
Malam semakin larut, tetapi acara barbeque kini dilanjutkan dengan game putar botol. Para lelaki tampan itu seperti mengenang masa-masa kebersamaan mereka saat masih lajang dulu. Sering menghabiskan malam bersama di saat akhir pekan.
"Nah, botolnya berhenti di Elgar. Kejujuran atau tantangan?" tanya Orion.
"Kejujuran," jawab Elgar enteng.
""Siapa cinta pertama kamu?"
"Devanya."
"Apa? Dia cinta pertama aku, Bang!" pekik Orion kaget.
"Ck! Sudahlah Ion, kita sama-sama gak bisa dapatkan dia juga. Tapi kamu lebih beruntung pernah pacaran sama dia," ucap Elgar.
"Awas saja kamu Ion, gak aku kasih jatah malam ini," celetuk Luna, istrinya Orion.
"Biarin saja, aku mau minta sama yang lain. Iya gak Regan? Banyak cewek yang naksir sama aku kho." Orion seperti tidak peduli dengan ancaman istrinya.
"Pulang sekarang!' ketus Luna mulai sewot.
"Ck! Dasar cewek repotin!" Orion berdecak sebal. "Jupiter, aku pulang duluan ya!"
Meskipun Orion selalu bersikap semaunya pada istrinya, tetapi dia selalu mengikuti keinginan Luna. Sementara yang lain melanjutkan permainannya. Sampai akhirnya botol kaca itu mengarah pada Juki.
"Kejujuran atau tantangan?" tanya Regan
"Kejujuran," jawab Juki.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu mulai mencintai istrimu? Bukankah dulu kalian bermusuhan?" tanya Regan penasaran.
"Entahlah! Tapi saat aku mendengar dia akan menikah dengan laki-laki lain, aku merasa tidak ikhlas. Tapi aku tidak bisa mengatakan itu cinta atau bukan," jawab Juki apa adanya.
"Lalu sekarang, apa kamu sudah mencintainya?" tanya Regan lagi.
"Tentu saja, apalagi sekarang ada benihku di perutnya."
"Baiklah aku mengerti!"
Botol pun kembali di putar. Kini mengarah pada Regan dan Beno yang memberi pertanyaan pada bosnya itu. "Kejujuran apa tantangan?"
"Kejujuran," jawab Regan.
"Siapa cinta pertama kamu, Bos?" tanya Beno lagi.
"Apa? Kamu pernah mencintai istriku?" tanya Juki kaget.
"Aku mulai menyukai dia, saat dia masih kuliah dan sering bersama dengan adikku. Aku mulai tertarik dari pertama kali aku melihatnya di kampus. Tapi aku tidak berani untuk mendekatinya."
"Bagaimana bisa seorang pecinta wanita tidak punya keberanian untuk mendekati seorang gadis?" tanya Beno merasa tidak percaya
"Karena perasaan aku benar-benar tulus sama dia. Aku takut saat aku jujur, lalu dia menolaknya maka akan terasa canggung."
"Terima kasih kamu tidak memaksakan perasaan kamu seperti Rena," ucap Juki tulus.
"Kamu tenang saja Jupiter! Aku bukan perebut istri orang."
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian, semua tamu pun pulang ke rumah masing-masing. Tinggallah Juki dan Shelo yang membereskan sisa acara tadi di bantu oleh pembantu rumahnya. Setelah semua terlihat rapi kembali, Shelo pun segera pergi ke kamarnya karena badannya sudah terasa sangat lelah.
Tidak jauh beda dengan Juki yang mengekor Shelo dari belakang. Saat tiba di anak tangga yang paling bawah, tanpa bicara lagi Juki langsung menggendong Shelo ala bridal style. Tentu saja hal itu membuat Shelo menjadi kaget.
"Juki!" pekik Shelo.
"Kamu pasti cape naik ke atas. Kasian anak kita kalau kamu kelelahan," ucap Juki lembut.
Shelo tidak bicara lagi. Dia hanya melihat rahang tegas Juki yang sedang menggendongnya. Sampai Juki menurunkannya di atas tempat tidur, barulah Shelo berbicara.
"Makasih!"
"Iya, aku ke kamar mandi dulu. Apa kamu mau membersihkan muka dulu?" tanya Juki seraya melihat ke arah Shelo yang sepertinya sudah ngantuk.
"Mau, tapi aku ngantuk banget."
"Biar aku bersihkan saja. Sebentar aku bawa lap muka dan air hangat dulu." Juki pun berlalu pergi meninggalkan Shelo di tepat tidur.
Tanpa bisa ditahan lagi, Shelo langsung tertidur karena sangat mengantuk. Sementara Juki kembali dengan membawa lap muka dan air hangat di mangkok besar. Dia hanya menggelengkan kepala melihat Shelo yang sudah tertidur pulas.
Perlahan dia pun membersihkan wajah Shelo dengan pembersih make-up. Kemudian mengelap muka tangan dan kaki Shelo. Setelah semua selesai, Juki pun segera menyimpan semuanya agar secepatnya bisa tidur memeluk istrinya.
"Entah sejak kapan aku mulai mencintainya. Yang aku tahu, aku tidak suka melihat dia ersama dengan laki-laki lain. Apalagi mengagungkan mereka di depan aku. Aku ingin, hanya aku yang terlihat sempurna di matanya," gumam Juki dengan mengeratkan pelukannya pada Shelo
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih....