
".... ibu mu jualan batu Berlian,,,, kan? nah,,, ibu ku penggemar nomor satu! ku perkenal kan Mereka... Dan tadi sore,,, ibu mu membawa koleksi batu nya .. Ibu ku langsung ambil Dua..."
"...licik kamu! geram Lara antara gemas dan geli..." kamu pikir bisa menukar aku dengan batu? kamu keliru jika berharap bisa memikat hati mama melalui berlian!"
" ah,,, aku nggak perlu memikat hati ibu mu kok! aku mau kawin sama anak nya!"
" tanpa restu ibu ku?"
"... itu bukan syarat utama,,, kan? nah,,, Lara coba dengar baik-baik... kamu nggak usah jawab lamaran ku sekarang... kamu boleh mikir sampai Pagi... telpon ini ku tutup dulu... lantas aku tunggu di sini,,, di depan books telepon yang gelap dan dingin ini,,, sampai kamu nongol di jendela.. itu artinya kamu terima lamaran ku! oke?"
"...kalau ku tolak?"
"... aku bunuh diri dengan menelan semua koin dalam telepon ini...!"
"... kalau begitu,,, mulai deh telan yang pertama!"
"...kata Lara sambil tersenyum..." selamat jalan! semoga koin nya belum pada karatan!"
".... dibanting nya pesawat telpon nya dengan dada bergemuruh...di renggutnya bantal nya... di dekap kan nya ke mulut nya untuk menutupi pekikan kebahagiaan yang lepas tak tertahankan....
__ADS_1
".... lalu Lara mengenakan gaun malam nya yang paling indah... dia menyisir dan manggarai lepas rambut nya... setelah dua kali menatap cermin,,, dia melangkah sambil tersenyum ke jendela kamar nya..."
"...di buka nya jendela lebar-lebar... angin malam menerpa lembut rambut nya... Membelai dingin wajah nya yang Sumringah..."
".... Dedy sudah tegak di seberang jalan... Lara melambaikan tangan kepada nya..."
"... yesssss!!!!" seru Dedi sambil melompat tinggi tinggi dengan girang nya..."
".... dan Dedi berlari-lari menyebrangi jalan yang telah sunyi itu ke muka pintu gerbang rumah nya... di lemparkan nya serikat bunga mawar merah ke arah Lara...."
"... Lara gagal menangkap bunga itu... "
"... ketika Lara menutup jendela kamar nya dan Berbalik,,, seseorang telah tegak di belakang nya... dan Lara terlambat menghapus air mata nya... terlambat mengusir semburat merah yang berseri di pipi nya... terlambat menyembunyikan cahaya kebahagiaan yang bersorot di mata nya..."
"... Papa cuma kepingin tahu,,, Lara masih ingat nggak sama janji Lara dulu.. " ada senyum yang demikian tulus dari bibir ayah nya..." kamu tidak akan menikah seumur hidup,,, kan?" kamu akan menemani Papa mu sampai tua?"
"... **Lara** menatap ayah nya dengan sejuta keharuan mengharu biru di benak nya... dan dia menemukan kilatan butir butir air di mata ayah nya..."
"....tanpa dapat menahan perasaan Lagi,,, Lara menghambur memeluk ayah nya..."
__ADS_1
"...kamu ingat janji Papa,,, La?" bisik pak Raharjo sambil memeluk anak nya dengan terharu..."
"... Lara menggeleng manja,,, masih dalam pelukan ayah nya..."
"... Papa udah kelewat banyak janji sih!" sahut nya manja..." udah lupa yang mana yang masih hutang!"
".... pak Raharjo melepaskan pelukan nya... dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil... di berikan nya kepada anak nya dengan penuh kasih sayang..."
"... apa ini,,, Pa ? tanya Lara heran..." cincin? **Lara** Kan belum akan kawin besok!"
".... buka lah,,, pinta ayah nya sambil tersenyum tipis... Lara membuka bungkusan itu dengan tak sabar... dan mengeluarkan sebuah...kunci mobil...!"
"....Papa !!! Lara hampir teriak histeris... tadi nya ingin Papa berikan untuk hari ulang tahun mu,,," kata pak Raharjo Lembut..." tapi papa mendadak berubah pikiran... ingin papa hadiah kan malam ini saja... setelah beban Papa lenyap.... tidak usah lagi berjanji mengurus mu seumur hidup...,!"
maaf yaa guys aku baru up
karna aku juga kepentingan tersendiri hehe....
tunggu lagi up selanjutnya ya guyss
__ADS_1
thankyou yang udah bacaa