Jangan Pergi Laraa

Jangan Pergi Laraa
Bab 19


__ADS_3

"... bersinar mata Lara mendengar pujian itu... bukan kah itu berarti dia sama cantik nya dengan Lina?"


"... tetapi ketika dia melirik Lina dan melihat betapa berseri nya wajah saudara nya itu,,, keriangan nya segera turun sampai ke perut... Kapan dia pernah melihat Lina sebahagia ini...?"


"... Serentak Lara merasa kehilangan gairah nya yang meluap-luap tadi...ada segurat perasaan tidak enak menoreh hati kecil nya...sebuh perasaan yang sulit di Jabar kan... Tapi yang tak mau hilang dari sana..."


".... tetapi hanya pak Raharjo yang dapat ikut merasa kan kemurungan nya... Lina sudah naik ke atas panggung... Nieke sedang terlibat obrolan asyik dengan seorang pemuda yang kebetulan duduk di samping nya..."


"... Sementara ibu nya masih sibuk menelaah dari luar ke dalam data-data penting yang dapat di korek nya dari Dokter adrian...dari pekerjaan Sampai keluarga...dari hobi sampai makanan kegemaran..."


"... Masih untung dokter adrian tidak di paksa menggambarkan silsilah keluarga nya seperti anjing pelacak...!"


"... melamun?" Pak Raharjo menyentuh lengan Lara sambil tersenyum bijak..."


"... *****Lara***** menoleh... dan ketika mata nya berpapasan dengan mata ayah nya,,, Lara tahu,,, papa memahami kegalauan hati nya..."


"...Siapa bilang?" Lara pura-pura membelalak kesal..."

__ADS_1


"...lagi asyik nonton Lina bertarung sama piano nya kok...!"


"...di depan sana,,,Lina memang tengah menarikan jari-jemari nya dengan sangat lincah di atas tuts piano...belum pernah Lara begitu terkesan menyaksikan saudara nya seperti malam ini..."


"... Lina seperti kesetanan... mengerahkan segenap perasaan dan kemampuan nya untuk menjiwai permainan piano nya..."


"...dari symphony No.4- nya tchaikovsky sampai symphony No.7- nya Beethoven,,,secara nonstop dia memaksa Semua penonton terpaku di tempat duduk nya,,, di buai kemenangan musik yang bahkan mampu membuat Lara yang tidak menyukai musik klasik pun,,, merasa bulu tengkuk nya meremang semua...!"


"...Luar biasa!" Gumam Dokter adrian kagum..."


"... fantastis...!"


"... Lara langsung berdiri dengan kaget... tidak mungkin sebuah intermeso...!"


"...allegro con brio belum selesai di mainkan nya..."


"... cetus dokter adrian yang sudah ikut berdiri dengan wajah bingung..." Lina kenapa,,,La?"

__ADS_1


"...sebuah kesadaran tiba-tiba melucut otak Lara...Hanya ada satu alasan kenapa Lina sekonyong konyong menghentikan permainan piano nya di tengah jalan...dia mendapat serangan jantung...!"


"... Lara berlari-lari ke depan ketika pesona yang memukau masih menyelubungi suasa... Dokter adrian langsung membuntuti nya..."


"...Lina setengah menelungkap ke atas piano... tangan nya menebah dada kiri nya... Napas nya sesak dan berbunyi..."


"...Lara adalah orang pertama yang merangkul tubuh saudara nya..."


"...kulit Lina dingin dan basah keringat... wajah nya yang pucat berkerut menahan sakit...pipi dan bibir nya telah membiru... tetapi dia masih sadar penuh...mata nya yang ketakutan menatap Lara Dengan panik seolah olah meminta pertolongan..."


"... Angkat dia ke dalam,,," perintah Lara kepada panitia yang datang menghampiri mereka dengan kebingungan..."


"... Lara sudah lupa dengan siapa dia berhadapan... Dan di mana dia berada... Dia lupa,,, orang-orang berjas dan ber dasi di sekitar nya itu bukan perawat di rumah sakit yang biasa di perintah nya... tetapi saat sebelum mereka melakukan perintah Lara,,, Dokter adrian telah mendahului menggendong tubuh Lina..."


"... panggil ambulans!" Pinta Lara tegas..." Dia kena serangan jantung...!"


terimakasih...

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote


semoga suka....


__ADS_2