
"...Kamu jemput aku nanti siang,,,La ?"
"...Apa aku punya pilihan lain?"Sahut Lara dingin..."kamu kan tahu nggak mungkin aku pulang sendiri kalo nggak mau di Omelin mama ! Buat apa nanya lagi...?"
"...Lina melongo heran...Tetapi Lara tidak mau menunggu lagi... Dilarikan nya lagi mobil nya...Di tinggalkan segumpal asap dan debu buat Lina yang masih tegak mematung di pinggir jalan..."
"... ketika melirik kaca spion dan melihat Lina masih bengong di tempat nya,,,timbul sesal di hati Lara...Dia memang sering memperlakukan saudara nya dengan kasar... Tetapi sebaliknya dari marah,,,Lina selalu bersikap manis kepada nya..."
"...Dia selalu sabar...Ramah...Lemah lembut...Dan penuh pengertian...Ooo,,, bagaimana Lara harus memperlakukan seorang saudara yang sedemikian baik nya...? Bagaimana dia dapat membenci seorang gadis yang begitu manis dan selalu memaafkan...?"
"...tetapi bagai mana mengusir rasa iri ini dari hati nya? Barang kali ibunya yang salah...Mama terlalu memanjakan Lina...Dan selalu membedakan mereka..."
"... Tetapi barangkali jugaa tuhan yang tidak adill... karena kalau iri hati itu suatu dosa,,, mengapa Tuhan menciptakan makhluk yang demikian sempurna seperti Lina?"
"... Lihatlah dia! Wajah nya cantik... senyum nya lembut... Tatapan teduh menyejukkan...Rambut hitam,,,panjang dan indah... Kulit nya putih mulus seperti boneka...Sikap anggun... gayanya feminin... Tutur katanya halus...Dan masih sederet pujian..."
"...seakan belum cukup dengan anugerah itu,,, Tuhan masih memberi Nya bonus...Suara Lina bukan main merdu nya...Dan bakat nya di bidang musik sangat menonjol..."
__ADS_1
"... Lalu apa yang di berikan Tuhan kepada saudara kembar nya selain ketidak puasan dan iri hati...?"
"...Lara tidak jelek...Tapi di banding kan Lina,,,nilainya masih dua tingkat lebih rendah... kulit nya tidak putih... penampilan nya cerdas bebas...siakap nya seenak perutnya...Tidak suka di kekang...Tidak mau di kasihani...Dan tidak sabaran..."
"... kata-kata nya serba blak-blakan... Kadang-kadang cenderung kasar menyakitkan..."
"... Suaranya biasa-biasa saja...Tidak punya bakat seni...Dan tidak berminat pada musik..."
"... barangkali satu-satunya kelebihan nya hanyalah dia sehat...Dan justru itu yang selalu di lupakan Lara..."
"...Sialan,,, mereka ngeliatin kita kayak nya kita nggak pake baju,,,"Gerutu ****Lara****,,, tentu saja dengan berbisi,,,kepada Yeni..."
"... Mereka kan cowo sehat!" Yeni balas berbisik..."Cuma karena fraktur kaki mereka terpaksa di gantung begini...!"
"Dan mata mereka juga pasti luar biasa sehat nya...!"
"... Bukan cuma mata nyaa lho! Hati-hati aja kalo kamu dapat giliran jaga malam,,,La! potensi mereka lagi hebat-hebat nya...! nggak dapet penyaluran berbulan-bulan...!"
__ADS_1
"...Mereka sama-sama menutup mulut menahan tawa mereka...Dan celaka...!"
"...Dokter Prapto mendengar bisik-bisik di belakang tubuh nya dan berpaling! Terlambat Lara menghentikan tawa nya... matanya menatap Lara Dengan tajam..."
"...Ada pertanyaan?" tanya nya judes..."
"... seriusnya Suara Dokter itu membuat Lara gelagapan...pertanyaan? Buset! Pertanyaan apaa? Mereka kan baru masuk...!"
".... Tetapi tidak bertanyalah lebih salah lagi... Salah-salah dia bisa di suruh ke luar...!"
tunggu next bab ny yaaa
seperti biasa jangan lupa
like...komen... vote
sekian dan terimakasih....
__ADS_1