
"…dokter Simon Hutapea,,, kepala bagian bedah bukan cuma galak... Dia terkenal streng... pelit memberi nilai... dan entah mengapa…tidak menyukaiku koasistenten wanita..."
"…selamat jaga,,,"cetus dokter Adrian ramah,,, membuyarkan lamunan Lara..." takut?"
"… hampir mati,,," sahut Lara separo bergurau…"
"… pertama kali jaga…?"
"…di UGD bedah,,,ya?"
"… jangan khawatir…kan ada dokter jaga… kamu tidak sendirian…"
"… kalo dokter jaga nya nggak lagi repot... Dan stand-by terus di UGD…"
"… tenang saja… lama-lama juga kamu biasa…"
"… nggak nonton konser lagi,,, dok…?"(dokter adrian tersenyum lunak)
"… ini semacam undangan…?"
"…ah…"Lara tertawa jengah…"cuma sekedar tanya kok…!"
__ADS_1
***
"… pasien mu sudah menunggu,,,La…!" cetus wati koasisten interna yang malam itu bertugas di unit gawat darurat,,, begitu Lara muncul di pintu…"
"… pasien apa,,, wat…?" tanya Lara gugup…" kecelakaan? dokter jaga sudah dipanggil?"
"… terus terang lara merasa ngeri sudah berkali-kali dibacanya teori-teori tentang cara meresusitasi pasien yang berada dalam keadaan gawat darurat…rasanya sudah hapal di luar kepala… tetapi tak urung kalau menghadapi pasien,,,dia kadang-kadang merasa panik dan kalau sudah panik semua hapalan sekonyong konyong terbang dari kepalanya..."
"… pembagian bedah memang bagian yang paling mengerikan…kasus-kasus kecelakaan… perkelahian… percobaan pembunuhan… hampir semua korban kekerasan… darah darah darah…Hhh…"
"… bukan,,," sahut Wati pendek sakit perut,,, sakit perut?" belalak Lara sambil mengikuti Wati keranjang yang paling ujung… tiba-tiba saja dia merasa curiga…" bagaimana kamu tau itu pasien untukku?"
"… o.s sudah dua hari sakit perut muntah-muntah dan tidak bisa buang air besar…"
"…karena itu aku panggil kamu sahut Wati seenaknya…" kalau ternyata dia ileus atau apendiksitis,,,itu kan kasus bedah…!"
"…tapi kalau dia seorang wanita muda,,, mungkin saja kasus obgyn...!"
"… jangan khawatir sahut Wati santai sambil menyibakkan tirai pembatas…" Budi sudah ada di sini kok…!"
"… sialan gerutu Lara gemas…tentu saja dengan menurunkan volume suara nya…" lantas apa saja kerjaanmu kalau begitu?"
__ADS_1
"… kalau bukan kasus bedah,,, bukan juga pasien kebidanan,,,apa salahnya dikirim ke Interna…?"
"… lara ingin sekali menjemput punggung temannya kuat-kuat… sayang,,,pasien itu cuma sakit perut bukan sakit mata…"
***
"… kamu tangani korban kecelakaan ini,,,lara perintah dokter parmawati letih..."saya harus melihat pasien lain…"
"…malam itu unit gawat darurat memang kebanjiran pasien…dokter parmawati,,, dokter jaga malam itu,,,baru kembali dari daerah setelah melakukan wajib kerja sarjana… umurnya hanya berbeda 3 tahun dari Lara..."
"… para koas menyukainya,,, karena sikapnya yang tidak kaku…dia memperlakukan para kolase seperti teman,,,, bukan mahasiswa… tetapi kalau pasien sedang banyak seperti sekarang,,,terus terang Lara lebih suka bertugas bersama dokter jaga yang lebih senior…supaya tanggung jawabnya lebih ringan…"
"… tiga sekaligus,,,suster…?" desis Lara kaget ketika melihat korban korban kecelakaan yang terlantar berlumuran darah itu…"
"…yang dua sudah meninggal,,,Dok,,,"lapor suster Ima,,,yang ikut menangani korban korban itu bersama dokter parmawati … cuma anaknya yang masih hidup…"melihat kebingungan sang calon dokter lekas-lekas di sambung nya lagi,,,cuma luka di kepala,,,mau di hechting,,, Dok?"
".........
tunggu next bab nya yaa guys
jangan lupa like komen vote
__ADS_1
dukung author yaaa
buat yg udah vote makasih yaa🤗🤗