Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 45


__ADS_3

"... Lara!" dokter Adrian menoleh sekilas dengan kaget.... kamu.... kamu tidak benci pada lakukan tentu saja aku benci pada ku,,, kan?"


"....tentu saja aku benci pada mu!" sahut Lara geram..." kamu bilang cinta pada ku lalu kawin dengan saudara ku! kamu suruh aku tetap mencintai mu? munafik!"


".... dokter Adrian tampak sangat syok sampai tak mampu membuka mulut nya... di katupkan nya rahang nya erat-erat menahan perasaan nya...


"... ku kira,,," desis nya dengan perasaan bersalah....


"... kukira kamu telah memaafkan ku...


"...tentu saja aku telah memaafkan mu!


"...tapi bukan melupakan penghianatan mu! itu pun ku lakukan untuk Lina! bukan untuk mu!"


"...aku menyesal,,,,La.....


"...pasti bukan karena mengawini Lina... dia lebih Cantik... lebih baik... lebih feminin.... dan lebih patut di kasihani...!"


"... aku menyesal karena telah menyakiti hati mu,,," sahut dokter Adrian lirih...." tapi kalau kamu kira Lina melebihi mu dalam segala hal,,, kamu keliru,,, La.... benar dia lebih baik dan feminin... tapi kamu jauh lebih menarik....!"


"... lama Lara terhenyak diam... betapapun benci nya dia pada pria ini,,, dia adalah orang pertama yang meruntuhkan anggapan itu... persepsi yang telah bertahun-tahun dianut nya... bahwa Lina melebihi nya dengan dalam segala hal!"


...****...

__ADS_1


"...ketika melihat wajah dokter Gunadi,,, Lara telah menduga,,,hasil pemeriksaan nya kemarin pasti buruk... apalagi ketika dia melihat dokter prapto,,, dosen pembimbing nya di bagian bedah,,, juga hadir di sana... dan wajah dokter parpto,,, walaupun muram,,, tidak se angker biasa......


"...selamat siang,,, dok,,," sapa Lara dengan bulu roma yang tiba tiba meremang.... "bukan radang,,,,kan...?"


"...Osteosarkoma,,,," sahut dokter gunadi getir..." dokter prapto menganjurkan Biopsi segera untuk segera mengetahui stadium nya..."


"...tiba tiba saja kepala Lara seperti di siram se ember air dingin ketika wajah almarhumah tini yuliati melintas di depan mata nya....!"


"....dia merasa seperti sukma nya tiba tiba melayang keluar meninggalkan jasad kasar nya...kini kaki nya bukan hanya terasa sakit... sekaligus lemas tak ber tenaga.........


"...berbarengan dokter prapto dan dokter gunadi membantu nya untuk duduk...tetapi Lara telah tidak ingat lagi apa yang mereka katakan....


"...Benar kamu bisa pulang sendiri?" tanya dokter *p**rapto* tanpa me nyembunyikan rasa cemas nya..." saya bisa panggil adrian untuk mengantarkan mu...."


"...minum lah sedikit..." dokter gunadi memberikan segelas air..." wajah mu pucat sekali... tinggal lah di sini sampai ke adaan mu lebih baik,,, Lara...."


"....saya ingin segera pulang,,,"sahut Lara lesu setelah meminum minuman nya...." terimakasih dok.... percayalah,,, saya tidak apa apa..........


"...saya ingin biopsi segera untuk mengetahui stadium dan keganasan nya,,, La ,,," kata dokter Prapto murung....." tapi sebelum nya saya minta kamu melakukan MRI dan ogiografi... penting untuk menentukan luas anatomi lesi dan mendeteksi ada atau tidak nya invasi ke jaringan sekitar....,"


"...Lara tidak tahu dia me ngangguk atau meng geleng... karena rasa nya dia sudah tidak merasakan apa apa lagi....


...***...

__ADS_1


"...kadang kadang...." ter ngiang kembali kata kata Lina di telinga nya,,," orang lebih berani meng hadapi kematian justru pada saat saat terakhir nya...."


"...Bohong! Lara meng gigit bibir nya kuat kuat... justru pada saat maut mulai tersenyum padanya,,, dia merasa takut! amat takut!"


"....Oooo tuhan,,, tangis nya sambil melarikan mobil nya se kencancang kencang nya... Aku takut,,, Tuhan! jangan ambil dulu nyawa ku! aku belum siap menghadap hadirat Mu! aku takut!


"... dan sebuah truk sedang berlari cepat nyaris meng hancur lebur kan mobil nya......................


...*****...


*


*


*


*


hai kalian yang udah bacaa


makasii yaaa


jangan lupa tinggalkan jejak biar aku semangat ngetik nya

__ADS_1


__ADS_2