
Kelakuan si kucing garong. Ora kena ndeleng sing mlesnong. Main sikat main embat. Apa sing liwat .
Mendengar suara ponselnya terus-terusan berbunyi, Shelo celingukan mencari di mana dia menyimpannya. Saat sudah menemukannya, Shelo sedikit mengerutkan keningnya saat sebuah nama yang selalu membuatnya merasa nyaman sedang melakukan panggilan padanya.
"Ada apa Kak Peter menelpon? Tumben-tumbenan. Pake video call segala. Gak ah, aku gak mau angkat malu belum mandi sore. Mana habis beres-beres rumah. Pasti kucel deh," gumam Shelo dengan terus melihat ke arah ponsel.
Shelo yang mau menulis cerita, akhirnya mengurungkan niat saat mendapatkan notifikasi dari grup chat para author. Akhirnya dia penasaran ingin tahu obrolan apa yang sedang dibahas. Lagi-lagi dia mengerutkan keningnya saat melihat foto seorang laki-laki yang dikenalnya.
Miss Virgo mengirim pesan dibawah gambar yang dia kirim.
[Guys, ternyata CEO aplikasi biru ganteng banget tahu. Lihat dia sedang bersama dengan adiknya di kampus FDH]
Mama Ira
[Ya ampun ganteng banget. Andai masih muda mau aku jadikan selingkuhan]
Bunda Rara
[Udah Mah, jadikan menantu aja. Sayang anakku masih tiga tahun]
^^^[Kakak, seriusan dia CEO kita?^^^
^^^Kho aku merasa kenal.]^^^
Miss Virgo
[Iya Kak Selow, temanku ada yang kuliah di sana. Aku dapat kiriman dari dia. Katanya mereka sedang menunggu calon suami adiknya yang ngajar di sana]
^^^[Gitu ya! Ya udah deh^^^
^^^aku mau lanjut ngetik lagi,^^^
^^^siapa tahu jadi simpanan CEO hahaha ....]^^^
Shelo langsung keluar dari grup chat itu dengan menyisakan pertanyaan di hatinya. Antara percaya atau tidak kalau Regan itu seorang CEO. Meskipun dia tahu kalau Renata anak orang kaya. Akan tetapi dia tidak pernah tahu usaha apa yang dijalankan oleh keluarganya.
__ADS_1
"Tapi bentar-bentar. Bukankah itu di loby kampusnya Juki ya! Berarti mereka sedang menunggu dia. Apa mungkin Juki ada hubungan dengan Renata? Berarti apa yang mereka bicarakan tadi pagi itu ... Tapi gak apalah, aku kan bisa jadi janda kaya kalau sampai cerai dari Juki. Perkebunan Bro!"
Terus saja Shelo berbicara sendiri membayangkan sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam sebuah pernikahan. Namun, entah kenapa ada sisi hatinya yang merasa tidak rela kalau sampai pernikahannya dikhianati oleh Juki karena orang ketiga.
Namun, sebisa mungkin dia menepisnya. Semua praduga yang terus menggelitik pikirannya. Akhirnya Shelo memutuskan untuk berjalan-jalan sore sendiri ke mall. Daripada dia terus memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dia pikirkan.
"Lebih baik aku cari baju kerja. Sambil beli cemilan buat stok di rumah," gumam Shelo.
Baru saja dia sampai di lobby apartemen, tanpa sengaja Shelo bertemu dengan Dion. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke mall bersama. Karena memang Dion pun sedang merasa jenuh dengan pekerjaan dan tugas kuliahnya.
"Shelo, kita ke mana dulu nih?" tanya Dion saat dia sudah memarkirkan mobilnya di parkiran mall.
"Beli baju dulu yuk! Abis itu beli cemilan baru kita makan," usul Shelo.
"Mendingan kita makan dulu, kalau nanti pasti penuh sama orang yang pergi kencan. Tapi gak apa sih, biar kita dikira kencan."
"Ngaco kamu ...."
"Shelo, kenapa kamu malah sudah nikah? Kalau belum, aku pacarin kamu."
"Ck! Dion, kamu tuh gak cocok jadi pacar aku. Lebih cocok jad teman gila aku, hahaha ...."
"Syukurlah kamu tahu, jadi aku gak perlu jelasin lagi sama kamu. Sudah yuk!" ajak Shelo seraya berlalu pergi meninggalkan Dion yang masih di depan kemudi.
Laki-laki itu hanya tersenyum melihat kepergian Shelo. Meskipun benar diam-diam dia menyukai sahabatnya, tetapi Dion tidak pernah mau merusak persahabatan mereka jika dia berterus terang.
"Shelo-Shelo, kamu tuh cewek unik yang pernah aku kenal," gumam Dion. Dia pun langsung menyusul Shelo yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mall.
Dion dengan sabar menemani Shelo memilih baju kerja yang ingin dibeli oleh gadis itu. Setelah mendapatkannya, mereka pun menuju ke supermarket. Sudah seperti pasangan suami istri, Shelo dan Dion memilih barang-barang yang ingin dibelinya.
"Shelo, kenapa kamu tidak mengajak Pak Jupiter? Aku jadi merasa seperti suami pengganti," tanya Dion seraya mendorong troli belanjaan.
"Dia kerja, biar bisa beli rumah yang bagus buat aku," jawab Shelo asal. Dia masih saja asyik memilih cemilan yang ingin dibelinya.
"Oh, Pak Jupiter memang orangnya work holic. Tapi kho bisa ya dia nikah sama kamu?" tanya Dion mulai kepo dengan pernikahan sahabatnya.
__ADS_1
"Kenapa enggak? Jodoh kan rahasia Illahi. Aku aja gak nyangka akan nikah sama dia. Sudahlah, jangan bahas dia terus!" Shelo langsung pergi meninggalkan Dion menuju ke buah-buahan yang terlihat segar. Dia melihat ada buah salak pondoh. Shelo pun langsung mengambilnya dengan senyum yang mengembang.
Siap-siap Juki, aku membawa musuh kamu ke rumah. Hahaha ....
Shelo tertawa dalam hatinya saat memasukkan buah salak ke dalam troli. Dia yakin kalau Juki pasti akan kesal saat melihat dia memakan buah itu. Karena laki-laki itu sangat tidak menyukai buah salak. Selesai belanja, Dion pun mengajak Shelo menuju ke restoran pilihannya. Setelah terlebih dahulu menyimpan belanjaan Shelo ke mobil.
"Acara kamu sudah selesai, sekarang kamu yang ikut acara aku. Come on baby!" seru Dion.
"Apaan sih Dion? Geli tahu dengarnya."
Dion hanya tersenyum mendengar protesan Shelo. Dia berjalan beriringan dengan gadis itu masuk ke dalam sebuah restoran yang menyuguhkan suasana santai dan nyaman khas anak muda. Mereka memilih duduk di kursi yang berada di pinggir jendela besar dengan pemandangan hiruk pikuk jalan raya dan deretan gedung bertingkat dengan cahaya lampu malam yang menghiasi.
"Wah Dion, kamu pintar sekali memilih tempat. Aku suka sekali pemandangan di sini."
"Dion gitu loh! Ayo pesan makanannya, biar aku yang traktir. Mumpung lagi dapat bonus karena perusahaan tempat aku bekerja memenangkan tender," suruh Dion.
"Baiklah, bestie! Aku tidak akan sungkan lagi menghabiskan uang bonus kamu," ucap Shelo dengan tersenyum senang.
Benar saja, dia memesan begitu banyak makanan. Membuat Dion jadi melongo. Bukan masalah harganya tapi dia kaget, apa mungkin makanan sebanyak itu akan habis dimakan sendiri oleh Shelo?
"Ayo, Dion kita makan. Makasih ya sudah traktir aku," ucap Shelo sebelum memakan makanannya.
"Iya, sama-sama Shelo! Habiskan ya makannya biar gak mubazir," ucap Dion.
"Kamu tenang saja, aku lagi butuh banyak asupan makanan karena sedang ikut banayk event menulis. Do'akan ya biar menang! Nanti aku ganti traktir kamu."
"Sip deh!" Dion pun langsung melahap makanannya. Begitupun dengan Shelo yang ikut memakan makanan yang ada di depannya. Kedua begitu lahap dengan sesekali diselingi oleh obrolan.
Namun, napsu makan Shelo mendadak hilang saat tanpa sengaja dia melihat kedatangan Juki dengan Renata yang bergelayut manja di tangan laki-laki itu. Meskipun mereka tidak hanya berdua karena ada Regan dan Beno yang mengikuti, tetap saja Shelo merasa kurang nyaman melihatnya.
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1
Sambil nunggu Juki-Shelo update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini!