
Warna jingga keemasan menghiasi langit sore, terlihat seorang laki-laki tampan sedang menarik kopernya di terminal kedatangan domestik. Dia sengaja sedikit mengulur waktu kepulangannya dari pulau Dewata, karena Juki sudah yakin pasti akan mendapatkan kemarahan dari mamanya.
Berkali-kali dia menghembuskan napasnya kasar saat keluar dari bandara menuju ke parkiran mobilnya. Rasanya dia sangat tidak bersemangat untuk pulang ke apartemen. Ingin rasanya di pergi lagi entah ke mana. Tapi sudah pasti mamanya akan terus menerus menghubunginya seperti tadi pagi. Sampai akhirnya dia mematikan ponselnya dalam waktu yang lumayan lama.
Saat sudah sampai di unit apartemen miliknya, Juki menarik napas panjang sebelum dia memasukkan password apartemennya. Namun, baru saja dia akan menghembuskan napasnya, tiba-tiba saja telinganya ada yang menjewer dari belakang.
"Aw ... Apa-apaan sih?" sentak Juki seraya memegang tangan orang yang menjewer-nya.
"Apa-apa ... Bagusnya sudah mulai melawan sama Mama. Ayo ikut Mama! Kamu harus menjelaskan semuanya," seru Mama Lintang yang baru datang setelah membeli makanan di minimarket yang ada di lantai dasar.
Dia segera menarik tangan putranya masuk ke dalam apartemen, tanpa melepaskan jeweran-nya. Mama Lintang benar-benar sangat kesal pada putranya karena masalah foto itu ditambah lagi Juki tidak menurut saat dia menyuruhnya untuk pulang pagi.
"Duduk kamu!" suruh Mama Lintang saat sudah sampai di dalam apartemen.
Shelo dan Papa Yoga hanya melongo melihat Mama Lintang yang menarik Juki seperti itu. Mereka hanya diam menonton drama ibu dan anak itu. Sampai akhirnya Mama Lintang berbicara setelah melihat Juki duduk di samping Shelo.
"Cepat, jelaskan pada istri kamu tentang foto itu. Siapa gadis itu sampai dia berani mencium kamu?" suruh Mama Lintang.
"Fo-foto apa, Mah? Mama marah bukan karena aku sudah ...." Dia tidak melanjutkan ucapannya saat Shelo mencubit pinggang suaminya dengan melotot ke arah Juki.
Kenapa Shelo marah? Memangnya foto apaan? Kapan aku difoto sama Shelo? bingung Juki.
"Kamu bikin salah apa lagi sama Shelo. Bukankah kamu pernah belajar agama, pernah belajar apa tugas dan kewajiban seorang suami pada istrinya. Lalu kenapa kamu melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang suami?"
"Aku melakukan yang seharusnya aku lakukan sebagai seorang suami pada istrinya. Aku hanya meminta hak aku sebagai seorang suami pada. Apa itu salah, Mah?" bela Juki.
"Hak kamu? Jadi kamu dan Shelo sudah ...."
"Ti-tidak Mah ...." Shelo langsung memotong ucapan mertuanya dan menyangkal dugaan wanita yang sudah sperti ibu kandungnya.
__ADS_1
"Shelo, bukankah kamu yang sudah mengadu sama Mama kalau kita sudah ...." Juki tidak melanjutkan ucapannya saat Shelo mencubit pinggangnya dengan keras membuat kedua orang tua yang ada di depan mereka saling berpandangan.
"Jadi kalian sudah gitu-gituan?" tanya Mama Lintang. Juki langsung menganggukkan kepalanya, sedangkan Shelo hanya menunduk malu. Sampai akhirnya terdengar suara kedua orang tua itu berseru bahagia.
"Alhamdulillah." Kompak Mama Lintang dan Papa Yoga.
Kini Shelo dan Juki yang jadi saling berpandangan. Mereka heran, kenapa kedua orang tua itu sangat bahagia mendengarnya? Sampai keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Tapi bukan hal itu yang membuat Mama marah sama kamu Juki. Coba kamu jelaskan siapa gadis yang sudah berani mencium kamu di depan api unggun!"
Degh!
Jantung kedua anak manusia itu langsung berdetak lebih kencang dari biasanya. Mereka tidak pernah menyangka kalau Mama Lintang akan tahu soal ciuman itu. Apalagi Juki yang tidak tahu menahu soal foto yang diunggah oleh Renata ke media sosial.
"Mama tahu dari mana kalau semalam ada pesta api unggun?" tanya Juki heran.
"Dia Renata, Mah. Adiknya Regan, bos sekaligus sahabat aku. Mama juga pernah bertemu dengan Regan dan Renata saat wisuda dulu," jelas Juki.
"Mama tidak ingat."
"Bagaimana Mama bisa ingat, kalau yang ada di pikirannya Mama hanya Shelo, Shelo dan Shelo saja," ucap Juki dengan memutar bola matanya malas.
"Terserah deh, siapa gadis itu. Tapi Mama minta sama kamu, jauhi dia! Kamu sudah menikah, Juki. Tidak baik kamu terlalu dekat dengan gadis lain. Apa kamu lupa dengan perjanjian yang sudah kalian buat saat menikah? Pokoknya Mama tidak terima ada kata perpisahan di antara kalian."
"Mah, Renata gadis yang baik. Mungkin dia lebih cocok untuk mendampingi Juki dari pada aku. Mama bisa lihat bagiamana Juki terlihat bahagia saat bersama dengan dia. Mah, Pah, lebih baik aku dan Juki ke hubungan semula. Agar kami tidak lebih dalam saling menyakiti," ucap Shelo sendu.
"Apa maksud kamu Shelo? Sudah aku bilang, aku tidak akan pernah menceraikan kamu," sentak Juki.
"JUKI!!!" bentak Papa Yoga. "Bicara baik-baik pada istrimu. Sekarang kalian selesaikan masalah kalian dengan baik. Papa tidak mau mendengar kata perpisahan dari kalian. Apalagi karena pihak ketiga. Ayo, Mah! Kita bri mereka waktu untuk bicara baik-baik!" ajak Papa Yoga seraya menarik tangan istrinya untuk keluar dari apartemen.
__ADS_1
"Ingat Juki! Mama tidak akan terima jika kamu menyakiti Shelo," seru Mama Lintang sebelum keluar dari apartemen putranya.
KIni tinggallah Juki dan Shelo yang saling berdiam diri. Sampai akhirnya laki-laki itu membuka suaranya. "Renata memang mencium aku, tapi kau tidak membalas ciuman dari dia. Itupun hanya sekilas."
"Terserah ...."
"Shelo, perceraian memang tidak dilarang dalam agama kita, namun Allah membenci sebuah perceraian. Aku tidak ingin melakukan hal yang dibenci oleh Allah. Soal ciuman itu, aku minta maaf sama kamu. Tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan dia."
"Juki, bukankah kita sama-sama terpaksa dengan pernikahan ini? Ayo kita cari kebahagaian kita masing-masing!"
"Apa kamu sangat ingin berpisah denganku?"
"Aku ...."
"Shelo, ayo kita berdamai! Aku juga lelah terus bertengkar denganmu," ajak Juki dengan menatap lekat wajah cantik istrinya.
"Kamu jangan bercanda, Juki. Aku tahu hanya kebencian di hati kamu untuk aku. Rasanya tidak percaya kalau kamu mendadak minta berdamai denganku."
Demi merasakan nikmatnya surga bersama kamu, aku rela menurunkan egoku, batin Juki.
"Aku tuh tidak mengerti dengan kamu, saat aku berbicara jujur, kamu tidak percaya. Tapi saat aku hanya bercanda, kamu mempercayainya. Aku serius Shelo! Jarang sekali aku mau mengajak berdamai lebih dulu pada orang yang tidak aku sukai."
"Baiklah, tapi setelah urusan kamu dengan Renata selesai."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....
__ADS_1