
"... Lara merasa hati nya sangat sakit.... bagai mana harus melukai hati pria yang begini mencintai nya? benarkah cinta DEDI akan tetap se demikian tulus nya setelah dia kehilangan kaki nya nanti?
...***...
"...Ketika melihat Lara memasuki kamar kerja nya,,, dokter Prapto langsung bangkit meng Hampiri... dia menyuruh merawat nya keluar dan menyorong kan sebuah bangku untuk Lara ... saya menyerah,,, dok,,," cetus Lara setelah mengucapkan terima kasih....
"....menyerah? wajah dokter prapto berubah keras....
"... kepada penyakit mu?"
"... menyerah kepada keputusan dokter,,," sahut Lara lirih....
"… sejenak dokter Prapto menatap nya dengan tajam sebelum menjentik kan jari nya dengan ber semangat........
"… bagus!" cetus nya tanpa berusaha menutupi kelegaan hati nya…" itu baru lara yang saya Kenal!"
"… lara menatap dokter bedah tulang itu dengan heran………
"… apa yang dokter ketahui tentang saya? saya cuma salah seorang mantan koas bedah yang paling bandel..."
"… dokter Prapto meng geleng sambil duduk di kursi di balik menjadi tulis nya... di awasi nya lara baik-baik sebelum membuka mulut nya lagi.......
"… saya tahu lebih banyak dari yang kamu sangka,,,," kata nya terus terang…" tidak banyak mahasiswi yang kepandai an dan keuletan nya selalu di kenang di bagian bedah seperti kamu....... saya sudah me lihat per bedaan itu sejak pertama kali kamu masuk bangsal Ortopedi,,,, ketika dalam keadaan terdesak,,, kamu masih bisa me ngajukan pertanyaan,,, pada saat koasisten lain biasa nya sudah bungkam!"
"... Lara tertegun bengong tidak menduga dokter prapto masih ingat peristiwa sekecil itu!
"…sekarang saya ingin bukan hanya ke pandaian dan keuletan mu saja yang menjadi legenda di bagian bedah,,, tapi sekaligus keberanian dan ke tegaran mu,,, lara.... kamu tidak boleh menyerah... kita akan berjuang untuk mengalah kan penyakit mu!"
"…terima kasih,,, dok,,," sahut Lara terharu.………
__ADS_1
"…tidak di sangka... dokter bedah yang terkenal sebagai killer ini,,, ternyata punya perhatian yang begitu besar kepada koasisten nya!"
"…kamu sudah dapat penempatan?"
"… saya sudah tidak me mikir kan nya Lagi,,, dok..."
"...saya akan minta dokter simon mengajukan dispensasi kepada depkes untuk mu... sesudah menjalani terapi nanti,,, kamu dapat bertugas di sini... supaya lebih mudah memantau kondisi mu... tidak tertarik kepada ortopedi?"
"... Lara tersenyum pahit..........
".... apa saya masih Sempat,,,, dok? lima tahun pertama saja,,, kan saya cuma lima puluh lima persen! bagai mana lima tahun ke dua? apa saya masih sanggup me lewati nya?"
"... siapa yang tahu kapan waktu nya? kamu tidak mau menghabiskan sisa hidup mu hanya untuk menunggu kapan datang nya maut,,, kan?"
"....saya hanya takut mengecewakan para pembimbing Saya... dan mengambil tempat yang seharus nya dapat di berikan kepada dokter muda yang lebih sehat..."
"... kalau kamu bersedia,,, saya ingin mengambil mu sebagai asisten...."
...***...
"....Lina membuka pintu kamar nya dengan hati hati... dia melongok keluar...dan melihat suami nya sedang duduk seorang diri dalam gelap.... api rokok nya sekali-sekali tampak berpijar dalam gelap....
"... lambat lambat Lina menghampiri suami nya .... dan me rangkul nya dari belakang Adrian membelai lengan istri nya dengan lembut.....
".. me mikir kan apa?" bisik Lina sambil membungkuk dan mengecup leher suami nya...."
".... beberapa hari ini kamu kelihatan nya gelisah................
*
__ADS_1
*
*
*
tungguin terus yaa wkwkwk
*
*
aku tau ko,,, menunggu itu melelahkan...
kek aku nungguin dia🤪
*
*
jangan lupa dukung author
dengan cara....like komen dan vote yaa guys
*
*
terimaksih yang udah baca😘
__ADS_1
seeyou