
Ruangan karaoke dengan cahaya yang gemerlap, kini menjadi tempat untuk melepaskan penat semua tenaga pengajar, yang diundang untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu rekan kerja Shelo. Mereka begitu menikmati kebersamaannya.
Meskipun di sana tidak ada minuman yang mengandung alkohol, tetapi tidak mengurangi kemeriahan acara pesta. Shelo hanya diam saja bersama dengan Risya. Dia tidak ikut bernyanyi seperti Renata yang menjadi bintang pesta.
"Bu Shelo, kayaknya senang banget ya jadi Bu Renata. Dia memiliki segalanya, selalu menjadi anak emas di keluarganya. Semua keinginan dia, selalu dituruti oleh keluarganya," ucap Risya seraya melihat terus ke arah Renata.
"Iya benar, Bu Renata juga selalu menjadi bintang di kampus. Selain dia cantik, orang tuanya salah satu donatur di kampus. Dia juga selalu ramah pada semua orang." Shelo pun terus memperhatikan Renata yang sedang bernyanyi dengan suara merdunya.
"Aku dengar juga, dia akan segera menikah."
"Iya!" sahut Shelo lemas.
Rasanya dia tidak ingin percaya kalau nanti Juki sampai menikah lagi dengan Renata. Sungguh, Shelo tidak ingin merasakan sakitnya dimadu. Tapi kalau sekarang dia bilang pada Renata tentang hubungannya dengan Juki, dia khawatir akan dikira sebagai pengkhianat.
Akhirnya Shelo membuka ponselnya dan mengirim pesan pada Kak Peter. Saat dia tahu kalau editor itu masih online padahal sudah jam pulang kerja.
Send to Kak Peter
^^^[Halo Kak, boleh curhat gak?]^^^
^^^[Aku lagi bingung nih]^^^
[Curhat apaan Kak? Apa Kakak kesusahan menentukan alur ceritanya?]
^^^[Bukan soal novel, tapi tentang cerita aku]^^^
[Oh, apa Kakak ada masalah?]
^^^[Iya Kak, suami aku selingkuh]^^^
^^^dengan emoticon menangis^^^
[Loh kho bisa? Kakak tahu dari mana kalau suami Kakak itu selingkuh]
^^^[Huwa Kakak ... Selingkuhannya sendiri^^^
^^^cerita sama aku, karena dia rekan kerja aku]^^^
[Apa Kakak melabraknya?]
^^^[Mana berani Kak.^^^
__ADS_1
^^^Dia cucu pemilik sekolah tempat aku kerja.^^^
^^^Nanti aku bisa dikeluarkan]^^^
[Lalu Kakak maunya gimana?]
^^^[Gak tahu, aku juga bingung. ^^^
^^^makanya cerita sama Kakak]^^^
[Bagaimana kalau dibuat cerita saja Kak, pasti seru]
^^^[Kakak malah bikin aku tambah bingung. Feedback event saja belum Kakak kasih]^^^
[Sabar ya Kak] dengan emoticon malaikat
Shelo tidak membalas kembali pesan dari Kak Peter karena Renata terlihat berjalan menuju ke arahnya. Dia pun segera memasukkan kembali ponselnya dan tersenyum manis pada adik tingkatnya itu.
"Rena, suaranya bagus sekali," puji Shelo.
"Makasih Kak Shelo. Aku mau bikin pesta kejutan untuk Kak Jupiter, pas dia ulang tahun nanti tanggal dua enam. Pasti Kak Jupiter senang sekali saat aku kasih hadiah sebuah lagu romantis. Dia kan suka sekali main gitar dengan Kak Regan. Nanti Kak Shelo datang ya!" ujar Renata seraya mendudukkan bokongnya di samping Shelo.
"Hehehe ... Kalau tidak ada halangan ya! Tapi Kakak tidak bisa janji," ucap Shelo cengengesan.
"Suara Kakak fals. Oh, iya Rena. Sepertinya Kakak mau pulang duluan deh. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan."
"Yah Kak Shelo, terus aku gimana dong?" tanya Renata.
"Sudah sama aku saja. Bu Shelo memang betah sekali ngegoa di apartemennya. Tumbenan, sekarang mau ikutan ke sini," ucap Risya.
Shelo hanya tersenyum menanggapi ucapan rekan kerjanya itu. Dia pun langsung berpamitan pada Carissa dan yang lainnya sebelum dia pergi. Membuat sebagian dari rekan kerja Shelo bertanya-tanya karena gadis itu pulang lebih dulu. Padahal belum juga ada satu jam mereka di sana.
Ternyata masih sore, aku jadi ingin menikmati waktu senja sambil berjalan kaki, batin Shelo saat dia keluar dari tempat karaoke yang menyatu dengan mall.
Shelo berjalan tidak tentu arah. Sampai langkah kakinya membawa dia pada sebuah gedung bertingkat, tempat dimana Juki bekerja sebagai seorang editor. Namun, Shelo tidak pernah tahu tentang pekerjaan Juki yang sebenarnya. Dia hanya melihat gedung itu dari depan seraya membaca sebuah tulisan dan logo yang menunjukkan kalau aplikasi tempat dia bernaung, ternyata berkantor di sana.
"Loh, berarti Kak Peter kerja di sini ya! Jadi penasaran ingin bertemu dengan orangnya langsung," gumam Shelo.
Namun, rasanya dia malu jika harus masuk ke dalam gedung yang orang-orangnya tidak dia kenal. Meskipun benar dia kenal dan akrab di dunia maya, pasti akan kikuk kalau bertemu langsung dengan orangnya. Akhirnya Shelo memutuskan untuk pulang ke rumahnya dengan naik taksi.
Di saat yang bersamaan, Regan dan Juki terlihat keluar dari gedung itu. Karena mereka ada meeting dengan klien yang akan bekerja sama untuk mempromosikan barangnya di aplikasi biru. Juki sempat mengeryitkan keningnya saat melihat siluet tubuh istrinya yang masuk ke dalam taksi.
__ADS_1
Kenapa aku merasa seperti melihat Shelo? Tapi untuk apa dia ada di sekitar sini? Bukankah mau ke acara ulang tahun temannya? batin Juki.
"Kenapa berhenti Jupiter?" tanya Regan yang merasa heran karena Juki menghentikan langkah kakinya.
"Tidak apa. Tadi aku merasa melihat seseorang yang aku kenal. Tapi ternyata itu hanya perasaan aku saja. Ayo berangkat! Orangnya sudah menunggu," ajak Juki.
"Kita pergi ke Mall yang di sana. Orangnya mengajak bertemu di kafe yang ada di mall itu," ucap Regan.
Kedua laki-laki tampan itu pergi menuju ke tempat yang sudah janjikan. Sementara Shelo langsung pulang dan memasak di apartemennya. Meskipun dia tahu Juki akan pulang malam, dia tetap saja menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Sudah magrib saja. Sebaiknya aku cepat mandi," gumam Shelo.
Dia pun bergegas membersihkan dirinya sebelum melaksanakan kewajibannya pada Sang Pencipta. Saat semuanya sudah dia lakukan, barulah Shelo kembali ke meja makan untuk menikmati makan malam sendiri. Dia dengan iseng membidik hasil masakannya dan memposting di media sosial miliknya dengan caption, 'Yuk makan guys!'
Ting
Sebuah pesan masuk dari Kak Peter ke ponselnya. Shelo pun segera membuka pesan itu. Dia tersenyum melihat pesan yang dikirim oleh orang yang tidak dia ketahui wujud aslinya. Namun, membuat dia nyaman dan merasa tidak sungkan padanya.
Kak Peter
[Ternyata Kakak pintar masak, istri idaman sekali]
^^^[Harusnya sih begitu,^^^
^^^tapi aku istri yang diabaikan]^^^
[Masa sih Kak? Pasti rugi suami Kakak mengabaikan istri yang berbakat seperti Kakak]
^^^[Hooh Kak, tapi sudahlah!^^^
^^^Aku mau ngetik saja,^^^
^^^hari ini belum update^^^
^^^karena semalam sakit]^^^
[Semangat ya Kak!] dengan emoticon senyum yang manis
Kenapa Kak Peter yang lebih perhatian dari suami sendiri. Mana pernah Juki puji aku. Yang ada, dia hina kau terus. Sepertinya akan hujan badai kalau tiba-tiba saja dia memuji aku.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....