Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 35 Tawaran Kerja


__ADS_3

Dengan berpayung pohon kelapa, pasangan suami istri itu menikmati angin laut di siang hari yang terik. Keduanya asyik bersua foto bersama, mengabadikan moments perdamaian kedua musuh bebuyutan itu.


"Shelo, sini dekat aku fotonya!" ajak Juki seraya menarik Shelo agar lebih mendekat ke arahnya.


Shelo pun hanya mengikuti keinginan suaminya. Dia langsung merapatkan tubuhnya pada tubuh Juki. Namun, siapa sangka Juki langsung mencium bibirnya seraya membidikkan kamera ponselnya. Dia tersenyum melihat Shelo yang terkejut dengan ulahnya.


"Sekarang tinggal aku upload. Bukankah dulu kamu marah karena Renata mencium aku. Sekarang biarkan dia yang kepanasan karena aku yang mencium kamu," ucap Juki seraya meng-upload foto yang tadi dia ambil bersama dengan Shelo.


"Juki, jangan kekanakan deh. Gak usah di-upload begitu!" cegah Shelo. Tetapi dia terlambat karena Juki sudah meng-upload semua foto mereka saat sedang di pantai dengan caption, 'Hidup ini sebuah pilihan dan aku memilih keluarga sebagai prioritas utamaku. Terima kasih wife!'


Shelo hanya bisa tersipu membaca apa yang ditulis suaminya. Dia tidak pernah menyangka kalau Juki akan benar-benar mempertahankannya. Padahal, selama ini mereka tidak pernah akur. Entah dapat ilham darimana laki-laki itu bisa memilihnya.


"Sudah waktunya jam makan siang. Kita makan dulu yuk, di restoran sea food!" ajak Juki seraya bangun dari duduknya.


"Juki, makan di sana kan mahal. Nanti uang kamu habis, bagaimana?" tanya Shelo khawatir.


"Ya ampun Shelo! Cuma makan di sana nggak bakalan ngabisin uang tabungan aku. Kamu tenang saja, suamimu ini tidak semiskin itu." langsung merangkul pundak Selo dan mengajaknya ke parkiran mobil.


Hanya butuh waktu beberapa menit saja dengan menggunakan mobil, mereka sudah sampai di restoran seafood yang terkenal di daerah pantai utara Jakarta. keduanya kini sedang asyik memilih menu yang ingin mereka makan. Sampai akhirnya ada seseorang yang menepuk pundak Juki dari belakang.


"Hai Jupiter! Kebetulan kita bertemu di sini," sapa Orion teman SMU Regan. Namun Juki mengenalnya karena mereka sering bermain bersama saat sama-sama masih lajang.


"Hai Ion, aku baik! Ke sini dengan siapa?" tanya Juki celingukan karena dia tidak melihat Ion bersama dengan orang lain.

__ADS_1


"Aku mau bertemu dengan temanku. Ada project baru. Apa kamu masih bekerja dengan Regan?" tanya Orion.


"Tidak, aku sudah berhenti dari perusahaan dia," jawab Juki.


"Wah kebetulan sekali, aku sedang butuh seorang programmer untuk memegang e-commerce yang mau aku rilis. Kalau kamu bersedia, kamu bisa bergabung denganku," ucap Orion dengan wajah berbinar.


"Duduk dulu! Kita ngobrol sambil duduk," ajak Juki mempersilakan Orion duduk di sampingnya.


Orion pun mengikuti apa yang Juki katakan. Laki-laki langsung duduk di samping teman lamanya. Sampai akhirnya dia sadar kalau Juki tidak sendiri di meja itu.


"Apa dia istrimu?" tanya Orion dengan menelisik penampilan Shelo.


"Iya. Kenalkan ini istriku Shelomita dan Shelo, ini Orion, temannya Regan." Juki memperkenalkan keduanya.


"Dan juga temannya kamu, Juki."


"Jangan begitu! Sudah lupakan masalahmu dengan Regan. Lebih baik kita bekerja profesional, tidak mencampurkan urusan keluarga dan pekerjaan. Menurutku, dia keterlaluan bersikap seperti itu sama kamu," ucap Orion panjang lebar.


"Apa kamu tahu tentang masalahku dengan Regan?" tanya Juki merasa heran dengan ucapan Orion.


"Sebenarnya, aku ada di sana, waktu kamu diusir oleh Regan. Aku pun bertanya pada dia kenapa dia bersikap seperti itu sama kamu. Dia menceritakan semuanya soal kamu mengingkari janji kamu untuk menikahi Renata. Tapi ternyata pilihan kamu memang tepat, istrimu lebih cantik dari Renata." Orion tersenyum menggoda teman lamanya itu. Sebagai sesama lelaki, Orion bisa mengerti kenapa Juki lebih memilih istrinya. Padahal Renata memiliki segalanya.


"Jangan coba-coba merayu istriku, Ion!"

__ADS_1


"Tenang saja, aku sudah insyaf. Pawangku selalu ganas di ranjang. Hahaha ... Sudah sudah ... Lebih baik besok kamu ke kantorku saja. Kita bicarakan tenta, projects baruku. Kamu mau freelance juga bisa. Asal setiap kali aku butuhkan, bisa datang. Syukur-syukur mau bekerja di perusahaan. Aku jadi bisa lebih tenang."


"Mas, apa ada lowongan untuk perempuan? Aku sedang mencari pekerjaan," celetuk Shelo.


Juki dan Orion saling berpandangan. Sampai akhirnya Juki angkat bicara. "Kalau Shelo bisa bekerja di perusahan kamu, aku akan bekerja di tempat kamu."


"Baiklah, kalian berdua di terima bekerja di tempatku."


"Terima kasih, Mas!" Shelo tersenyum manis pada Orion, membuat Juki jadi kesal melihatnya.


Sementara di tempat lain, terlihat seorang gadis yang sedang uring-uringan. Dia merasa sangat kesal saat melihat foto-foto Shelo dan Juki. Apalagi laki-laki itu terlihat mencium Shelo. Hampir saja, ponselnya dia banting. Tapi untung saja, dia sedang berada di kelas, sehingga Renata sebisa mungkin menguasai emosinya.


Sial banget, mereka enak sekali bermesraan di depanku. Awas saja kalian! Aku tidak akan tinggal diam pada orang yang sudah menyakitiku.


Renata segera menyudahi pelajarannya. Dia bergegas pulang menuju ke rumah dan membanting semua barang yang ada di kamarnya. Sampai akhirnya Renata pingsan saat dia tidak bisa mengendalikan amarahnya.


Pembantu rumah yang menegtahui hal itu, segera menghubungi orang tua Renata. Nona mudanya memang selalu begitu setiap kali keinginannya tidak terpenuhi. Dia akan marah besar sampai akhirnya masuk ke rumah sakit karena penyakit jantungnya kambuh.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungnnya ya kawan. Klik like, comment, rate, vote, giftdan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil nunggu Shelo - Juki update, yuk kepoin juga karya keren satu ini.



__ADS_2