Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 41


__ADS_3

"... kamu kan tahu,,, aku nggak suka di ancam,,, sahut Lara dingin..." kamu tidak berhak melarang ku bergaul dengan siapa pun...."


".... kalau aku tidak berhak melarang mau bergaul dengan sembarangan Lelaki,,, apa nama nya aku pacar mu?"


"... pacar bukan suami,,," sahut Lara se enak nya..." tidak berhak melarang dengan siapa aku boleh berteman!"


"... kalau begitu kita berbeda pendapat!" Heru Bangkit dengan marah... lebih baik kita berpisah jalan saja... bagi ku,,, pacar cuma satu... tidak dapat di tawar tawar lagi!"


...***...


"... Lara sudah tahu sekali siapa yang berani me nelpon nya tengah malam buta begini... hanya ada satu manusia yang berani meng ganggu nya pada pukul satu tengah malam... Dedi Martondang... siapa lagi......


"... dengan mata masih separo terpejam,,, *****Lara***** mengangkat telepon di kamar nya... men cegah nya berdering lebih lama dan membangunkan seisi rumah....


"... selamat malam,,, DOKTER,,,' sudah bergema sebelum Lara sempat menyapa halo..." lagi bobo?"


"... suara tawa nya bergema lembut... membuat Lara tidak bisa marah...


"...Brengsek!" maki Lara separo mengantuk... tentu saja hanya pura pura kesal... lagi makan! udah tau jam satu malam,,, masih nanya lagi!"


".... pikiran mu aku nggak ngantuk,,, dokter?" Dedi tertawa lembut.....


".... kelelawar nggak pernah tidur malam,,, kan?" balas Lara Ketus..." nah,,, lekas bilang di pub mana kamu lagi mabuk! sudah berapa luka yang harus di jahit!"


"... nggak percaya aku sudah nggak minum lagi?"


"...aku bukan cewek yang gampang di kibulin!"


"...itu sih fakta!"


"... mau mau apa telepon malam malam begini?"


"... mendengar suaramu,,, sayang,,," sahut Dedi hangat..." aku kangen...."


"... nah,,, kamu sudah dengar! selamat tidur!"


"... eh,,, tunggu dulu dong!" sela Dedii cepat cepat..." masih ada nomor dua nya..."

__ADS_1


".... mau bilang sekarang atau besok pagi?


"... kok buru buru banget sih,,, dok? nggak ada pasien yang sedang berbaring di ranjang mu,,, kan?"


"....kamu mau ngomong sekarang atau besok?"


"... sekarang aja Deh,,, dok... nggak tahan kalau mesti nunggu sampai besok!"


"... nah,,, tunggu apa lagi?"


"... aku ingin melihat wajah mu..."


".... kalau gitu ngapain masih nongkrong di kamar mu? datang ke sini kalau Berani! panjat dinding kamar aku! atau ketuk pintu kalo rela di semprot mama!"


".... siapa Takut?" dedi tertawa pelan... "cuma kamu keliru lagi,,, dok! saat ini aku nggak ada di kamar...


"... dasar bajul! tari kamu bilang enggak pernah minum Lagi!"


"... siapa bilang aku lagi minum?"


"... lagi nelpon kamu dong!"


"... dari pub? kelab malam?"


"... di boxs telepon di depan rumah mu,,, manis!"


"... sinting!" Lara hampir tak dapat lagi menahan tawa nya..." lagi ngapain kamu di sana?"


"... masih tanya lagi? ya,,, nelpon kamu!"


"...kan bisa dari rumah!"


" dari rumah enggak bisa lihat wajah mu!"


"... apa beda Nya? sekarang juga tidak!"


"....kamu mau kan,,, sayang?" suara Dedi berubah lembut,,,, sangat lembut..." kamu mau nongol di jendela,,, Kan?"

__ADS_1


"... sekarang?" Lara mengulum senyum nya....


"...sebentar lagi... aku belum selesai ngomong..."


"... masih ada nomor 3 nya?"


"... ya,,, aku ingin tanya kamu....


"... konsultasi? tau berapa tarif nya?"


"... kamu mau Jadi istri ku?


".... hening sejenak... Lara harus mengumpulkan dulu semangat nya dan menemukan lagi suara nya... makhluk di luar sana itu bener benar sinting! tapi bagai mana pun sinting nya,,, dia tetap menarik!


"... ini lamaran?"


".... apa menurut pendapat mu?


"... kamu melamar aku melalui telepon? pada jam 01.00 tengah malam? kamu benar benar sakit!"


"... habis di mana lagi aku harus melamar mu? di kamar praktek?"


"... kamu harus melamar ku di depan orang tua ku!" sahut Lara sambil tersenyum..." kalau kamu berani!"


"... kenapa tidak? kemarin aku ketemu ibu mu..." Lara Tersentak.....


".... tentang lamaran mu?"


".... tentang Batu..."


" batu? ada urusan apa sama Batu?"


".... ibu mu jualan batu Berlian,,,, kan? nah,,, ibu ku penggemar nomor satu! ku perkenal kan Mereka... Dan tadi sore,,, ibu mu membawa koleksi batu nya .. Ibu ku langsung ambil Dua..."


terimaksih yang udah baca.


tinggalkan jejak yaa😁😉

__ADS_1


__ADS_2