
"... Lara ingat ketika pertama kali mereka melakukan punksi percobaan mengeluarkan cairan dari paru-paru Tini Yulianti... ketika melihat cairan yang keluar dari paru-paru itu memerah seperti air cucian daging,,, Lara hampir menangis karena iba dan kecewa..."
"... ternyata amputasi kaki nya sia-sia belaka! Anak sebar nya telah sampai ke paru-paru... hampir tidak ada harapan lagi............ kasihan...."
"... Tetapi Tini Yulianti bukan termasuk jenis wanita yang suka di kasihani... walaupun hari-hari nya sudah dapat di hitung,,, Dia tidak pernah putus asa... keberanian dan ketabahan nya memancing simpati para dokter dan suster yang merawat nya..."
"... Minggu depan saya ujian,,,Tin,,," kata Lara ketika sedang mengontrol keadaan pasien nya..." Sesudah itu,,, saya tidak di sini lagi...saya pindah ke bagian kulit kelamin..."
"...Ada sinar keluar dari mata yang suram hampir tak bercahaya itu..."
"... mudah-mudahan saya masih kuat sampai dokter keluar dari sini..." Katanya sambil tersenyum getir..." Mudah-mudahan saya masih dapat mendengar dokter mengucapkan selamat tinggal kepada saya,,,bukan selamat jalan..."
"... sejenak Lara tertegun... Tidak biasa nya Tini Yulianti mengucapkan kata-kata seperti itu... Biasanya dia selalu riang dan optimis...malah suami nya laah yang senantiasa kelihatan sedih dan putus asa... Tetapi hari ini,,, Tini Yulianti tampak agak berbeda... Apakah waktu nya telah sampai?"
__ADS_1
"... jangan ngomong begitu,,,ah!" Hibur Lara segera setelah dia memperoleh kembali suara nya..." Saya malah sudah membayangkan,,,kita akan keluar sama-sama dari bagian bedah! Saya pindah ke bagian kulit kelamin,,, Tini pulang ke rumah!"
"... memagang ketika akhirnya hari yang di tunggu tunggu itu tiba,,, mereka sama-sama meninggalkan bagian bedah... Tapi Tini Yulianti tidak pulang ke rumah nya yang di kampung Ambon...dia pulang ke rumahnya di surga!"
"...Lara sedang mengucapkan selamat tinggal kepada para perawat di bagian bedah ketika terdengar panggilan darurat dari kamar Tini Yulianti... Lalu wajah panik suster mimin muncul di pintu..."
"... Tini Yulianti sesak napas! Panggil Dokter adrian,,,Ti!"
"... Tanpa menunggu Dokter adrian lagi,,, Lara menghambur ke kamar Tini Yulianti bersama suster mimin dan suster Hani... Dan pemandangan yang di lihat nya membuat hati nya sangat trenyuh..."
"... Tetapi Lara tidak dapat lagi lama-lama menunggu... keadaan Tini Yulianti sudah sangat mengkhawatirkan... Dia harus cepat bertindak sebelum pasien nya mati pengap... Napas nya sudah tinggal satu-satu... Dan dia sudah harus berjuang keras untuk dapat bernafas..."
"... Lara segera melakukan pemeriksaan singkat... Dan selesai memeriksa,,, Dia sudah merasa,,, waktu nya memang telah tiba..."
__ADS_1
"...saat itu pintu terempas terbuka... Dan Dokter adrian menerjang masuk... Lara langsung melaporkan hasil pemeriksaan nya... Dan Dokter adrian segera memimpin tindakan resusitasi terhadap pasien nya..."
"... Tetapi setelah berjuang hampir satu jam akhirnya mereka terpaksa menyerah juga... Tini Yulianti mengembus kan napas nya yang terakhir tanpa sempat mengucapkan sepatah kata pun untuk suami nya yang menunggu nya dengan setia sampai saat terakhir..."
"... dan ketika melihat pria bertubuh tinggi besar itu menangis tersedu-sedu sambil memeluk dan menciumi mayat istri nya,,, para perawat pun ikut meneteskan air mata..."
"... Dokter adrian meninggalkan kamar tanpa berkata apa-apa... Dia tampak letih dan sedih... Belum pernah Lara melihat wajah nya tanpa senyum seperti itu..."
"... ketika Lara masuk ke kamar kerja nya membawa status Tini Yulianti,,, Dokter adrian baru selesai menulis surat laporan kematian... Dia tengah merenungi laporan itu dengan murung..."
"... Tanpa berkata apa-apa,,, Lara meletakkan status pasien di meja dokter adrian... tetapi ketika dia memutar tubuh nya untuk berlalu,,, tiba-tiba Dokter adrian menyambar tangan nya..."
"... Dengan terperanjat Lara mengangkat wajah nya... Dan mata'nya yang merah berair berpapasan dengan mata dokter adrian yang redup..."
__ADS_1
"...Aku merasa sangat kehilangan,,,La,,," bisik nya parau..." Tini Yulianti pasien kanker yang paling tabah yang pernah ku temui... Dia berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan penyakit nya...Tapi akhir nya..............."