Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 29 Curhat


__ADS_3

Selama mengajar, pikiran Shelo terus saja melayang ke mana-mana. Sampai saat ada salah satu murid bertanya padanya, dia tidak meresponnya karena terllau asyik dengan lamunannya.


"Bu Guru, bagaimana cara mencari biaya penyusutan pada kendaraan bermotor," tanya salah satu murid.


Merasa gurunya hanya diam saja, salah satu murid yang terkenal suka iseng di kelas itu pun langsung berteriak tanpa ada yang menyuruhnya. "BU GURU MALL RAMA YANI DISKON TUJUH PULUH PERSEN."


"Apa? Diskon?" tanya Shelo kaget karena mendengar teriakan muridnya.


Sontak saja semua siswa yang ada di kelas itu langsung tertawa melihat kekagetan Shelo. Namun, mereka langsung terdiam saat mata Shelo hampir keluar melihat ke arah anak muridnya. Mereka bukan takut, tetapi tidak ingin menyingung guru kesayangannya. Karena meskipun mata Shelo hampir lepas dari tempatnya, menurut anak muridnya, guru mereka itu lucu.


"Ruli, kenapa kamu berteriak di kelas?" tanya Shelo.


"Bu Guru juga kenapa melamun di kelas? Kita kan lebih senang kalau Bu Guru cerewet dan menjelaskan materi, daripada melihat Ibu murung dan melamun."


"Iya, maaf! Tadi Ibu sedang berpikir, bagaimana kalau libur semester kita kemping. Kayaknya seru," kelit Shelo.


"Asyik Bu. Horayy ...." Semua siswa di kelas itu terlihat antusias mendengar rencana Shelo yang asal ceplos. Mereka senang karena akhirnya bisa pergi kemping bersama dengan guru kesayangan mereka.


"Sudah sudah! Ayo dilanjut lagi belajarnya!"


Shelo tersenyum melihat anak-anak didiknya yang mampu mengalihkan kegalauan hatinya. Dia pun kembali fokus menerangkan apa yang tidak dimengerti oleh mereka. Sampai terdengar suara bel pulang. Dia pun menyuruh semua muridnya untuk beres-beres dan berdoa sebelum pulang.


Satu per satu anak muridnya mencium punggung tangannya sebelum mereka pulang ke rumah. Setelah semuanya muridnya keluar dari kelas, barulah dia membereskan barang-barangnya dan pergi ke ruang guru. Dia berjalan gontai menyusuri lorong sekolah. Sampai akhirnya bertemu dengan Pak Tito yang baru keluar dari ruang peralatan.


"Bu Shelo lesu sekali," sapa Tito.


"Iya, Pak. Masih kurang enak badan," sahut Shelo dengan tersenyum.


"Semoga cepat pulih ya, Bu. Saya ke sana dulu," Tito langsung pergi menuju ke lapangan untuk membereskan alat-alat yang tadi dipakai untuk mengajar olah raga.


Sementara Shelo langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruang guru. Dia bergegas membereskan barang-barangnya agar bisa cepat-cepat pulang. Entah kenapa, dia jadi malas bertemu dengan Renata. Bukan karena Shelo membenci gadis itu, tetapi karena dia merasa malas mendengarkan cerita tentang Renata dan Juki. Beruntung dia tidak berpapasan dengan gadis itu karena Renata masih berada di kelas yang di-ampunya.


"Lebih baik aku langsung pulang dan setor naskah. Daripada pusing mikirin mereka. Terserah deh mau Juki gimana. Lanjut ayo, gak juga gak apa-apa. Lagian kalau janda, wajar aja kali kalau udah gak perawan lagi," gumam Shelo.


Bu Guru cantik itu langsung naik ke ojek online yang dipesannya. Dia ingin buru-buru sampai ke rumahnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Saat sudah sampai di apartemennya, Shelo langsung membanting tubuhnya ke sofa yang ada di ruang tengah. Dia mengambil ponselnya karena ingin curhat pada seseorang.


Send to Kak Peter


^^^[Halo Kak, boleh curhat gak?]^^^

__ADS_1


[Halo juga, apa ada masalah dengan cerita yang Kakak buat]


^^^[Ish ... Bukan soal cerita, tapi aku lagi bingung, Mending pilih pasangan kita, meskipun sebenarnya gak cinta atau sahabat]^^^


[Pasangan]


^^^[Alasannya?]^^^


[Karena sahabat pasti akan memiliki kehidupan pribadi. Tidak mungkin dia akan terus menemani kita, sedangkan pasangan hidup kita, pasti selamanya dia akan bersama kita]


^^^[Apa Kakak akan setia pada pasangan Kakak?]^^^


[Tentu saja, kenapa? Apa pasangan Kakak tidak setia?]


^^^[Iya, Kak. Dia ada main dengan sahabat aku]^^^


[Kakak tahu dari mana? Apa sudah dicari tahu kebenarannya?]


^^^[Iya, bahkan sahabat aku itu dikasih hadiah gelang. Padahal aku yang istrinya, tidak pernah dikasih hadiah.]^^^


[Sabar ya Kak, bagaimana kalau saya saja yang kasih Kakak hadiah?]


[Oh, suami Kakak tidak peka sekali ya! Apa seperti dalam cerita Kakak, suami yang cuek dan dingin tapi lama-lama bucin?]


^^^[Hahaha ... Bisa saja Kak Peter. Sudahlah Kak, aku mau masak dulu. Sebentar lagi suamiku pulang. Makasih ya Kak! Mau aku gangguin.]^^^


[Sama-sama Kak]


Shelo langsung menyimpan ponselnya. Dia menuju ke kamar Juki yang kini menjadi kamarnya juga. Setelah dia menyimpan barang-barang yang di bawanya, Shelo pun berlalu menuju ke kamar mandi. Dia ingin mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin agar lebih fresh dan menghilangkan kejenuhannya.


Selesai acara bersih-bersih, Shelo pun segera berpakaian lalu menuju ke dapur. Dia mengolah bahan makanan yang masih tersisa di lemari es. Karena ternyata stok bahan makanan dia sudah habis. Hanya tersisa sayur sawi dan wortel.


"Mending bikin seblak saja deh. Untung masih ada bakso dan telor. Biar saja, Juki suruh beli lauk sebelum pulang. Aku lagi malas keluar lagi. Malas kalau nanti bertemu dengan Renata dan membicarakan kebahagian dia dengan Juki," gumam Shelo.


Dengan kekuatan sepuluh jarinya, hanya dalam waktu singkat, seblak buatannya siap dihidangkan. Shelo berkali-kali menjilat lidahnya sendiri melihat kuah seblak yang berwarna merah. Sudah pasti rasanya akan terasa pedas.


Sebelum dia menyantap seblaknya, Shelo pun memotretnya terlebih dahulu dan memposting di media sosial miliknya dengan caption, 'Pedasnya nonjok.'


Dia pun langsung melahap seblak buatannya setelah membuat postingan itu. Sampai akhirnya ada notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Shelo tersenyum saat dia tahu kalau Kak Peter yang mengomentari postingannya.

__ADS_1


Peterpan


[Kak Selow pintar sekali masak, jadi penasaran ingin mencicipi


Miss Selow


[Sini Kak ke apartemen! Tapi siap-siap aja kena amuk bodyguard aku]


Princess Renata


[Kak Selow, aku mau. Bawa dong ke sekolah!]


Miss Selow


[Kapan-kapan ya Rena]


Shelo langsung menutup kembali ponselnya. Dia tidak peduli dengan banyaknya notifikasi yang masuk. Dia memilih makan di balkon dan meninggalkan ponselnya di meja makan. Seraya menikmati langit sore yang berwarna kemerahan, Shelo pun menghabiskan seblak hingga tak bersisa.


Nyaman juga hidup sendiri. Daripada ada yang menemani tapi hanya bisa bikin hati nyesek. Ah ... Seandainya aku bisa memilih, aku ingin sekali dijodohkan dengan Kak Peter. Tapi semua itu tidak mungkin, aku dan dia sudah sama-sama memiliki pasangan. Tapi bersahabat baik dengannya, mungkin bukan kesalahan kali yah, batin Shelo.


...~Bersambung~...


Kepoin juga yuk karya terbaru Author, JANDA SEBELUM MENIKAH.


Blurd :


Karena cintanya yang begitu besar, Summer Lavigne rela menyerahkan kesuciannya pada kekasihnya Rain Noviar Lazuardi. Namun, saat dia ingin mengatakan tentang kehamilannya pada Rain, Summer harus menelan pil pahit. Tanpa sengaja dia melihat Rain menikah dengan sahabatnya sendiri Yasmin karena perjodohan.


Tidak ingin dijadikan sebagai istri kedua, Summer pun memilih untuk pergi jauh dari kehidupan Rain. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali dalam sebuah platform novel online.


Di saat yang bersamaan, Summer sedang dekat dengan seorang lelaki yang begitu baik padanya. Hingga hatinya yang telah gersang, seperti tersirami dengan kehadiran lelaki itu.


Mungkinkah Summer akan kembali pada Rain? Ataukah memilih cinta yang baru?


Bagaimana pula cara putra mereka menyatukan kembali kedua orang tuanya? Mungkinkah usahanya akan berhasil?


Yuk ikuti terus kelanjutan ceritanya!


__ADS_1


__ADS_2