Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua

Janda Bengsrat Vs Perjaka Tua
Bab 13 Shelo Nyasar


__ADS_3

Sepulang dari mall, Shelo dan Juki tidak langsung pulang ke apartemennya. Juki terpaksa mengajak Shelo ke kampusnya tempat dia mengajar karena ada jadwal bimbingan untuk mahasiswa kelas karyawan. Mau tidak mau Shelo pun menunggu Juki di lobby kampus.


"Mbak, mau bimbingan juga?" tanya seorang lelaki yang terlihat masih muda.


"Nggak Mas! Aku hanya mengantar saudara bimbingan," jawab Shelo dengan tersenyum manis.


"Oh, kirain mau bimbingan dengan Pak Jupiter. Pak Jupiter sudah datang belum ya Mbak?" tanya laki-laki itu lagi.


"Udah datang, barusan masuk ke ruangannya."


"Apa ada yang bimbingan lagi gak ya Mbak di dalam?"


"Mas, aku bukan mahasiswa sini. Aku mana tahu di dalam ada yang bimbingan atau nggak. Kenapa Mas tidak tanya sama Mbak Resepsionis itu. Pasti dia banyak tahu soal kampus ini," jawab Shelo mulai ngegas.


"Biasa saja dong, Mbak! Cantik-cantik kho galak." Laki-laki terlihat tidak suka dengan jawaban Shelo. Padahal dia memang sengaja mendekati Shelo karena ingin mengajak ngobrol.


"Aku sudah biasa, tapi Mas-nya ngeselin. Sudahlah aku mau pulang saja," sewot Shelo dengan beranjak pergi dari lobby kampus.


Benar saja, dia langsung menghentikan bis yang lewat di depan kampus. Tanpa tahu ke mana bis itu akan membawanya pergi. Sampai akhirnya dia baru sadar kalau bis itu tidak melewati apartemen milik Juki.


"Loh Mas, memangnya bisnya gak lewat ke jalan XYZ?" tanya Shelo setelah jauh dari kampus tempat Juki mengajar.


"Gak lewat situ, Mbak. Ini mau langsung ke terminal," jawab kondektur.


"Lah terus, kalau aku mau ke jalan XYZ harus naik apa?" tanya Shelo mulai panik.


"Mbak harus pindah bis jurusan kota C, lalu turun di pasar ganti naik angkot. Karena bis gak ada yang lewat daerah sana," jelas kondektur itu.


"Mampus! Aku gak tahu banyak daerah sini," keluh Shelo.


"Mbak, minta jemput saja sama saudara. Kalau gak ikut bis saya lagi balik ke tempat Mbak naik."


"Aku minta jemput saja deh. Nanti bis lama mangkalnya," ucap Shelo.


Baru saja Shelo akan mencari kontak nama Juki. Terlihat ada panggilan telepon di layar ponselnya yang membuat kedua alis Shelo saling bertautan. Bagaimana tidak, My Cute Husband sedang melakukan panggilan telepon padanya.


"Juki gila kali ya! Cute darimananya coba," gerutu Shelo dengan menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Halo Shelo! Kamu di mana? Kata mahasiswa aku, kamu keluar," tanya Juki terdengar cemas.

__ADS_1


"Aku nyasar Juki. Sekarang aku arah ke terminal," jawab Shelo.


"Astaga! Lagian, kenapa kamu pulang sendiri kalau tidak tahu jalan. Kamu tunggu di terminal saja. Kalau gak turun di mall yang di dekat situ. Biar aku jemput ke sana."


"Ya sudah deh, aku tunggu di halte Plaza Z. Yang ada di seberang terminal. Sekarang aku sudah sampai terminal. Aku tutup dulu, mau turun."


Shopia langsung turun dari mobil bis. Dia langsung menyeberang jalan begitu saja. Hampir saja Shelo tertabrak mobil kalau tidak ada yang menariknya.


"Hati-hati Mbak kalau nyebrang," ucap laki-laki itu.


"Loh, bukannya Pak Tito ya!" tebak Shelo saat dia menyadari siapa yang sudah menarik tangannya.


"Loh, Bu Shelomitha. Ibu dengan siapa ke sini?" tanya Tito, rekan kerja Shelo di sekolah.


"Hehehe, aku nyasar, Pak. Terima kasih ya, sudah tolong aku. Tapi aku harus segera ke halte, takut yang jemput datang," pamit Shelo.


"Ayo aku temani. Kebetulan sedang free, tadi habis mengantar adik yang mau berangkat kuliah ke kota kembang." Tito langsung mengikuti langkah kaki Shelo yang berjalan menuju ke halte di depan Plaza


"Nanti malah merepotkan."


"Tidak apa, jarang-jarang kita bisa ngobrol berdua. Biar lebih akrab saja," ucap Tito.


Akhirnya Shelo pun asyik mengobrol dengan Tito seraya menunggu Juki datang menjemput. Tito yang memiliki pribadi yang supel membuat Shelo nyaman berbincang dengannya. Sampai tidak disadarinya, Juki sudah duduk di samping Shelo. Karena laki-laki itu sengaja menyimpan mobilnya di parkiran Plaza.


"Loh, kapan datang? Mobil kamu mana?" tanya Shelo kaget seraya membalikkan tubuhnya melihat ke arah asal suara.


"Di parkiran lah, masa iya aku simpan di tengah jalan," ketus Juki.


"Mas, siapanya Bu Shelomitha?" tanya Tito dengan melihat ke arah Juki dan Shelo.


"Saudara."


"Suami."


Kedua orang itu memberikan jawaban yang berbeda pada Tito. Membuat laki-laki menjadi heran. Apalagi setahu Tito, status Shelo saat melamar itu masih single. Karena dia sempat membaca surat lamaran Shelo yang ada di kantor administrasi.


"Aku suaminya, Mas bisa lihat kalau kami sudah memakai cincin kawin," ucap Juki dengan memperlihatkan cincin yang ada di jari manis Shelo dan juga dirinya


"Oh, maaf kalau begitu, Mas. Tadi kami tidak sengaja bertemu, jadinya menemani Bu Shelo karena sendirian menunggu saudaranya," jelas Tito.

__ADS_1


"Makasih sudah menjaga istri saya, kalau begitu kami permisi!" pamit Juki seraya menarik tangan Shelo.


"Pak Tito, saya duluan ya!" pamit Shelo dengan langkah kaki yang terseok-seok akibat tarikan tangan Juki.


Sampai tiba di mobil Juki, barulah laki-laki tampan itu melepaskan tanganya. Wajahnya terlihat mengeras karena merasa kesal pada Shelo. Entahlah, dia tidak suka saat Shelo memungkirinya sebagai seorang suami di depan laki-laki itu.


"Masuk!" ketus Juki.


Tanpa menyahut lagi, Shelo masuk ke dalam mobil Juki. Dia hanya memainkan bibirnya yang terkatup menanggapi sikap Juki. Entahlah, Shelo tidak peka penyebab kekesalan suaminya.


"Lain kali, kalau tidak tahu jalan tidak usah pergi-pergi, menyusahkan saja. Kamu tahu, gara-gara kamu, aku harus memundurkan jadwal bimbingan mereka. Apa kamu tidak kasian sama mereka yang harus mengorbankan biaya dan waktu percuma dengan datang ke kampus, tetapi bimbingannya harus batal?" tanya Juki dengan ketusnya seraya membawa roda empat itu keluar dari parkiran Plaza.


"Iya, aku salah. Tadi aku kesal dengan mahasiswa kamu yang terus saja ngoceh. Makanya aku mau pulang tapi ternyata salah naik bis," jelas Shelo.


Juki tidak berbicara lagi. Mereka berdua akhirnya terdiam. Sampai mobil sudah terparkir rapi di basemen apartemen, barulah Juki berbicara.


"Naiklah, aku harus kembali ke kampus."


"Makasih," ucap Shelo pelan sebelum dia turun dari mobilnya.


Dia juga jadi merasa tidak enak hati mendengar apa yang Juki katakan. Akhirnya Shelo mengambil ponselnya seraya dia berjalan ke unit apartemen Juki dan membuat story di aplikasi hijau, 'Maaf, merepotkan kalian."


Ting


Shelo langsung membuka pesan dari seseorang yang tidak tahu wujud aslinya. Namun, membuat dia merasa nyaman saat saling berkirim pesan.


Kak Peter: [Kakak kenapa? Sepertinya sedang sedih.]


^^^[Tidak apa, Kak.^^^


^^^ Hanya ada sedikit masalah]^^^


Kak Peter: [Selamat bermalam minggu ya!]


Shelo tidak membalas pesan terakhir dari Kak Peter. Dia langsung teringat pada Juki yang pergi terburu-buru. Berbagai pertanyaan pun mulai menggelitik pikirannya.


Apa mungkin Juki punya pacar ya? Makanya dia buru-buru pergi lagi. Sepertinya dia mau malam mingguan dengan pacarnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2