bicara lagi, Juki mengecup singkat bibir istrinya. Dia tersenyum manis, melebihi manisnya cokelat cadbury. "Ayo kita ke kamar, udaranya semakin dingin!"
Dia sudah mendapatkan semua hal yang aku miliki, tapi sedikit pun dia tidak pernah mengatakan kata cinta padaku. Sudahlah Shelo! Kamu hanya bisa memiliki raganya, karena hatinya sudah jadi milik orang lain, batin Shelo.
Seperti tahu apa yang Shelo pikirkan, Juki pun segera mendekatkan bibirnya pada telinga ibu hamil itu. Lalu dia berbisik, "I love you, Shelo!"
Shelo yang akan berdiri dari duduknya, seketika kembali duduk. Dia sangat terkejut mendengar apa yang Juki katakan. Akhirnya, Shelo pun menatap Juki dalam.
"I love you Shelomita, Miss Selow yang aku kagumi." Juki mengulang lagi ucapannya saat dia melihat tatapan tidak percaya dari istrinya.
"Jangan bengong! Aku serius dengan ucapan aku. Entah kamu percaya atau tidak. Tapi saat aku melihat kamu terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Aku baru sadar, kalau aku sangat takut kehilangan kamu. Aku sangat takut tidak bisa bersama kamu lagi. Apa kamu memiliki perasaan yang sama denganku?" Juki menatap dalam Shelo yang juga sedang menatapnya.
Shelo tidak menjawab pertanyaan Juki, dia hanya menganggukkan kepalanya. Sungguh, sebenarnya Shelo ingin mengatakan kata 'Iya'. Akan tetapi, suaranya seakan tercekat di tenggorokan.
Juki langsung tersenyum melihat anggukan kepala istrinya. Dia pun langsung memeluk Shelo dan mencium kening wanita itu. Sungguh hatinya sangat bahagia karena ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Ayo kita buat kenangan yang indah untuk kita kenang saat nanti kita sudah menua."
"Iya, aku ingin memberikan kenangan untuk anak-anak kita nanti."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....