
Wajah cantik Shelo terlihat lebih segar dari hari kemarin. Setelah dia meyakinkan diri untuk melepaskan semuanya, dia seperti memiliki harapan baru. Shelo langsung menuju ke sekolah tempat dia mengajar. Dia beralasan akan ikut suami yang dinas di luar kota.
"Bu Shelomita, sangat disayangkan sekali Anda akan mengundurkan diri. Padahal, anak-anak IPS sudah lebih menurut setelah Bu Shelo yang menjadi wali kelasnya," sesal kepala sekolah.
"Maaf, Pak. Saya juga sebenarnya berat meninggalkan sekolah dan anak-anak. Tapi kewajiban seorang istri kan harus mengikuti suaminya, kemana pun dia pergi," kilah Shelo.
"Biarkan saja, Pak! Anda tidak perlu menahan Bu Shelomita untuk keluar dari sekolah. Tolong percepat juga prosesnya. Bu Shelomita, silakan Anda pulang! Karena sekolah sudah resmi mengeluarkan Anda!" serobot Renata yang baru saja masuk ke ruang kepala sekolah.
"Baik, Bu Rena!" sahut kepala sekolah itu.
"Kalau begitu saya permisi, Pak! Maaf atas semua kesalahan saya," pamit Shelo seraya bangun dari duduknya. Dia pun menjabat tangan laki-laki itu sebelum pergi dari ruangan kepala sekolah.
Namun, saat Shelo berpapasan dengan Renata, gadis itu melihat ke arah Shelo sinis. Tentu saja hal itu membuat Shelo merasa heran dengan tatapan mata Renata. Karena tidak biasa, Renata menatapnya sinis seperti itu.
"Aku tunggu di parkiran!" ketus Renata seraya berlalu pergi meninggalkan Shelo yang termangu di tempatnya.
Dia menghembuskan napasnya kasar. Merasa akan terjadi sesuatu yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Shelo pun berjalan dengan gontai menuju ke ruang guru untuk berpamitan dan membereskan barang-barangnya.
Namun, saat tiba di ruang guru, lagi-lagi dia mendapatkan tatapan sinis dari rekan guru yang ada di sana. Apalagi, dari orang yang tidak menyukai kehadirannya di sekolah itu.
"Lihat tuh Bu Asti! Pagar makan tanaman datang. Tidak tahu malu sekali, sudah dibantu cari pekerjaan, tetapi dia merebut calon suami orang. Berpura-pura tidak tahu apa-apa lagi."
__ADS_1
"Namanya juga demi uang Bu, banyak orang yang menghalalkan segala cara. Termasuk membohongi sahabatnya sendiri."
"Iya, bener. Hati-hati loh dengan orang seperti itu, bisa-bisa suami kita yang dia embat. Huhh ... Dasar pelakor!"
Shelo hanya diam saja, berpura-pura tidak mengerti dengan maksud ucapan dari mereka yang sedang mencibirnya. Sampai semua barangnya sudah selesai dia kemas, barulah Shelo berbicara.
"Maaf Bu Ibu, saya mau undur diri dari sekolah ini. Saya minta maaf dengan semua kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja yang sudah saya lakukan selama bekerja di sini. Permisi!" Shelo langsung pergi dari sana tanpa berniat menyalami satu persatu semua rekan kerja yang ada di sana. Hanya pada orang-orang yang baik padanya saja, Shelo berpamitan dengan benar.
"Bu Shelo, aku lebih percaya pada Bu Shelo daripada apa yang dikatakan oleh Bu Renata," ucap Risya saat Shelo menemuinya di ruang kelas.
" Terima kasih ya, Bu. Kalau boleh tahu, Bu Renata bilang apa saja?" tanya Shelo penasaran.
"Iya, Bu. Nanti saya lihat. Pulang dulu ya! Titip anak-anak," ucap Shelo seraya memeluk Risya sebelum dia pergi dari sana.
Berkali-kali Shelo menghembuskan kasar. Dia mengerti kenapa Renata dan rekan kerjanya yang lain bersikap sinis seperti itu. Sampai akhirnya ada seseorang yang menarik tangannya agar masuk ke dalam mobil.
"Rena, kita mau ke mana?" tanya Shelo kaget karena dia merasa sudah diculik oleh Renata yang memaksanya masuk ke dalam mobil.
"Kamu ikut saja, deh. Gak usah banyak bacot," ketus Renata.
Astaga! Aku gak nyangka dia bisa sekasar itu sama aku. Padahal selama ini dia selalu bersikap lemah lembut pada semua orang. Bukan keinginan aku menikah dengan Juki. Andai saja aku bisa memilih, aku pun tidak mau menikah dengan dia, batin Shelo.
__ADS_1
Renata membelokkan mobilnya menuju ke apartemen miliknya. Namun, gadis itu tidak membawa Shelo ke unit apartemennya, melainkan ke rooftop apartemen, yang ada kafe di sana.
"Sejak kapan kalian menikah?" tanya Renata to the point.
"Sebelum aku bekerja di sekolah. Rena aku tidak pernah tahu kalau kamu memiliki hubungan dengan Juki. Karena selama ini, hubungan aku dengan dia kurang baik. Kami menikah pun bukan karena keinginan kami, tapi keadaan yang memaksa kami untuk menikah. Kamu tidak usah cemas, aku dan Juki berpisah. Karena kami tidak saling mencintai," beber Shelo panjang lebar.
"Serius mau melepaskan Kak Jupiter?" tanya Renata dengan menatap tajam Shelo.
"Iya, bukankah kalian akan menikah? Aku mundur karena aku tidak mau menjadi penghalang kebahagiaan kalian," jawab Shelo.
Apa dia tidak tahu kalau Kak Jupiter menolak menikah denganku dan lebih memilih mempertahankan pernikahannya. Sepertinya ini kesempatan aku untuk menghancurkan hubungan mereka. Aku tidak suka ada orang yang merebut barang yang sudah aku miliki. Kalau dia mau mengalah, mungkin aku tidak akan menghancurkan mereka. Tapi kalau mereka bersikukuh mempertahankan pernikahannya, maka aku akan menghancurkan keduanya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya jawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
Sambil nunggu Juki-Shelo update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.
__ADS_1