
Ruangan serba putih dengan aroma obat yang kuat kini menjadi tempat menginap Shelo selama dua hari ini. Mama Lintang dan Bu Tiara dengan setia menemani anak dan cucunya. Sementara Juki menemani istrinya saat malam hari. Karena dia dia sedang ada proyek besar yang tidak bisa dia tinggalkan. Untung saja jarak rumah sakit dengan kantor tidak begitu jauh, sehingga dia bisa melihat anak dan istrinya di saat jam makan siang.
"Juki, kamu bawa apaan?" tanya Shelo saat Juki datang dengan dua tentengan di tangannya.
"Untuk makan siang kita, ayo makan dulu!" ajak Juki. "Shelo, Mama dan Ibu sedang ke mana?
"Tadi pamit untuk mencari makan di luar. Aku nanti saja makannya, anakmu masih belum mau melepaskan ASI. Padahal udah satu jam dia menyusu."
"Wah anak papa ikut-ikutan aja nih! Gak mau kalah sama Papa ya! Sudah biarkan saja, biar nanti aku suapi saja. Kami mau makan apa?" tanya Juki sebelum dia mencium pipi putrinya.
"Bawa siomay gak?" tanya Shelo.
"Bawa. Kamu mau siomay?" tanya Juki dengan melihat ke arah Shelo yang masih terlihat pucat.
"Iya, aku makan siomay saja."
Juki pun dengan telaten menyuapi Shelo dengan bergantian dia makan nasi padang. Laki-laki itu hanya tersenyum melihat putrinya yang rakus meminum sumber kehidupannya. Sampai akhirnya dia dengan iseng memotret acara makan siangnya dan memposting di media sosial yang dulu dia pakai saat menjadi editor dengan caption, 'Always loving you.'
Shelo hanya mengerutkan keningnya, lalu beranjak pergi untuk menyimpan putrinya di boks bayi karena sepertinya putri kecilnya sudah kenyang menikmati sumber kehidupannya. Dia meraih ponselnya yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidur.
__ADS_1
"Ayo makan lagi!" ajak Juki yang terlihat begitu lahap menikmati nasi padang-nya.
"Aku makan sendiri saja," ucap Shelo seraya membuka ponselnya.
Namun, saat dia melihat notifikasi dari Kak Peter, mata Shelo langsung membulat sempurna. Dia tidak pernah menyangka kalau laki-laki yang membuatnya merasa nyaman ternyata suaminya yang dulu menyebalkan itu. Dia terus saja bergantian melihat ke arah foto yang Kak Peter pajang dengan Juki yang sedang asyik makan.
"Juki, apa kamu Kak Peter?" tanya Shelo menatap tidak percaya pada Juki.
Sesaat Juki pun menghentikan makannya. Dia melihat ke arah dan menampilkan deretan gigi putihnya. Untung saja tidak ada cabai yang tertinggal di sana.
"Memang kamu baru tahu kalau aku Kak Peter? Padahal aku sudah tahu lama kalau kamu itu Miss. Selow yang sering curhatin suaminya sama aku," tanya Juki dengan menahan tawanya saat dia teringat dengan apa yang mereka lakukan dulu.
"Iya, Shelo. Aku Kak Peter yang ramah dan baik hati itu. Saat kamu terkunci di atap, aku yang kamu telpon."
"Kenapa bisa kamu? Ternyata ekspektasi aku pada Kak Peter terlalu tinggi."
"Kamu kecewa kalau aku Kak Peter? Padahal aku merasa sangat senang saat tahu kalau Miss Selow itu kamu," tanya Juki dengan suara yang terdengar semakin rendah.
"Maaf, bukan maksud aku seperti itu. Aku pikir Kak Peter itu orangnya pendiam, selalu serius, gak bocor kayak kamu."
__ADS_1
"Shelo, apa aku serendah itu di mata kamu?" tanya Juki dengan menatap lekat pada istrinya. Ada rasa kecewa di hatinya dengan apa yang Shelo katakan.
"Tidak! Kamu memang bocor tapi kamu laki-laki yang bertanggung jawab. Kita sudah sama-sama tahu seperti apa sifat kita dan aku tahu kalau kamu laki-laki yang baik. Meskipun dulu kita sering tidak akur tapi sedikit pun kamu tidak melakukan kekerasan fisik sama aku. Hanya mulut kau saja yang pedas. Mungkin karena aku juga yang ngeselin sehingga kamu selalu seperti itu."
"Itu cara kita untuk semakin dekat Shelo. Saat kita tidak bisa mengungkapkan perasaan kita secara langsung, maka cara lain yang bertentangan dengan perasaan kita yang menjadi pilihannya."
"Memang dari dulu kamu suka sama aku?"
"Mungkin, tapi aku juga gak tahu. Sudahlah, lebih baik lanjutkan makan."
"Kalau aku ... aku suka sama kamu dari dulu. Makanya aku sangat kesal saat kamu menyukai gadis lain. Aku tidak mau perhatian kamu terbagi. Aku ingin selalu jadi prioritas."
"Pantas saja kamu membuat aku malu di depan Natasya. Tapi kenapa kamu tidak bilang sama aku kalau kamu suka dari dulu."
"Gengsi lah babang."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya untuk Shelo dan Juki di detik-detik terakhir episode-nya ya kakak....
__ADS_1