Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 40 Terjebak


__ADS_3

Selama bekerja, Shelo lebih banyak diam. Dia menahan rasa kesalnya dengan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Tentu saja hal itu membuat teman kerjanya menjadi heran dengan perubahan sikap Shelo yang tiba-tiba.


"Mbak Shelo kenapa?" tanya Erina, teman kerja Shelo satu bagian.


"Tidak apa. Aku merasa tidak enak badan. Boleh ijin pulang gak ya!"


"Mbak Shelo sakit?"


"Iya, kepalaku pusing sekali," keluh Shelo.


"Ya sudah! Ayo saya antar ke HRD untuk ijin pulang," ajak Erina.


Shelo pun hanya menurut saja, apa yang dikatakan oleh Erina. Dia mengikuti langkah teman kerjanya dengan berjalan lunglai. Setelah semua ijin-perijinan selesai, dia pun berniat langsung pulang tanpa memberitahu pada Juki.


"Mbak Erina, aku langsung pulang ya!"


"Mbak Shelo sudah memberitahu Mas Jupiter belum?" tanya Erina.


"Sudah!" Bohong Shelo.


Kekesalannya yang membuncah pada Juki, membuat wanita cantik itu enggan pulang ke unit apartemennya. Dia memilih untuk pergi ke roof top apartemen untuk menghilangkan kejenuhannya dengan melihat sibuknya kota metropolitan dari ketinggian.


Dia terus merenungi pernikahannya dengan Juki. Rasanya dia ingin menyerah saat melihat Juki masih bersikap seperti itu pada Renata. Entah kenapa, rasanya dia tidak rela saat melihat Juki dipeluk oleh wanita lain.


"Juki sialan! Kamu pikir, hanya kamu saja yang bisa peluk-pelukan. Awas saja, akan aku balas!" ancam Shelo dengan melihat ke arah gedung bertingkat milik Pratama Group.


Baru saja, Shelo selesai bicara, tiba-tiba saja langit berubah menjadi mendung. Namun, dia tidak memperdulikannya. Shelo malah asyik mengambil gambar dirinya dengan background langit yang sepertinya ingin turun hujan. Sampai akhirnya, hujan pun mulai turun membasahi bumi.

__ADS_1


Bukannya berlindung, dia justru menikmati setiap rintik hujan yang menerpa tubuhnya. Shelo merentangkan tangannya dengan kepala menengadah ke langit seraya memejamkan matanya.


"Biarlah air hujan menghapus jejak kamu Juki. Aku benci sama kamu, benciiii ...."


Duarr!


Shelo langsung lari tunggang langgang saat dia mendengar suara petir yang menggelegar. Dia ketakutan menuju ke pintu roof top. Namun sialnya, pintu itu mendadak terkunci. Shelo terus saja mencoba untuk membuka pintu. Tetapi dia tetap tidak bisa membukanya.


"Kenapa jadi terkunci? Bukannya tadi mudah sekali membukanya," gumam Shelo.


"Siapa yang harus aku mintai tolong. Ah iya, Dion. Dia pasti mau bantu aku."


Di tengah-tengah rasa takutnya karena hujan yang turun semakin deras dengan suara petir yang terus bersahutan, Shelo pun menghubungi Dion. Tetapi laki-laki itu tidak mengangkatnya. Menghubungi Audy pun sama. Panggilan telponnya tidak diangkat juga. Dia tidak mau menghubungi Juki karena masih kesal pada laki-laki itu. Sampai akhirnya dia menelpon pada Kak Peter, barulah panggilan teleponnya diangkat.


"Halo kak, bisa minta tolong tidak?"


"Aku ... Aku terjebak di roof top. Di sini hujan lebat, aku takut mendengar suara petir yang menggelegar."


"Bahaya sekali berada di sana. Kirim alamatnya kak! Saya akan segera ke sana."


Shelo langsung mengirimkan alamat apartemen milik Juki. Tentu saja hal itu membuat Juki mengerutkan keningnya saat tahu kalau Miss Selow yang selalu membuatnya penasaran ternyata berada di apartemen yang sama dengannya. Yang membuat dia semakin heran, kenapa suara Miss Selow terdengar mirip dengan suara istrinya.


Di tengah rasa khawatir dan penasaran yang memenuhi hatinya, Juki pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Untung saja jalanan lengang, membuat Juki tidak butuh waktu lama untuk sampai di apartemen.


Dia segera mengubungi pihak keamanan apartemen, agar membantunya untuk membuka pintu roof top. Saat tiba di sana, satpam pun membukakan pintu roof top dengan kunci cadangan yang dia bawa. Juki sangat terkejut saat melihat Shelo sudah tidak sadarkan diri di depan pintu.


"Shelo, Shelo bangun! Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Juki dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Mas sebaiknya segera di bawa ke rumah sakit. Sepertinya dia terkena hembusan petir. Tadi memang ada petir yang sangat besar sekali di sini," ucap satpam yang membantu Juki membuka pintu.


Dengan menahan air matanya, Juki pun mengangkat tubuh istrinya yang tidak sadarkan diri. Ada ketakutan tersendiri dalam hatinya, jika Shelo ternyata tidak bisa diselamatkan.


Apa yang kamu lakukan di roof top Shelo? Apa karena tadi pagi kamu marah jadinya tidak berangkat kerja dan memilih ke roof top? tanya Juki dalam hati.


Dia pun bergegas membawa istrinya ke rumah sakit. Saat tiba di sana, dokter segera memberi tindakan untuk menyelamatkan Shelo. Sementara Juki menungu di depan IGD.


Laki-laki itu membuka ponsel istrinya dan membaca setiap pesan yang masuk ke sana. Dia tersenyum kecut, saat tahu kalau Miss Selow itu ternyata istrinya sendiri. Ingin rasanya dia menertawakan diri sendiri. Dengan semua kebodohannya selama ini. Dia benar-benar tidak menyangka kalau selama ini sering curhat dengan musuh bebuyutan yang kini menjadi istrinya.


"Shelo dan Selow, kalian selalu membuat aku tidak tenang."


Tidak berapa lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruang IGD. Juki pun segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan keadaan istrinya.


"Dok, bagaimana keadaan istriku?" tanya Juki dengan tidak sabaran.


"Keadaannya baik-baik saja. Dia hanya syok, sebentar lagi akan dipindah ke ruang perawatan," jelas dokter.


"Baik, Dok. Terima kasih!"


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shelo-Juki update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2