Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 39 Hampir terungkap


__ADS_3

Hari-hari pun terus berlalu, tidak terasa sudah satu bulan Juki dan Shelo bekerja di perusahaan Orion. Kondisi di perusahaan Regan pun sudah teratasi dengan baik. Kini sudah ada orang yang menggantikan posisi Juki di sana. Membuat Beno dan Rain sudah bisa bernapas dengan lega.


Hubungan Juki dan Shelo pun sudah semakin membaik. Meskipun belum ada ungkapan kata cinta di antara mereka. Namun Juki dan Shelo sudah tidak segan untuk saling berbagi dalam segala hal. Apalagi berbagi kenikmatan di atas tempat tidur yang hampir setiap hari mereka lakukan.


"Ah ... Shelo aku mau keluar." Juki langsung melenguh panjang mengakhiri olahraga malamnya. Laki-laki itu langsung ambruk di atas tubuh istrinya.


Shelo hanya terdiam menikmati rasa nikmat yang dia rasakan di bawah sana. Setelah kedua sama-sama puas mengeluarkan apa yang ingin mereka keluarkan, akhirnya Juki berpindah dengan tidur di sebelah Shelo.


"Shelo, libur besok kita pulang yuk! Rasanya sudah lama tidak pulang ke rumah," ajak Juki. "Mama sama Papa pasti kaget melihat kita sudah tidak perang lagi," lanjutnya.


"Boleh! Aku juga sudah kangen ingin ketemu dengan ibu," jawab Shelo seraya bangun dari tidurnya. Dia pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa percintaannya sebelum dia terlelap tidur. Begitupun dengan Juki yang mengikuti istrinya ke kamar mandi.


Selesai membersihkan sisa-sisa percintaannya, Shelo pun kembali ke tempat tidur. Namun, baru saja dia menarik selimutnya, Juki sudah berbicara terlebih dahulu. Yang membuat wanita cantik itu mengurungkan niatnya untuk tidur.


"Shelo, bikinin nasi goreng ya! Perutku lapar," suruh Juki.


"Baiklah!" sahut Shelo langsung pergi ke dapur.


Dia menyiapkan semua bahan-bahan dan bumbu untuk membuat nasi goreng. Saat melihat ke arah jam dinding, Dia hanya bisa menghela napas dalam karena ternyata waktu sudah menunjukkan angka satu.


Sudah pagi saja. Nanti jam empat aku sudah bangun untuk sholat subuh. Aku harus cepat-cepat masaknya biar bisa langasung tidur, gumam Shelo.


Dengan kekuatan sepuluh jari, akhirnya nasi goreng yang selalu membuat lidah Juki ketagihan itu sudah jadi. Shelo langsung pergi ke kamar tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Namun sampai di sana, dia justru berselancar di dunia maya.


"Sudah lama aku hiatus. Semenjak ada kabar kalau Kak Peter resign, aku jadi malas nulis di sana. Padahal apa hubungannya coba? Selain itu juga, aku setiap hari kelelahan mengikuti keinginan Juki. Sebelum tidur minta, bangun tidur minta lagi. Tapi anehnya, kenapa aku mau saja ya!" gumam Shelo dengan membaca semua pesan yang ada di grup chat.


Dia hanya senyam senyum sendiri membaca candaan teman-teman sesama penulis tanpa berniat untuk ikut menimpali. Sampai akhirnya ada yang mengirim pesan gambar di grup chat itu.


"Kenapa ada foto Juki di tim editor biru. Memangnya dia pernah jadi editor? Bukannya dia lulusan tehnik informatika ya! Soalnya aku juga ikut pas dia wisuda di Bandung," gumam Shelo. "Tapi yang mana Kak Peter ya! Apa mungkin yang ini," tebak Shelo pada laki-laki tampan yang berdiri di samping Juki.


Dia terus saja memperhatikan laki-laki yang dia kita Kak Peter. Sampai akhirnya Juki datang menghampirinya. Shelo melihat ke arah Juki lalu dia bertanya.

__ADS_1


"Juki, memangnya kamu pernah jadi editor Biru?" tanya Shelo to the poin.


"Pernah, memangnya kenapa?" tanya Juki dengan mendudukkan bokongnya di tepi tempat tidur.


"Kho bisa? Memangnya kamu jurusan sastra?"


"Iya, aku ambil sastra Jepang."


Gara-gara kamu bilang mau kuliah ambil jurusan sastra, akhirnya aku pun kuliah lagi jurusan sastra karena aku tidak mau kalah sama kamu, tahunya kamu ambil jurusan akuntansi. Mana mungkin aku mendadak ganti jurusan kalau ternyata Natasha juga kuliah di sana, batin Juki.


"Oh gitu ya! Juki, foto yang di samping kamu itu siapa? Cakep banget," tanya Shelo dengan memperlihatkan foto yang ada di grup chat.


"Oh, itu Rain. Kamu suka sama dia?" tanya Juki dengan menatap lekat istrinya.


"Cakep sih. Coba aku belum nikah, aku kejar dia sampai dapat," ceplos Shelo.


Pletak!


"Nyebelin kamu Juki! Main sentil- sentil aja. Awas saja kalau nanti pagi kamu minta jatah, gak akan aku kasih," ancam Shelo dengan mencebikkan bibirnya. Dia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Dosa Shelo menolak ajakan suami," ucap Juki ikut merebahkan tubuhnya di samping wanita yang selalu memberikan warna berbeda dalam hidupnya.


"Bodo! Gak usah peluk-peluk! Aku lagi marah sama kamu," sergah Shelo saat tangan Juki melilit di pinggangnya.


"Kamu marah, aku naik nih!" Juki tidak mau kalah mengancam istrinya.


"Gak mau, aku mau tidur."


"Ya udah jangan marah!"


Akhirnya Shelo hanya diam membiarkan laki-laki itu memeluk tubuhnya. Sementara Juki hanya tersenyum tipis karena ternyata ancaman dia berhasil.

__ADS_1


Keesokan harinya, pasangan suami istri itu sudah bersiap untuk berangkat kerja. Saat bel apartemennya berbunyi. Shelo yang membukakan pintu sangat terkejut melihat kedatangan Renata.


"Rena! Ada apa pagi-pagi datang ke sini?" tanya Shelo dengan wajah herannya.


"Boleh aku masuk, Kak?" tanya Renata.


"Boleh, silakan masuk!" suruh Shelo langsung memberi jalan pada gadis itu.


Renata langsung masuk begitu saja. Dia bersikap seolah-olah tidak pernah ada masalah di antara mereka. Renata langsung tersenyum manis saat melihat Juki keluar dari kamar.


"Loh Rena, kamu datang ke sini dengan siapa?" tanya Juki yang sama terkejutnya dengan Shelo.


"Aku datang sendiri, Kak. Aku kangen sama Kakak. Kenapa Kakak tidak menjenguk aku di rumah sakit?" tanya Renata seraya memeluk Juki.


"Jangan seperti ini, Rena! Maaf, Kakak sibuk dengan pekerjaan Kakak yang sekarang," jawab Juki dengan melepas pelukan Renata.


Sementara Shelo hanya tersenyum tipis melihat semua itu. Dia langsung mengambil tasnya dan pergi dari apartemen suaminya. Shelo tidak peduli saat Juki terus memanggil namanya.


"Shelo tunggu! Rena Kakak harus berangkat kerja. Kamu pulang sajak ya!"


"Aku mau pulang kalau Kakak mau mengantarkan aku pulang ke rumah," ucap Renata mengajukan syarat pada Juki.


"Baiklah! Kakak antar kamu pulang."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukunganya ya Kak! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Shelo-Juki update yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2