Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 30 Calom imam?


__ADS_3

Mentari terus saja merangkak ke ufuk barat. Hingga perlahan sinarnya menghilang ditelan bumi. Kini langit yang kemerahan sudah berganti kelam. Shelo pun akhirnya menyudahi acara melamun seraya menikmati langit senja.


Dia bergegas masuk ke dalam apartemen dan langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah semua ritualnya selesai, gadis itu kembali ke luar kamar dan duduk di sofa yang ada di depan televisi. Dia berencana mau menulis sambil menonton drama dari negeri ginseng.


"Juki pulang jam berapa ya! Terserahlah kalau dia mau ketemu dulu dengan Renata. Aku cape mikirin mereka. Mau pacaran atau mau nikah juga terserah aja, asal kasih kejelasan kalau emang mau pisah," gerutu Shelo pelan.


Dia pun mulai terhanyut dengan cerita yang di buatnya. Saking fokusnya, akhirnya Shelo dapat menyelesaikan tiga ribu kata hanya dalam waktu satu jam setengah. Dia pun langsung mempublish-nya sebelum fokus menonton film action Hollywood yang suka ditontonnya kalau malam hari. Namun, badan dan matanya yang terasa sudah lelah, membuat dia akhirnya tertidur di sofa.


Sementara di tempat lain, Juki baru saja selesai makan malam dengan Renata, Regan dan calon tunangannya. Dia dipaksa untuk makan malam bersama agar menemani Regan bertemu dengan gadis itu.


"Kakak, nanti aku pulang dengan Kak Jupiter saja, Kakak kan harus mengantar Kak Viola pulang," ucap Renata saat mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya.


"Iya benar. Jupiter, aku titip adikku ya! Soalnya rumah Viola dan rumah aku berlawanan arah. Kasian Viola atau Renata kalau harus bolak balik," timpal Regan.


"Iya," jawab Juki singkat. Dia ingin menolak tapi merasa tidak hati. Akhirnya dia hanya bisa menyetujuinya meskipun hati gondok.


Mereka pun akhirnya memutuskan pulang karena malam semakin larut. Renata terlihat sangat bahagia karena bisa bersama dengan Juki. Berkali-kali dia membidik wajah Juki yang sedang fokus menyetir. Renata pun mengambil gambar mereka yang sedang berdua dengan menyenderkan kepalanya ke bahu Juki. Tak lupa, Renata mempostingnya di media sosial dengan caption, 'Bersama calon imam' dengan emoticon gambar hati.


Saat sudah sampai di rumah Renata, mereka disambut oleh kedua orang tua gadis itu. Terpaksa Juki pun turun untuk menyapa mereka. Dia mereka segan pada orang tua sahabatnya karena mereka selalu memperlakukannya dengan baik.


"Malam Om, Tante. Maaf nganter Rena kemalaman," sapa Juki berbasa-basi.


"Iya, tidak apa. Terima kasih sudah diantar, Juki. Ayo masuk dulu!" ajak Tuan Adam, papanya Regan.

__ADS_1


"Maaf, Om mungkin lain kali saja, soalnya sudah terlalu malam," tolak Juki dengan halus.


"Oh, iya gak apa. Hati-hati di jalan ya!"


"Makasih ya Kak Juki!" Tanpa rasa malu, Renata langsung mencium pipi Juki di depan kedua orang tuanya. Tentu saja hal itu membuat Juki menjadi kikuk. Dia merasa malu dengan orang tua gadis itu.


"Jangan malu Jupiter! Renata memang terbiasa mencium pipi orang-orang yang disayanginya. Apalagi kalian sudah berencana menikah. Hal itu sudah menjadi lumrah di keluarga kami," ucap Hilda, mamanya Renata.


"Iya, Tante! Saya permisi dulu," pamit Juki langsung pergi dari rumah Renata setelah cukup berbasa-basi dengan orang tua gadis itu.


Sepanjang perjalanan menuju ke apartemennya yang berlawanan arah dengan rumah Renata, Juki pun memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Rasanya dia ingin cepat-cepat sampai di apartemennya dan mengistirahatkan badannya yang terasa lelah.


Hingga saat sudah tiba unit apartemennya, Juki hanya menggelengkan kepalanya melihat Shelo yang tertidur di sofa. Perlahan dia pun mendekat dan duduk di tepi sofa tempat Shelo tertidur. Dia menatap wajah damai istrinya yang sedang tertidur pulas.


Merasa puas memandangi wajah cantik Shelo, Juki pun perlahan mengangkat gadis itu dan memindahkannya ke kamar. Dia langsung menuju ke kamar mandi setelah menidurkan Shelo di atas tempat tidur.


Tidak butuh waktu lama untuk laki-laki itu membersihkan dirinya. Kini dia sudah terlihat fresh dengan piyama yang melekat di tubuhnya. Juki kembali ke ruang tengah saat dia teringat tas kerjanya tertinggal di sana. Dia pun langsung membereskan barang-barang Shelo yang tercecer di sana.


Aku jadi penasaran dengan ponselnya. Kalau aku membukanya mungkin tidak dosa kali ya! Dia kan istri aku, batin Juki.


Setelah menimang-nimang, dia pun langsung membuka ponsel Istrinya setelah menyimpan tas kerja dan laptop Shelo. Tidak sulit bagi dia untuk membuka sandi ponsel gadis itu. Karena memang Juki ahli di bidang IT.


Dia melihat-lihat galeri ponsel istrinya. Dia tersenyum melihat pose Shelo yang menurutnya unik. Puas melihat-lihat galeri, laki-laki itu pun mulai membuka aplikasi chatting gadis itu. Banyak pesan yang masuk ke sana. Dia pun membuka grup chat para author.

__ADS_1


"Kenapa Shelo masuk grup chat ini? Apa karena dia suka baca novel online jadinya ikutan masuk grup chat author agar dia lebih dekat dengan idola," gumam Juki.


Dia malah menyimak obrolan para author yang sedang membicarakan editor mereka yang telat memberikan feedback. Juki jadi tertawa geli saat dirinya juga ikut dibahas. Tapi untungnya, mereka membicarakan tentang dia hal yang baik-baik.


"Ternyata seperti ini kalau emak-emak sudah rumpi. Segala dibahas, dari mulai tetangganya, suaminya, pendapatan mereka pun pada dibahas." Juki mulai karena malam memang sudah sangat larut.


Dia sampai lupa mau mengecek dengan siapa saja istrinya berhubungan. Meskipun dia tahu kalau Shelo memang tidak suka neko-neko tapi tetap saja ada rasa khawatir kalau istrinya bermain dengan laki-laki lain di belakang dia. Meskipun itu hanya di dunia maya.


"Sudahlah, kapan-kapan saja aku cek lagi ponselnya. Gara-gara keasyikan baca rumpian emak-emak nih," gumam Juki.


Dia pun mulai merebahkan badannya. Tidak lupa dia memeluk guling hidupnya. Laki-laki itu pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dengan memegang buah yang menggemaskan itu. Juki tersenyum sebelum dia benar-benar terlelap tidur.


"Kenapa tidak dari dulu aku berdamai dengan dia? Mungkin setiap malam aku bisa memegangnya seperti ini. Ternyata menikah itu sangat menyenangkan," gumam Juki sebelum dia benar-benar terlelap tidur.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambl nunggu up Juki dan Shelo, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2